
Next
Setelah pertemuan singkat tadi di Restoran dekat bandara itu, kini Lewis dan keluarga nya telah sampai ke mansion nya keluarga Wilson. Lewis yang berada di dalam mobil hanya berdua saja dengan Rembulan di samping nya, dalam perjalanan Lewis telah mengatakan apa saja yang akan di lakukan oleh Rembulan selama kedua orang tua nya tinggal di kota X.
"Aku harap kau tidak akan mengecewakan ku, lakukan lah tugas mu dengan baik. Sekali lagi aku ingat kan untuk tidak memanggil aku Tuan di hadapan Ayah dan Ibu.." Ucap Lewis menjelaskan secara rinci agar tidak ada kesalah nanti nya.
Bisa saja nanti Rembulan akan lupa apa saja yang boleh dan tidak boleh dia lakukan di hadapan orang tua nya.
"Baik, aku akan mengingat semua yang Tuan katakan. Jadi jangan khawatir semua nya akan sesuai dengan yang tuan mau." Balas Rembulan dengan yakin.
Meskipun di dalam hati paling dalam dia sangat tidak setuju dengan kemauan sang suami, tapi demi berlangsung nya perusahaan sang Ayah dan juga kehidupan nya di samping Lewis kedepan nya.
"Baguslah, jangan lupa selama Ayah dan Ibu masih di sini kita harus tidur bersama, tapi setelah semua kembali ketempat nya aku akan menyiapkan kan satu kamar untuk kau tempati." Jelas nya kembali pada Rembulan.
"Tidak masalah Tuan, aku akan ingat." Rembulan tersenyum pahit menatap Lewis sejenak, lalu mengalihkan pandangan nya ke arah jendela mobil kembali.
Saat ini hati pun sangat gundah, kesedihan merundung nya lagi. Apa akan seperti ini pernikahan nya dengan Lewis selama nya?
Kapan dia akan terlepas dari belenggu pernikahan? Tiap hari nya, dia merasa tidak baik baik saja, ada yang salah dengan diri nya.
Kadang kalau dia sedang sendiri pun tiba tiba merasa ketakutan sendiri, panik dan sesak nafas yang mencekik.
Ada yang salah! Rembulan sangat yakin itu! Apa sekarang mental nya terganggu? Setelah mencoba bertahan untuk hidup baik baik saja di kediaman sang Ayah, kini dia kembali mencoba bertahan hidup untuk menyelamat kan keberlangsungan Perusahaan sang Ayah.
Di titik ini dia sangat down, mental Rembulan terganggu. Kepanikan yang dia alami selama bertahun tahun ber akar di hati nya.
Takut dia membuat sedikit kesalahan, takut dia tidak di inginkan lagi.
Begitu banyak ketakutan yang hinggap di hati nya. Tekanan yang dia terima setiap hari nya, kini membuat dia merasa takut berlebihan, dan panik setengah mati.
Sudah sangat bersyukur dia bisa bertahan sampai saat ini, bukan dia tidak mau berontak, hanya saja mental nya sudah tak kuat lagi di tambah pribadi nya yang lembut dan baik hati, sangat susah untuk membuat dia jadi pemberontak di kediaman sang Ayah.
Dia Menerima itu semua sebagai bentuk balasan yang pantas dia terima akibat kesalahan di masa lalu, dia yang kerap di salahkan setelah kejadian itu kini benak nya seakan mengiyakan bahwa di sini dia lah yang bersalah. Itu yang selalu dia tanam dalam pikiran Rembulan.
Setelah lama tenggelam dalam lamunan yang panjang, akhir nya mobil yang di bawa oleh Lewis sampai di depan pagar besi yang tinggi nya sekitar 4 meter, penjaga yang berdiri di sana pun menunduk kan kepala mereka hormat.
Dari jauh Rembulan bisa melihat bangunan yang jauh lebih mewah besar di banding dengan tempat pesta pernikahan mereka semalam.
Dia yang sedari tadi hanya diam melamun kini membulat kan mata nya kagum dengan bangunan yang di depan nya saat ini.
Sangat mewah! Wajar saja suami nya itu di juluki Pengusaha Sukses dan kaya raya.
__ADS_1
Lewis yang melihat wajah kagum Rembulan pun hanya bisa mencibir dalam hati ... "Cih! Dasar kampungan, percuma saja gadis ini lahir di keluarga kaya jika tidak pernah melihat hal hal mewah..!"
Batin Lewis sombong sekali.
"Turun lah, jangan menunggu orang lain membukakan pintu untuk mu!" Ucap Lewis mengagetkan Rembulan saat sudah tiba di depan mansion keluarga Wilson.
"Ah, maaf aku tidak sadar jika sudah sampai." Balas Rembulan lirih.
Sedangkan Lewis yang melihat itu hanya acuh saja, kini dia berlalu menghampiri mobil orang tua nya yang baru saja sampai, kemudian membukakan pintu untuk sang Ibu.
"Ayo Bu, mari kita masuk lalu istirahat lah dulu. Sedari tiba kalian berdua tidak ada istirahat nya, mari aku antar ibu ke kamar." Ucap nya lembut pada sang Ibu yang terlihat sangat kelelahan menempuh perjalanan jauh dari Swiss ke Kota X.
Rembulan hanya tersenyum miris melihat suami nya itu bisa juga bersikap hangat pada orang tua nya., tapi kenapa pada nya Lewis sangat ketus dan terkesan sinis sekali.
"Baiklah, Ibu memang sangat kelelahan sekali saat ini, andai saja kau mendengarkan perkataan Ayah mu saat itu untuk tinggal bersama kami mungkin Ibu tidak akan kelelahan seperti sekarang." Ucap Nyonya Wilson panjang lebar menyalahkan sang anak membuat dia lelah.
"Astaga Ibu, ayolah ... jangan membahas itu lagi! Sudah aku bilang bukan, kalau bisnis ku berkembang pesat disini." Balas Lewis memelas.
Entah kenapa sang Ibu masih saja tidak mengerti, jika dia bisa kaya seperti sekarang karena Bisnis dan Usaha nya lancar di sini.
Tentu saja Lewis tidak sembarang mengambil keputusan, banyak pertimbangan yang dia lakukan selama ini. Bukan hanya tentang harta dan kekayaan saja, tapi Lewis juga memikirkan keselamat seluruh keluarga nya.
Nyonya Wilson berjalan menuju ke arah Rembulan lalu menggandeng tangan nya mengajak dia masuk ke dalam mansion.
"Kemarilah Nak, kau bersama Ibu masuk ke dalam biar pelayan yang akan membawa barang barang mu dan Lewis. Kau juga pasti lelah juga kan? Biasa nya pengantin baru akan kelelahan melewati malam pertama, Ibu sangat mengerti itu." Ucap Nyonya Wilson panjang lebar tidak terlihat seperti orang kelelahan.
Rembulan yang baru pertama kali mendengar kata kata yang vulgar seperti itu langsung memerah, wajah kini sudah seperti orang kepedasan saja. Daun telinga nya sudah bisa di pastikan juga ikutan memerah.
Dia sangat malu mendengar ucapan mertua nya itu, apa nya yang malam pertama? Ada ada saja. Ya, walaupun saat terbangun pagi tadi mereka berpelukan, tapi Rembulan sangat yakin tidak ada yang terjadi di antara mereka berdua.
"A-Apa yang Ibu katakan ... semua itu ti-tidak benar " Ucap Rembulan gagap.
"Aiss.. kau tidak perlu malu Nak, Ibu juga tidak akan banyak bertanya jadi kau tenang saja." Nyonya Wilson terkekeh lucu melihat wajah Rembulan yang memelas agar tidak melanjut kan ucapan nya lagi.
Rembulan yang hanya bisa pasrah tidak bisa berbuat banyak, jadi biar lah mertua nya itu beranggapan seperti yang dia mau. Lagi pula Lewis tadi sudah memberi tahu dia agar tidak banyak bicara bukan?
Mari jalani peran sesuai dengan keinginan suami nya itu.
Sepanjang masuk ke dalam mansion Rembulan sangat takjub dengan desain rumah itu, melebihi bagus gedung pernikahan nya semalam. Ternyata memang benar, kekayaan keluarga Wilson tidak bisa di tebak.
__ADS_1
Terdapat banyak kamar di lantai bawah sini, lalu mereka menaiki tangga mewah untuk ke lantai atas dimana letak kamar Lewis saat ini.
"Kau bisa istirahat di dalam kamar ini Nak, masuk lah suami sebenrar lagi akan datang. Bersihkan dirimu sebelum tidur siang ya, salah satu penyakit Lewis adalah gila kebersihan. Dia paling tidak suka jika setelah keluar rumah tidak membersihkan diri." Jelas Nyonya Wilson panjang lebar pada Rembulan.
"Iya, Bu aku akan membersihkan diri dulu kalu begitu.." Balas Rembulan tersenyum lembut pada mertua nya itu.
"Baiklah Nak, pergilah!" Nyonya Wilson mengusap kepala Rembulan lalu kembali ke bawah untuk beristirahat di kamar dia dan suami nya.
Rembulan membuka pintu itu perlahan lalu dia bisa melihat isi kamar itu dengan jelas. Ternyata kamar Lewis yang di mansion lebih terlihat mewah dinding kamar berwarna brown - white, di sudut samping jendela terletak ranjang ber ukuran besar juga, di atas headboard juga terdapat hiasan gambar seperti pohon beranting. Desain kamar ini terlihat sangat luar biasa di mata Rembulan.
Tak jauh dari ranjang ada meja hias sederhana, kalau di perhatikan semua alat make up ada di meja itu.
Dan masih banyak lagi furniture minimalis mengisi ruangan besar dikamar suami nya itu.
"Wah, kamar ini sangat besar!! 5 kali besar dari kamar ku di rumah Ayah.." Gumam Rembulan kecil sekali.
Lalu dia mencari kamar mandi untuk membersihkan diri .. "Jika aku tidak mandi, pasti si Tuan sombong itu akan menelan ku hidup hidup!!" Ucap Rembulan sangat kesal sekali jika mengingat Lewis yang memarahi nya jika tidak BERSIH kata nya.
"Kamar mandi nya pun sangat mewah, kalau bisa pun aku mau tidur disini saja, dari pada seranjang lagi dengan nya .." Rembulan memperhatikan kamar mandi itu dan mengomel kecil sekali.
...****************...
Selesai dengan acara membersihkan diri kini rembulan keluar untuk mengambil pakaian nya, yang telah di antar oleh Pelayan tadi. Tidak ada lagi kejadian memakai kemeja Lewis, karena tadi pagi orang suruhan Lewis pergi menjemput pakaian nya di kediaman sang Ayah.
"Ahh, akhirnya nya siap juga seperti nya aku harus tidur dulu sebelum menyiapkan makan malam nanti. Aku sangat lelah sekali!" Ucap Rembulan kemudian berjalan menuju ranjang empuk itu.
Tak lama pun dia akhir nya terlelap, sejak tadi pagi Rembulan merasa jika tubuh nya agak berbeda. Mudah sekali dia lelah padahal tidak ada pekerjaan berat yang dia lakukan hari ini.
Ceklek!!
Suara pintu terbuka dari luar menampilkan Lewis dengan laptop di tangan nya, dia agak lama di lantai bawah karena tiba tiba saja ada email penting dari perusahaan di kirimkan oleh Asissten Caka pada nya. Maka dari itu dia menyelesaikan nya terlebih dahulu.
"Bisa bisa nya dia tertidur pulas di saat aku sedang pusing mengerjakan masalah perusahaan." Gumam Lewis kesal melihat Rembulan lebih dulu istirahat di ranjang nya.
Kini Lewis memilih membersihkan diri saja, dari pada membuang waktu tidak jelas.
Selesai dengan acara membersihkan diri kini Lewis pun menuju ranjang untuk beristirahat sejenak. Tidak lama pun dia masuk ke alam mimpi terlihat sekali jika sepasang pengantin baru itu sangat kelelahan.
__ADS_1
...****************...
Hallo, terimakasih sudah mau membaca karya pertama author ya, jangan lupa tinggalkan dukungan nya teman teman 🙏