
**Jangan bosan bosan ya, buat baca karya nya Author**
...----------------...
Dua hari setelah kejadian itu Rembulan kembali bersemangat seperti hari-hari sebelumnya. Perubahan sikap rembulan itu sangat kentara di mata sang ayah, Antony yang melihat anaknya kembali bersemangat mengerjakan seluruh tugasnya di rumah besar itu, dibuat heran!
Pasalnya dua hari yang lalu Rembulan terlihat sangat putus asa. Apakah ini efek dari permintaan Rembulan dua hari yang lalu? Batin Antony bertanya-tanya.
"Kenapa aku memikirkan anak itu? Ya, aku tidak peduli apapun tentangnya" Gumam Antony pelan seraya melangkah keluar menuju mobil yang akan mengantarnya ke perusahaan pagi ini.
"Ah, Ayah ternyata sudah pergi" Gumam Rembulan kecil.
"Padahal aku ingin sekali mengantarnya sampai ke depan" Rembulan melanjutkan kata katanya dalam hati.
Kemudian setelah itu Rembulan melihat sang Kakak turun ke bawah, Rembulan hendak meninggalkan Berlian yang tengah memperhatikannya sedari tadi.
"Kau terlihat sangat bodoh, kenapa kau memperhatikan Ayahku seperti itu?" Tanya Berlian dingin. Langkah kaki Rembulan tiba-tiba saja berhenti.
"Tidak ada kak, aku hanya memperhatikan Ayah! Dulu.. dulu sekali sebelum Ayah berangkat kerja kita akan mengantarnya sampai ke depan rumah, memeluk dan mencium tangan Ayah! Aku rindu masa-masa itu kak" Gumam Rembulan lirih sekali.
Berlian mendengus kesal, "Itu Ayahku bukan ayahmu!" Pergi meninggalkan Rembulan yang berdiri kaku menatap lantai.
Kenapa sikap kakak dan ayahnya semakin lama semakin buruk kepadanya. kenapa takdir ikut menyalahkan dia atas kematian ibunya tercinta!! Kata kata kasar kerap terlontar dari mulut sang ayah kepada Rembulan.
__ADS_1
"Tuhan, aku ingin Engkau selalu menguatkan aku" Rembulan berkaca kaca.
...****************...
Siang ini Rembulan pergi berbelanja ke pasar, rencananya dia akan memasak makan siang di rumah. Terutama makanan kesukaan sang Ayah, pergi ke pasar menaiki ojek yang ditempuh selama 15 menit Rembulan seakan sudah terbiasa seperti itu. Dengan senyuman yang selalu tersemat di bibir mungilnya Rembulan melangkahkan kaki masuk ke dalam pasar.
Rembulan sudah tak asing lagi dengan para pedagang yang ada di situ, Rembulan terkenal ramah dan baik hati. Para pedagang tidak hentinya tertawa jika Rembulan tiba di sana, bagaimana tidak tingkah konyol Rembulan saat menawar barang sangatlah lucu.
"Paman, apa Kau tidak kasihan melihat aku yang cantik ini? Beri aku diskon Paman karena sebentar lagi aku akan menikah" Ucap Rembulan dengan puppy eyes nya.
"Ahahaha!! Kau ada ada saja, bagaimana bisa kau menawar ikan hanya karena kau akan menikah gadis kecil? jawab sang paman penjual ikan itu cekikikan.
"Astaga paman, sudah aku bilang bukan, kalau aku ini sudah umur 19 tahun" Jawab Rembulan pura pura kesal.
Paman penjual itu pun tertawa semakin keras "Baiklah baiklah ambil sesuai dengan keinginan mu Nak, paman akan kasih diskon karena kau akan menikah bukan?" Rembulan pun tersenyum manis sekali akhirnya yang diinginkan sesuai dengan harapannya.
"Sama sama Nak, setelah menikah jangan lupa untuk berkunjung kembali ke pasar ini. Kami semua akan sangat menantikan kedatanganmu, kalau bisa bawalah suamimu nanti Nak" ucap sang paman itu.
"Sekali lagi selamat atas pernikahanmu nanti, semoga kau selalu bahagia" Ucap serius Paman penjual ikan itu.
"Terimakasih atas doanya Paman, di lain waktu aku akan ke sini bersama suamiku" Ucap Rembulan berkaca-kaca.
Setelah selesai dengan acara belanjanya, Rembulan pun berniat untuk pulang kerumah. Rembulan mencari ojek untuk mengantar nya pulang, sembari berjalan pelan menyusuri trotoar kecil di pinggir jalan.
__ADS_1
Tiba-tiba saja ada mobil yang melintas di sampingnya membuat genangan air yang ada di jalan terciprat ke pakaian Rembulan.
"Yakkkk... apakah orang yang ada di mobil itu buta, kenapa dia membawa mobil kencang sekali" Teriak Rembulan kencang sekali dengan kesal.
Mobil itupun tiba tiba berhenti.. "Tuan, itu sepertinya Nona Rembulan" ucap Caka pada Tuan Muda nya.
"Biarkan saja, siapa suruh dia berjalan disitu" ucap Lewis dingin.
"Apa tidak sebaiknya kita memberinya tumpangan Tuan Muda?" tanya Caka. Lewis terdiam sejenak memperhatikan Rembulan berjalan ke arah mobilnya.
Tiba-tiba saja.. BRUGH!!!!! "Rasakan ini orang kaya sombong!! Apa kau pikir ini jalan nenek moyangmu hah?" Rembulan melempar sisa lumpur yang ada di jalanan itu ke kaca mobil yang di bawa oleh Caka.
Orang yang di dalam mobil pun sangat terkejut melihat aksi dadakan Rembulan yang tiba-tiba melempar lumpur ke kaca mobil.
Terutama Tuan Muda Lewis yang sangat kaget melihat aksi brutal Rembulan. Lewis sangat speechless, dia mengira sosok yang akan dia nikahi itu adalah gadis polos dan lugu. Tapi dugaan nya salah ternyata Rembulan adalah sosok gadis yang aneh.
"Apa gadis itu gila.. kenapa dia melempar lumpur ke mobilku? Yaakk... Caka cepat jalankan mobilnya apa kau mau mobilku ini rusak karena tingkah gadis gila itu?? Teriak Lewis marah.
"Ba-baik Tuan" Caka pun memijak pedal gas mobil meninggalkan Rembulan yang tengah marah dan menunjuk - nunjuk kaca mobil. Sebenarnya tingkah Rembulan sangat lucu, bagaimana bisa gadis kecil itu marah-marah seperti induk ayam yang kehilangan anaknya.
Rembulan yang di tinggal begitu saja hanya melongo melihat mobil itu melaju tanpa mengucapkan permintaan maaf. Dia berkacak pinggang dan mengomel terkesan lucu bagi yang melihat.
"Aih... gadis aneh itu berani sekali dia mengotori mobil kesayangan ku" Ucap Lewis menggerutu.
__ADS_1
"Tapi Tuan, Nona Rembulan terlihat sangat lucu tadi" Balas Caka cekikikan. Lewis memelototkan matanya pada Caka, berani sekali dia mengatakan bahwa Rembulan sangat menggemaskan.
"Tutup mulut mu Caka!!!! Sentak Lewis kesal. Menggemaskan dari mana! Dia itu gadis aneh, batin Lewis.