Rembulan Yang Di Rindukan

Rembulan Yang Di Rindukan
Dia Kenapa?


__ADS_3

Next..


Di dalam kamar bernuansa romantis tempat peristirahatan Lewis dan Rembulan, bercahayakan Lampu tidur yang temaram kedua nya mengarungi alam mimpi masing masing.


Terlihat sekali bahwa keduanya sangat kelelahan di acara Pernikahan mereka.


Beberapa Jam saja Rembulan tertidur pulas, kini gadis itu mengerutkan kening nya dengan mata terpejam. Seakan ada yang mengusik tidur nyenyak nya saat ini.


Nafas nya pun kian tak beraturan, keringat yang keluar di kening nya menandakan dia sangat tersiksa dalam tidur nya.


Dia kian bergerak gelisah di atas kasur besar itu, tidak hanya itu suara tangisan kecil mulai terdengar dari bibir nya. Air mata sesekali menetes di sudut mata.


Lewis yang terganggu karena pergerakan tidak biasa dari samping pun terbangun, sedikit kaget dan bingung melihat ada yang tidur seranjang dengan nya.


Tidak lama, Lewis sadar bahwa yang di samping dia saat ini adalah istri nya. Memperhatikan sang istri yang bisa di tebak sedang bermimpi buruk, seketika dia melihat jam yang kini menunjukkan pukul Tiga pagi.


Baru dua jam dia tertidur, kemudian terbangun akibat Rembulan yang sedang bermimpi. Dia mengusap wajah nya kasar dan terduduk, menoleh untuk mencoba membangun kan gadis itu.


"Hei, bangun lah! Apa kau tidak bisa diam?" Pertanyaan Lewis yang sangat bermutu bukan? 😌


Jelas dia tahu, gadis itu sedang bermimpi, masih saja di ajak bicara.


"Aku tidak bersalah! Tidak!" Ucap Rembulan sesak nafas tak beraturan.


Sejenak Lewis terdiam, apa maksud gadis ini? Apa dia mimpi buruk sekali? Monolog nya dalam hati.


Di tengah diam nya itu, tiba tiba Rembulan memegang dan meremas tangan Lewis kuat sekali.. "Arrrgh!! Gadis ini.. apa dia memakai tenaga dalam meremas tangan ku, sangat kuat sekali, astaga!!" Pekikan tertahan Lewis karena saat ini dia merasakan tangan nya akan remuk di buat malam ini.


"Hei, gadis kecil!!! Bangun lah.. kalau tidak aku akan melempar mu dari jendela kamar sekarang juga..." Teriak Lewis kesal sekali.


Bukan nya terbangun, malah saat ini Rembulan menggigil seperti orang kedinginan.


Seketika Lewis mengulurkan tangan nya menghidupkan lampu kamar agar terang kembali, dia agak sedikit panik sekarang.


Kini Lewis bisa melihat dengan jelas wajah penuh air mata itu, wajah nya yang pucat dan bibir membiru mirip orang kedinginan.


"Ada apa dengan gadis aneh ini? Apa ini salah satu penyakit? Tidak ada yang bermimpi buruk separah ini!" Gumam Lewis kecil sekali.


Sebelah tangan nya yang masih di remas kuat oleh Rembulan tidak dia lepaskan.Dia biarkan sampai gadis itu sedikit tenang pikir nya.


Saat ini Rembulan tengah menangis sesegukan, malahan tidak seperti orang yang sedang mimpi. Yang tadi nya menggigil kini menangis.


Lewis terheran sendiri dengan apa yang sedang dia saksikan, baru kali ini melihat seseorang bermimpi buruk separah Rembulan. Lewis berpikir jika selama ini Rembulan hidup dalam tekanan batin bukan? Bahkan di alam bawah sadar nya sekalipun Rembulan ketakutan.


"Apa dia sering seperti ini, kalau iya berarti Antony sangat keterlaluan pada putri nya ini." Ucap nya lagi.


Lewis spontan mengusap wajah pucat itu dengan pelan, wajah itu terlihat kesakitan. Nafas Rembulan masih tidak teratur, itu sangat menyiksa di mata Lewis.


"Hei, lepaslah dulu tangan ku, aku akan mengambil air hangat untuk mengusap keringat di wajah mu.." Gumam Lewis di telinga Rembulan, seakan istri nya itu bisa mendengar perkataan nya barusan.


Perlahan tangan yang di genggam kuat oleh Rembulan mengendur sedikit, seakan sadar apa yang di ucap kan Lewis pada nya.


Sekali tarikan dari tangan itu akhir nya terlepas, Lewis menghembuskan nafas nya lega, kemudian beranjak untuk mengambil air hangat setelah menyelimuti Rembulan kembali.


"Baru kali ini aku di repotkan oleh perempuan. Ck!!" Ucap Lewis sedikit tidak terima. Hanya karena melihat wajah pucat itu seperti orang kesakitan, hati nya tiba tiba tidak tega.

__ADS_1


Siap dengan air hangat di wadah kecil dan satu buah handuk, Lewis mulai melakukan tugas perdana untuk istri kecil nya itu.


"Gadis ini, tiada hari tanpa membuat masalah." Gerutu Lewis kecil.


Seperti nya Tangan Lewis sangat terampil merawat orang yang sedang sakit, terbukti dari cara nya mengompres dan menyeka keringat di wajah Rembulan sangat telaten sekali.


Akhir nya Rembulan bisa sedikit tenang, seperti nya alam bawah sadar nya tidak lagi tertekan.


Hanya tersisa tangisan kecil dari bibir nya, Lewis sangat bingung jika ini hanya sekedar mimpi buruk biasa, di saat Lewis mengguncang kan tubuh Rembulan kuat pasti akan terbangun, bukan?


Tapi ini sama sekali tidak ada tanda tanda Rembulan akan terbangun dari mimpi nya itu. Lewis bahkan sampai berpikir yang tidak-tidak, dia merasa ini agak sedikit horror.


"Aih, aku harap ini yang terakhir kali merawat nya.. ini sangat merepotkan." Gerutu nya lagi pada Rembulan, padahal itu semua sia sia saja, Rembulan saja sudah seperti mati suri.


Kini tidur Rembulan sudah kembali normal, hanya wajah nya saja yang masih pucat dan badan sedikit panas. Tapi masih di batas normal.


Bahkan sekarang pun sudah pukul 4 pagi, satu jam lama nya dia merawat Rembulan yang sedang tertidur sambil sakit.


Sungguh luar biasa, andai saja Assisten Caka melihat apa yang di lakukan oleh Tuan Muda nya itu, bisa di pastikan Caka akan nge reog.


Karena selama hidup Lewis tidak pernah peduli terhadap sesama, kecuali itu menguntungkan untuk nya. Tapi ini hanya seorang gadis kecil yang baru beberapa jam menjadi istri nya, bisa membuat Lewis melakukan hal luar biasa seperti tadi.



**anggap aja gini ya πŸ™ˆ**.


Lewis memperhatikan Rembulan yang sudah bisa tertidur pulas, dia menyelimuti kembali dengan benar. Sungguh saat ini kepala nya berdenyut sakit menahan ngantuk.


Satu jam lebih duduk dan merawat Rembulan ternyata cukup menguras tenaga nya. Hufft!!


Usapan kecil itu ternyata membuat Rembulan semakin nyaman, alam bawah sadar nya meraih tangan Lewis, dan memeluk nya. Meletakkan tangan kokoh itu di pipi nya, terlihat nyaman sekali dia saat ini.


Seperti nya yang tadi terjadi lagi, entah kenapa di saat tidur tenaga istri kecil nya itu sangat kuat. Pelukan di tangan itu tidak bisa dia lepaskan. Sebenarnya bisa saja dengan tarik paksa, seperti nya Lewis pun tidak tega.


Biarlah malam ini dia rela kan tangan kokoh nya menemani tidur Rembulan.


"Baiklah, seperti nya kau sangat suka menyentuh ku, karena kau sedang sakit maka aku akan kembali berbaik hati lagi." Gerut nya kembali.


Jika ada yang melihat tingkah Lewis saat ini, pasti akan tertawa terbahak bahak. Bukan nya terlihat menakut kan wajah dingin nya itu, malah terlihat sangat lucu.


Andaikan saja Rembulan melihat Lewis, dia pasti akan cekikikan. Entah sadar atau tidak Lewis mengoceh sudah 1 jam lebih.


Memang sungguh luar biasa. Benar kata Assisten Caka pada Rembulan tadi malam, bahwa Lewis akan lebih berbakat dari pada biasa nya.


Terbukti bukan? Malam ini dia melakukan hal hal yang tidak pernah dia lakukan selama hidup di dunia.


"Lebih baik aku tidur juga, akan lebih baik jika aku berbaring di samping nya." Ucap Lewis kecil sekali.


Dia yang berbaring di samping Rembulan terpaksa harus menghadap tepat di wajah sang istri.


Hembusan nafas hangat Rembulan di leher nya membuat dia sedikit merinding disko 😌.


"Tidur pun gadis ini selalu saja membuat masalah." Kesal Lewis mencoba tenang.


Rembulan kini semakin merapatkan tubuh nya pada Lewis, seperti mencari kehangatan, bahkan dengan lancang tangan mungil itu melingkar di pinggang Lewis.

__ADS_1


Seketika Lewis membatu, dia sangat kaget kenapa gadis kecil ini berani sekali memeluk nya.


Tidak ada yang pernah berani memeluk tubuh nya, selain Ibu dan adik perempuan nya tercinta. Bahkan Ayah dan saudara laki laki nya saja jarang sekali dia izin kan untuk memeluk tubuh kekar nya itu.


"Gadis kecil, jangan salah kan aku jika besok pagi kau akan terkejut saat bangun." Lirih nya pasrah di peluk oleh sang Istri.


Tanpa menunggu lama, Lewis membalas pelukan istri kecil nya itu. Biarlah, pikirnya! Yang penting bukan dia yang memaksa gadis itu memeluk tubuh kekarnya.


...****************...


Keesokan pagi nya..


Eughh!!


Lenguhan kecil terdengar dari gadis yang tertidur dengan memeluk sang Suami di samping nya. Mereka terlihat seperti pasangan romantis, pelukan hangat menjadi saksi di saat Rembulan terbangun pagi ini.


Dia masih mengumpulkan nyawa serta kesadaran nya untuk terbangun. Dia mencoba merasakan pelukan hangat di tubuh nya.


Tangan nya pun turut mengusap usap untuk memastikan apa yang dia peluk saat ini.


Karena seingat nya, tadi malam di samping nya ada guling pembatas di ranjang. Mungkin kah sebuah guling bisa membalas pelukan nya? Aih, ada ada saja Rembulan ini 🀣


Rembulan bahkan berpikir saat ini guling itu bisa bergerak, semakin memeluk nya erat, tapi itu terasa nyaman sekali.


Kenapa guling itu mengusap punggung nya juga? Apa guling di kediaman Wilson bisa bergerak untuk memeluk seseorang?


Tapi semua perkiraan Rembulan terhempas sudah, saat sepasang tangan kokoh yang di kira nya guling hidup itu mengeluarkan suara nya... "Tidurlah lagi, ini masih pagi. Aku masih sangat mengantuk." Ucap seseorang itu dengan serak, ciri khas bangun tidur.


Deg!!!


Deg!!!


Deg!!!


jantung Rembulan berdetak cepat sekali saat ini, seketika mata nya terbuka lebar mendengar suara serak nan seksi itu. Kaget sekali dia, bahkan jantung nya seakan loncat dari tempat nya.


Kenapa guling itu bisa bicara? Mana lebih mirip dengan suara sang suami kejam nya.


Jadi sedari tadi yang dia peluk itu bukan guling? Ternyata sang suami yang dia peluk dengan erat. Apa lagi melihat posisi dekat mereka pagi ini, sangat intim sekali, aihhh 😌🀣.


Astagaaaa!!!!!!!! Batin Rembulan teriak histeris saat ini.


"Kaki ku kenapa ada di atas perut nya.." Gumam nya bingung bercampur takut.


Takut sekali jika Lewis murka di pagi hari, dan melempar nya dari jendela kamar.


Karena tadi sebelum dia terbangun pagi ini, dia mimpi Lewis menggendong nya dengan manis sekali layak nya pengantin yang saling mencintai, tapi tak lama dia kaget saat Lewis membuka jendela kemudian mengancam untuk melempar dia ke bawah sana!!


Jelas saja, dia kaget setengah mati. Dengan cepat dia loncat dari gendongan Lewis dan tak lama dari itu dia terbangun.


"Suami ku sangat sadis di dalam mimpi, apa lagi di kehidupan nyata pasti dia lebih sadis lagi tak berperasaan." Ucap nya berbisik, seakan takut ketahuan.


"Aku harus segera bangun ini!! Bisa saja mimpi ku jadi nyata melihat aku lancang memeluk dia saat tidur..! HuHu.. Ibu aku sangat takut saat ini" Batin Rembulan miris.


...****************...

__ADS_1


Author : Hallo, jangan lupa kasih dukungan like dan saran yang membangun ya temanΒ² . Soalnya ini masih penulis Amatir bangetπŸ₯²πŸ™ maaf kalau banyak typo dan kalimat kurang tepat dalam penempatan nya ya πŸ’œ*.


__ADS_2