
Hidup itu ada bermacam macam rasa, terkadang ada rasa bahagia, ada juga rasa sedih nya. Di situasi tertentu pun hidup kadang tidak ada rasa, yaitu kehidupan yang di jalani terasa hambar...!!
Rembulan kini sedang merasakan yang namanya hidup dalam rasa bahagia, walau dia tau bahagia itu tidak seberapa dengan penderitaan nya selama ini. Tapi itu cukup membuatnya sangat senang. Dia berharap Kebahagiaan yang tak seberapa ini akan terus dia rasakan.
Hari ini adalah waktunya rembulan bertemu dengan tuan muda Lewis.
Seminggu setelah kejadian pertemuan yang tidak secara sengaja itu, lebih tepatnya hanya Lewis lah yang melihat Rembulan bersama dengan Pemuda di taman waktu itu.
Lewis dan Rembulan akan kembali bertemu di Restoran X, yang mereka bahas kali ini adalah di mana tempat mereka akan mengadakan pernikahan tersebut.
Keduanya telah berada di dalam mobil Lewis yang akan membawa mereka ke restoran untuk membahas keperluan apa saja yang akan perlu di persiapkan.
Setelah tiba mereka tidak membuang waktu lagi untuk masuk ke dalam ruangan VVIP di restoran tersebut tempat yang paling nyaman untuk membahas hal penting lainnya.
"Tidak usah buang waktu lagi, mari kita bahas apa yang perlu dibahas, yang mana tempat paling kau mau untuk acara tersebut?" Tanya Lewis tanpa membuang waktu.
"Aku ikut yang mana saja tuan. Mau itu di gedung ataupun Alam terbuka menurutku itu sama saja, tidak ada yang berubah meskipun kita membuat acara yang mewah sekalipun." Jawab Rembulan dengan singkat.
__ADS_1
Bagi Rembulan pernikahan ini tidak ada yang berkesan mendalam baginya. Yang mana dia mengharapkan pernikahan sekali seumur hidup tapi tidak dengan pernikahan ini yang hanya dilakukan atas keinginan Ayahnya sendiri, di mana Dia hanya di jadikan sebagai alat tukar atau lebih tepatnya penebus hutang Perusahaan sang Ayah saja.
Rembulan sangat yakin jika itu hanyalah alasan Ayahnya saja, karena dia dapat melihat bahwa ayah dan kakaknya sangat tidak menyukai dia yang masih berkeliaran di kediaman Antony Albertcius. mungkin saja Ini hanya salah satu cara mereka untuk membuat dia keluar dari rumah besar itu.
"Baiklah jika kau sudah setuju aku akan menyuruh Asisten Caka mengurus semuanya, di hari itu kau hanya perlu hadir dan ikuti semua yang telah ku atur." terang Lewis singkat.
"oh iya aku lupa mengatakan ini kuharap kau tidak mempermalukanku di hari itu. jangan bawa sikap liarmu itu di hadapan semua tamuku, kau paham bukan?" lanjut Lewis kepada Rembulan.
"Apa maksud dari perkataan Anda Tuan?? Sikap liar apa yang anda maksud, saya tidak seperti yang ada di dalam pikiran anda!!" ucap Rembulan tersinggung dengan perkataan Lewis barusan.
bagi Rembulan ini adalah bentuk pengorbanannya yang terakhir kali untuk sang ayah. tapi semakin dia masuk ke dalam kehidupan Lewis dia selalu mendapat masalah.
"Ya aku tahu Kau pasti pura-pura bodoh di hadapanku. Yang jelas aku ingatkan sekali lagi tolong jaga sikapmu." Tukas Lewis.
"Baiklah aku rasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan kau bisa pulang sendiri karena aku tidak bisa untuk mengantarmu kembali, masih banyak hal yang perlu aku selesaikan dan itu jauh lebih penting dari pada mengantar mu pulang." Ucap Lewis dengan kesal.
Ya dia sangat kesal dengan ketidak jujuran Rembulan, Apa salahnya perempuan yang di hadapannya ini mengatakan yang sejujurnya bahwa dia memiliki seorang kekasih.
__ADS_1
Dengan itu pun Lewis bisa mengambil langkah yang lebih pas untuk kelangsungan pernikahan kontrak ini.
...****************...
Tak lama setelah pembicaraan itu selesai Lewis pun beranjak pergi menghampiri asistennya. Mereka segera pergi dari restoran itu meninggalkan Rembulan seorang diri yang masih duduk termenung di ruangan itu.
Rembulan masih mencerna kata-kata yang Lewis katakan tentang dirinya, kenapa tuan muda yang sombong itu suka sekali menuduhnya yang tidak-tidak.
"Pria itu pasti gila! Kenapa takdir mempertemukanku dengannya?" keluh Rembulan lirih.
"apa ini yang diharapkan ayah? Aku menikahi pria yang tidak aku kenal?" lanjut Rembulan dengan sendu.
"Baiklah aku pasti bisa menghadapi semuanya, karena aku yakin obat terbaik dari segala kesulitanku adalah kesabaran." Gumam Rembulan kecil, sambil melangkahkan kaki untuk keluar menuju rumah.
...****************...
"""halo jumpa lagi dengan karya barunya author, jangan pernah bosan dengan karya author ya, dan harap maklum jika ada penempatan kata yang salah atau typo di setiap kalimatnya 🙏 """
__ADS_1