
Hari kian berlalu, Rembulan masih tidak menyangka dia akan menjadi seorang pengantin esok hari. Banyak kemelut yang dia rasakan, bahkan dia takut jika kehidupan nya akan semakin miris kedepan nya. Dia hanya bisa berdoa dalam hati agar bisa melewati andaikan semua jauh dari yang dia harapkan.
...****************...
Hari yang cerah..
Riuh ramai memenuhi ruangan besar saat ini, yang mana menjadi tempat berlangsung nya pernikahan seorang pengusaha sukses nan kejam, selain kaya raya dan tampan yang menjadi incaran para wanita anak dari pengusaha di luar sana, wajah dingin nan datar seorang Lewis adalah yang membuat mereka ingin sekali menakhlukan sang Tuan Muda.
Tapi sepertinya mereka patah hati massal hari ini, tanpa terduga sang Tuan Muda melangsungkan pernikahan nya secara tiba tiba.
Pesta yang meriah pun tidak mereka lewati begitu saja, disini lah mereka melebarkan sayap, lebih tepatnya pesta pernikahan ini mereka jadikan ajang pamer dan menunjukkan keunggulan dari perusahaan masing masing.
"Perhatian semua hadirin dan undangan, terimakasih telah menyempatkan waktu untuk menyaksikan berlangsung nya Pernikahan Tuan Muda Lewis Arkana Wilson dan Nona Rembulan Cellestya Albertcius..." Pembawa acara menarik atensi para tamu yang datang.
"Untuk itu, mari kita menyambut sang Mempelai wanita naik ke depan Altar untuk mengucapkan janji suci pernikahan.." Ucap pembawa acara tersebut.
**ilustrasi**
Lewis yang sejak tadi berdiri di depan sana pun menoleh saat pintu utama terbuka. Terlihat seorang gadis dengan balutan gaun broken white menyentuh lantai kini berjalan ke arah nya, itu terlihat sangat cantik dan pas di badan ramping gadis itu.
Sejenak Lewis terpaku akan kecantikan seorang Rembulan, Lewis bahkan tidak menyangka jika gadis yang selalu dia rendahkan, dan di anggap berpenampilan kampungan, itu Justru saat ini Rembulan begitu memukau para tamu undangan.
Mereka seperti terhipnotis dengan aura yang di pancarkan oleh seorang gadis kecil ini.
Hehe... tapi sebentar lagi akan menjadi seorang wanita!!!
"anggap aja begini ππ"
Kini Rembulan berjalan menuju Altar di depan sana, dia sangat berharap di antarkan oleh sang Ayah tercinta. Tidak ada yang tau sepanjang dia di rias oleh MUA, Rembulan berada dalam suasana hati yang kacau, tapi kesedihan yang lebih mendominasi.
Ingin sekali rasa nya dia menangis karena di hari penting ini, sang Ayah tidak ada di samping nya, Ibu yang sangat dia sayangi pun telah tiada untuk selamanya.
Sungguh begitu menyedihkan, takdir yang dia jalani seakan mempermainkan hidup sang Rembulan. Apakah Ayah dan Berlian tidak akan hadir di pernikahannya? Hanya mereka berdua yang di miliki Rembulan di dunia ini, meskipun sikap dari Ayah dan Berlian sangat tak adil untuk nya.
Setahu Rembulan, pernikahan seorang anak akan menjadi suatu hal yang paling di nantikan oleh para orang tua. Mereka akan bahagia mengantar sang anak untuk kehidupan baru dalam berumah tangga.
Tapi kehidupan Rembulan sangat jauh dari yang dia harapkan, tidak ada kesan yang manis di hari spesial nya saat ini.
"Baiklah Rembulan, kau hanya perlu berjalan sampai ke depan sana, jangan hiraukan pandangan orang tentang mu." **Ucap Rembulan dalam hati.
Sebenarnya Rembulan saat ini sangat gugup, seumur hidup dia tidak pernah berada di tengah keramaian seperti ini, di tambah lagi pusat perhatian sekarang tertuju pada satu titik, yaitu Dia.
"Dia cukup enak di pandang hari ini" Gumam Lewis kecil sekali.
__ADS_1
Lewis akui, pada hari ini Rembulan sangat memukau. Tentu saja hal itu hanya dia sendiri yang tau π€£.
Tidak hanya calon mempelai perempuan saja yang menghipnotis para undangan, bahkan sedari tadi pun Lewis menjadi sorotan para gadis yang hadir saat ini.
Aura kepemimpinan yang terkesan maskulin itu sangat memabukkan.
Sang Assisten yang berdiri di samping Lewis pun menyadarkan Tuan Muda nya segera untuk menyambut sang calon Nyonya Muda, untuk naik ke atas.. "Ekhm, Tuan segeralah untuk membantu Nona Rembulan untuk naik.." Ucap Caka pada Lewis cepat.
Lewis yang tersadar dari pandangannya pun segera mengondisikan wajahnya yang memerah. Dia segera mengulurkan tangan dengan segera untuk menyambut tangan Rembulan yang kini berada di depan nya. Kini pun tangan mereka saling bertautan, pertama kali nya bersentuhan dengan lawan jenis membuat kedua nya gugup.
**eakkkk** π
...****************...
Mereka telah berdiri sejajar di depan altar, menunggu Pendeta yang akan melakukan pemberkatan untuk mereka berdua dan mengucapkan janji suci pernikahan.
Mungkin bagi Lewis saat ini pernikahan itu terkesan tidak ada artinya sama sekali.
Tapi lain halnya dengan Rembulan yang menganggap Pernikahan itu sekali seumur hidup, meskipun dia tahu pernikahan ini tercipta karena kemauan dari sang Ayah. Dia akan bersungguh-sungguh menjadi seorang istri yang patuh pada suaminya kelak.
Kini mereka berdua telah berdiri di hadapan Pendeta yang akan menjadi saksi dari Pernikahan yang mereka jalani saat ini.
Saling menyematkan cincin di jari manis keduanya.
Cincin kecil tapi terlihat mewah dengan desain berlian di atasnya .
Sejenak Lewis dan Rembulan saling pandang, sedari tadi Rembulan tak berani mengangkat wajahnya. Kini dia bisa melihat Lewis dalam keadaan sadar sekali, dia terpesona akan ketampanan sang Tuan Muda yang ada di hadapan nya saat ini. Satu kata yang terucap di benak Rembulan yaitu... "Sempurna!!"
Setelah cincin itu sudah terpasang di jari masing masing, Rembulan mengalihkan pandangan nya dari suaminya itu. Ya... kini Lewis telah resmi menjadi suami nya, kini hidup baru nya akan dia habiskan bersama Laki laki yang ada di hadapan nya ini, baik itu suka maupun duka.
Skip...
Setelah mengucapkan janji suci Pernikahan kini sepasang Pengantin baru itu berdiri di atas tempat yang telah disediakan oleh pihak Perancang Pesta**
Lewis dan Rembulan bagai Raja dan Ratu semalam untuk hari ini, kemeriahan bahkan semakin bertambah untuk menyaksikan resepsi pernikahan mereka.
Sedari tadi pun Rembulan tidak ada hentinya mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut dan kerumunan tamu untuk mencari keberadaan sang Ayah.
Berharap sekali Ayah dan Kakak nya hadir untuk sekedar menyapa nya. Walaupun sang Ayah tidak menyaksikan Pemberkatan pernikahan tadi, tidak jadi masalah.Tapi saat ini dia sangat ingin melihat keberadaan Ayah dan Berlian.
"Apa mereka sangat membenciku? Bahkan di hari pernikahan ku pun Ayah dan Berlian tidak datang..." Lirih Rembulan sangat kecil dengan mata bulat nya yang berkaca kaca.
__ADS_1
Lewis pun dapat mendengar lirih suara Rembulan tadi, entahlah sedari dulu Lewis memang memiliki pendengaran yang tajam.
Dia bisa melihat kesedihan di mata Istri kecil nya itu, ah... itu sangat menggelitik di hati nya!! Istri?? Dia masih belum menyangka jika sudah bukan Lajang lagi π₯².
"Apa yang kau cari sedari tadi?" Tanya Lewis penasaran pada istri nya itu.
"A-aku sedang mencari Ayah dan Berlian, Tuan" Ucap Rembulan gugup. Ternyata sedari tadi dia di perhatikan oleh Lewis.
"Mereka akan datang sebentar lagi, jadi kau tidak perlu seperti orang bodoh di samping ku!!" Ketus Lewis tanpa perasaan.
Rembulan yang mendapat kata kata pedas dari suami nya itu hanya bisa tersenyum masam. Ternyata kehidupan pernikahan mereka sudah bisa dia tebak akan seperti apa kedepan nya.
"Baik Tuan" Jawab Rembulan menundukkan kepalanya.
Kini Lewis dan Rembulan di sibukkan untuk meladeni para tamu undangan yang mengucapkan selamat kepada mereka berdua di atas sana.
***anggap aja ada orang nya** π
"ugh... kaki ku sangat pegal, kapan tamu undangan ini pulang??" batin Rembulan meringis*.
Sudah 15 menit Dia dan Lewis berdiri menerima ucapan selamat, kini Rembulan melihat kedatangan Ayah nya dan Berlian.
Sungguh saat ini dia ingin sekali menangis dan berlari menghampiri Antony, memeluk dan mengatakan bahwa dia sangat menyayangi sang Ayah. Dia tidak ingin meninggalkan kediaman sang Ayah..!!
"Selamat atas Pernikahan kalian berdua.." Antony mengucapkan selamat pada kedua nya. "Semoga kalian menua bersama dan bahagia selalu" Dia mencoba tersenyum tipis bagi sang anak.
Saat ini Rembulan sudah berkaca kaca melihat Ayah nya itu, tanpa aba aba pun Rembulan menubruk sang Ayah lalu memeluk nya erat. Seakan tidak bisa lagi memeluk sang Ayah tercinta, dia nangis tersedu sedu. Akhirnya pertahanan itu runtuh juga, padahal dia sudah menahan nya sedari tadi.
"Ayah!! Ayah... huhu.." Sungguh Rembulan saat ini menangis pilu, padahal hari ini adalah hari pernikahan nya, yang membuat para tamu undangan melihat mereka diatas sana dengan tatapan Haru, bahkan ada juga yang melihat mereka aneh.
"Akhirnya Ayah dan Kakak datang, aku mengira kalian berdua tidak mau hadir di hari pernikahan ku!! Huhu.." Rembulan masih sesegukan.
Antony mau tidak mau membalas pelukan sang putrinya, "Bagaimana mungkin kami tidak datang? Ayah dan Berlian terlambat karena ada urusan yang perlu kami selesaikan tadi." Jelas Antony pada sang Anak.
"Benarkah? Aku sangat senang bisa melihat Ayah, Dua hari ini aku sangat merindukan Ayah, sungguh!! Ucap Rembulan serak., masih dengan memeluk sang Ayah.
Ya, dua hari sebelum nya Rembulan di jemput oleh suruhan Lewis untuk di bawa ke Hotel X, untuk di lakukan nya persiapan sempurna di hari pernikahan nanti. Dan benar saja, hari ini pesta tidak ada kekurangan apapun, semua acara berjalan lancar.
Justru Rembulan 2 hari ini merasa tertekan bahkan takut tidak bisa berjumpa lagi dengan keluarga nya.
Dia merasa Lewis terlihat lebih kejam dari penampilan nya di luar, untung saja di hari Pesta Rembulan tidak membuat kekacauan.
...****************...
**Hallo ππ maaf ya up nya nyendatΒ² guys!!! Ternyata tidak segampang itu menulis, huhu π₯²
__ADS_1
Ini aja butuh 2 hari untuk ngeluarin ide π€
Mohon dukungan nya ya teman teman π**