
**Jangan lupa kasih Like sebagai dukungan untuk karya Baru Author ya π₯Ίπ**
...****************...
Selesai dengan acara bersih bersih nya, kini Rembulan panik sendiri saat menyadari tidak ada baju ganti yang bisa dia kenakan sekarang.
"Astaga!!! Kenapa aku tidak membawa baju ganti yang ada di hotel tadi? Hufft... apa yang harus aku pakai sekarang" Batin Rembulan berteriak histeris saking panik tidak ada pakaian ganti untuk nya.
Ceklekk!
Rembulan menyembulkan kepala nya melihat kiri kanan, memastikan apakah Lewis ada di kamar saat ini. Dia yang hanya mengenakan Handuk besar yang ada di kamar mandi mulai kedinginan saat ini. Lemari yang ada di sudut dinding sana menarik perhatian nya seketika itu juga Rembulan berjalan dan membuka lemari itu. Dia bisa melihat pakaian yang tersusun rapi, pakaian itu terlihat masih baru dan terlihat mahal.
Tak ada yang bisa Rembulan pakai untuk malam ini, pakaian wanita tidak ada di dalam sana. Bisa di pastikan lemari besar itu milik suaminya. Dengan penuh pertimbangan dan terpaksa, akhirnya Rembulan memutuskan memakai kemeja Putih besar milik Lewis, dan untung saja ada boxer di dalam nya, terlihat masih baru bahkan label nya saja belum di copot.
Rembulan mengangkat boxer itu, sungguh Rembulan sangat malu sekali. Tapi apa boleh buat hanya itu satu satu nya cara untuk bisa berpakaian malam ini bukan? Lantas jika tidak memakai itu, dia pakai apa lagi? Tidak mungkin dia hanya mengenakan handuk saja, yang ada dia akan di terkam hidup hidup oleh Suaminya π.
"Tidak ada bra? Sudahlah, hanya malam ini saja, lagian tidak ada orang disini. Tidak mungkin mereka memperhatikan ku bukan?" Batin Rembulan sambil mengigiti kukunya.
Selesai memakai boxer dan kemeja Lewis yang kebesaran di badan nya itu, dia menghadap cermin dan melihat penampilan nya seperti memakai dress saja, saking besar nya.
***anggap aja gini yah** π
"Wah... begini pun masih sangat terlihat terbuka! Semoga saja Tuan Lewis tidak marah karena aku lancang memakai kemeja nya." Batin nya lagi.
Entah kemana pergi suaminya itu, yang jelas dia harus bisa tidur sebelum Lewis datang.
"Dimana aku harus tidur, apakah tidak masalah tidur di ranjang ini? Seperti nya ranjang sangat empuk." Gumam Rembulan kecil memperhatikan ranjang yang penuh dengan hiasan malam pengantin itu.
Sebenarnya mata Rembulan agak risih melihat dekorasi kamar pengantin mereka, orang luar tidak tau saja jika pernikahan ini tidak seperti pernikahan pada umum nya. Dia kemudian berinisiatif mengumpulkan mawar mawar yang bertebaran di ranjang, bahkan lebih banyak lagi yang ada di lantai kamar. Setelah bersih dari kelopak mawar merah yang indah itu, Rembulan merapikan ranjang dan menyusun bantal agar nyaman saat di tiduri nanti.
"Lebih baik aku tidur duluan, bukan hanya menghindari nya tapi aku juga benar benar lelah hari ini." Lirih Rembulan sangat kecil.
Kemudian Rembulan membaringkan badan kecil nya di atas ranjang empuk berukuran king size itu, menarik selimut halus itu sebatas dada. Sejenak dia termenung merasakan kasur empuk lagi, sudah lama sekali dia terakhir kali tidur di atas kasur seperti itu.
Di lihat dari segi keadaan, Rembulan berasal dari keluarga berada. Mungkin ya tidak sekaya keluarga Wilson, tapi Antony Albertcius pun tak kalah kaya juga di banding pengusaha lain nya.
Maka dari itu dia sangat mengenal siapa itu Lewis yang baru saja menjadi menantunya hari ini.
Rembulan dulunya juga pernah merasakan yang namanya hidup mewah, di sayangi oleh kedua orang tua nya dan segala keinginan akan di penuhi apapun itu.
__ADS_1
Hanya saja semua telah berubah, bahkan nasib nya kian malang di kediaman sang Ayah. Tidak ada lagi kehangatan keluarga, dan kasih sayang. Apa lagi yang namanya kemewahan, bahkan uang pun dia hanya menyisihkan dari sisa uang belanja kebutuhan dapur sepulang dari pasar.
Tapi dia ikhlas menjalani hidup seperti itu selama bertahun tahun.
Dia selalu menganggap itu semua balasan setimpal akan rasa bersalah nya atas kepergian sang Ibu tercinta.
Tidak mudah hidup dalam rasa bersalah bertahun tahun, tiap malam dalam tidur nya Rembulan selalu bermimpi buruk.
Mungkin mental nya saat ini sangat menderita, bahkan sudah tidak baik baik saja, namun Rembulan selalu tersenyum di setiap keadaan. Tidak ada yang tau jika gadis muda itu sangat hancur di dalam.
Tes!
Air mata Rembulan kembali menetes, sangat menyedihkan hidup nya. Jika dia mengingat kehidupan yang dia jalani maka air mata itu kembali menetes. Ingin sekali dia mengadu pada sang Ibu, tapi semua itu tidak akan mungkin bukan?
...****************...
Tak lama pun terdengar pintu kamar yang di buka dari luar, sudah bisa di pastikan itu adalah Lewis yang kembali ke kamar untuk beristirahat.
Pria yang mengenakan pakaian santai itu berjalan menuju ranjang tempat tidur, sedikit memperhatikan kamar berubah setelah dia tinggal.
"Apa gadis itu yang membersihkan kelopak mawar ini?" Batin Lewis bertanya heran.
Tak lama kemudian Lewis memperhatikan gadis yang tertutup selimut itu, yang tak lain adalah istrinya sendiri.
selimut itu sendiri?" Tanya Lewis pada Rembulan.
"Aku tau kau belum tidur ..". Lanjut nya lagi
Tak lama dari Rembulan terlihat menoleh pada Lewis sebenarnya dia sangat gugup dan takut karena telah lancang memakai baju suaminya itu.
"saya belum tidur tuan, jika Tuhan mau memakai selimutnya pakai saja saya akan mencari selimut lain yang ada di lemari sana." jawab Rembulan sedikit menjelaskan.
sesaat kemudian rembulan turun dari ranjang dia membuka selimut yang menyelimuti tubuhnya sedari tadi.
Terlihat kaki jenjang putih mulus itu menapak pada lantai yang dingin.
Tak ada masalah dengan itu, yang jadi masalahnya sekarang adalah Lewis yang melihat penampilan istri kecilnya itu sangat seksi malam ini. Apa Gadis itu sengaja memakai pakaian terbuka?
Tidak ada yang salah dengan pakaian itu, karena itu adalah kemejanya sendiri yang ada di dalam lemari bukan?
Tidak!!!
__ADS_1
Bagaimana bisa dia memikirkan hal seperti itu pada Rembulan. Jelas jelas dia tidak ada niat sama sekali untuk menghabiskan malam panas dengan sang istri. Dengan cepat Lewis mengalihkan wajahnya yang memerah ke arah samping.
"Hey!! Apa baju yang kau kenakan itu? Kenapa kau menggunakan kemejaku yang ada di dalam lemari??" Tanya Lewis gugup untuk pertama kalinya di hadapan wanita.
"Maaf, lancang memakai pakaian Tuan yang ada di lemari. Tapi saya harus pakai apa, saya tidak membawa baju ganti dari hotel tadi." Balas Rembulan sangat takut melihat Lewis marah nanti nya.
"Aih, kau ini sangat merepotkan!" Ucap Lewis kesal. Kemudian dia berlalu dari depan istri nya itu. Apakah Rembulan tidak sadar dengan penampilan nya seperti itu membuat sesuatu dari dalam diri Lewis yang lain nya bangun πππ???
Lewis mengambil selimut cadangan yang ada dalam lemari kemudian melemparkan nya pada Rembulan.
"Ini pakailah untuk menutupi tubuh kurus mu itu..!" Ucap Lewis tanpa melihat Rembulan.
author : aih, kurus apa nya? jelas seksoy begitu ih π€£
Rembulan yang kaget spontan menangkap selimut yang melayang ke wajah nya, mengerucutkan bibir nya kesal akibat omongan Lewis.
Tidak sadarkah dia sudah body shaming pada istri sendiri??
Ck!! menyebalkan sekali.
Kini Rembulan beranjak melangkah ke sofa yang ada di samping jendela, dia mulai sadar diri seperti nya Lewis tidak akan mau seranjang dengan nya bukan?
"Kau! Mau kemana? Tidurlah di tempat mu seperti tadi, aku tidak sekejam itu membuat anak kecil tidur di sofa." Teriak Lewis menghentikan langkah Rembulan.
"Apa tidak masalah Tuan? Kalau begitu saya tidak sungkan lagi!" Jawab Rembulan sedikit acuh, sebab dia sudah sangat mengantuk dan lelah sekali hari ini. Di tambah perdebatan dengan suami Arrogant nya yang sangat menyebalkan.
Untung saja Tampan, kalau tidak mungkin Rembulan akan melempar muka datar itu dengan bantalan sofa.
Rembulan berbaring dan menyelimuti badan nya sampai leher, segera dia memejam kan mata agar tidak melihat Lewis lagi.
Berharap malam ini dia tidak bermimpi buruk seperti malam malam sebelum nya.
Tak lama kemudian Lewis pun menyusul Rembulan berbaring di ranjang king size itu, meletakkan guling sebagai pembatas antara dia dan sang istri. Memakai selimut yang lain untuk menghangatkan malam pengantin mereka. Bukan menghangatkan dalam arti yang lain, karena itu tidak mungkin terjadi.
Biarlah malam ini dia seranjang dengan gadis kecil yang menjadi istrinya itu
Lewis sendiri yang menjamin malam panas tidak akan mereka lewati, sangat tau bagaimana Pernikahan ini seperti apa ke depan nya.
"Aku berharap secepat nya pagi..!" Gumam Lewis sebelum masuk ke alam mimpi.
...****************...
__ADS_1
**Hay.. jangan lupa kasih dukungan nya ya!! Like dan saran yang membangun π terimakasih**