
*Selamat Membaca* 💜
...****************...
Setelah insiden kecil barusan, Pemuda itu mengajak Rembulan untuk duduk di kursi taman. "Mari duduk di situ Nona, biar aku mengobati tanganmu." ucap Pemuda itu.
"Baiklah" Rembulan mengikuti nya untuk duduk di kursi. Pemuda itu sesekali bertanya kepada Rembulan, dari pertama kali melihat Rembulan turun dari motor seketika menarik perhatian pemuda itu. Gadis kecil dengan pakaian sederhana dan wajah bahagia itu sungguh menggemaskan di matanya.
"Siapa nama mu Nona? Sedari tadi kau hanya diam saja." Tanya pemuda itu.
"Nama saya Rembulan, Tuan! Saya baru pertama kali kesini, itu sebabnya saya sangat takjub sekali tadi, sampai tidak memperhatikan sekitar." Jawab Rembulan lirih menjelaskan.
"Oh ya? Apakah kau tau, katanya Taman ini dibuat oleh orang berpengaruh." Pemuda itu memberitahu, "Iyakah? Aku rasa orang itu memiliki sifat yang manis, dia bahkan membuat tempat seindah ini." Ucap Rembulan lirih.
"Oke, sudah selesai!!" Pemuda itu telah selesai mengobati luka di tangan Rembulan.
"Terimakasih.." Rembulan melihat pemuda itu dan tersenyum manis.
"Sama sama nona Rembulan, senang berkenalan dengan mu. Nama ku adalah Elvano Enver Alister" Dia mengulurkan tangannya kepada Rembulan berkenalan. Rembulan membalas uluran tangan itu.
__ADS_1
"Kau bisa memanggilku El, aku tinggal tidak jauh dari taman ini." Jelas nya singkat. Elvano biasanya akan pergi ke taman bersama adik perempuan nya, tapi karena hari ini adik nya itu ada keperluan di luar maka dari itu El pergi sendiri.
"Berarti kau sering datang ke sini ya?" Tanya Rembulan mulai akrab berbicara dengan El. "Iya kau benar aku sering kesini bersama adikku, tapi hari dia tidak ikut itu sebabnya aku datang sendiri." Beritahu El pada Rembulan.
"Ah, pasti menyenangkan bisa kesini setiap hari. Andaikan aku punya banyak waktu..." Ucap Rembulan melihat kedepan taman.
"Apa kau sangat sibuk Nona? Kau bekerja dimana? Kalau aku lihat usia mu masih sangat muda untuk bekerja." El bertanya.
"aish!! Tuan pikir kalau terlihat muda itu tidak boleh bekerja?" Balas Rembulan mencebikkan terlihat lucu.
"Haha.. bukan begitu! Aku cuma penasaran saja Nona, apa salah nya bertanya. Bukankah kita berteman?" Jawab El tertawa melihat wajah masam Rembulan.
"Sejak kau membalas uluran tangan ku tadi!" Jawab El cepat. "Bagaimana, apa kau mau berteman dengan ku?" Tanya El serius.
"Apa kau bisa dijadikan TEMAN?" Tanya Rembulan memicingkan mata nya melihat El.
"Tentu saja! Aku bisa menjadi teman yang baik dan bisa diandalkan Nona. Jadi mulai sekarang kita adalah TEMAN!! Panggil aku El, biasanya orang terdekat ku akan memanggilku itu.
Rembulan nampak berpikir, akan lebih baik jika dia memiliki Teman bukan? Selama ini dia hanya memiliki Bibi Arum di rumah besar itu, yang jadi tempat dia berkeluh kesah saat sedih.
__ADS_1
Akan bagus bila Elvano mau berteman dengan nya, tanpa melihat dia adalah anak yang di bedakan.
"Baiklah El, kita TEMAN! Aku harap kau bisa jadi teman yang bisa ku andalkan" Ucap Rembulan tersenyum manis sekali.
"Deg, deg!!!!" Jantung El kembali berdetak kuatt. Dia memegang dada nya terpaku melihat senyum manis itu.
"Astagaaaaa... dia sangat imut! Lihatlah senyum nya itu sangat manis sekali." Gumam El kecil sekali.
"El?? Apa kau mengatakan sesuatu? Tanya Rembulan merasa El tadi lagi berbicara pada nya.
"Ti-tidak! Aku tidak mengatakan apa apa." Ucap El gugup.
"Aaaa, baiklah." balas Rembulan singkat.
Setelah perkenalan singkat itu, mereka berdua semakin akrab. Tidak jauh dari tempat mereka berbincang, sepasang mata menatap mereka tajam. Siapakah itu?? Hanya Author yang tau 🤣
...****************...
----- Hallo semua nya, Author mau menjelaskan sedikit, soal kekurangan dalam penulisan ini mohon di maklumi ya manteman 🙏, soalnya gak terencana gitu nulis nya, apa yang terlintas di kepala langsung author tuangkan kesini!!------
__ADS_1