Rembulan Yang Di Rindukan

Rembulan Yang Di Rindukan
Sudah Malam Bukan(?)


__ADS_3

**Hallo, selamat membaca, jangan lupa kasih like nya biar Author makin semangat** 💜


...****************...


Malam semakin larut, kini Pesta pun telah usai. Para tamu undangan bahkan sudah berpulangan ke tempat masing masing, terlihat dari wajah mereka puas dengan acara hari ini.


Begitu pula dengan Rembulan, dia yang di minta oleh Asisten Caka untuk istirahat di kamar terletak di lantai 2 gedung itu.


Ya, berlangsung nya pernikahan Lewis dan Rembulan adalah di sebuah Gedung yang hampir menyerupai Istana besar nya.


Pelaya n yang sejak 2 hari lalu menemani Rembulan mengatakan, jika Gedung itu sudah lama di bangun oleh keluarga Wilson khusus berlangsung nya acara acara besar seperti hari ini.


Gedung itu terdiri dari tiga tingkat, walaupun tidak terlalu tinggi tapi luas nya yang 3 kali lebih besar dari mansion Ayah nya itu, sudah bisa membuktikan betapa besar nya tempat Pernikahan mereka.


Desain klasik tapi mewah dalam bangunan itu terlihat sangat indah, menunjukan betapa berkelas nya orang yang membangun Bangunan itu dulu nya.


Tempat istirahat pun harus melewati banyak pintu yang berada di samping Aula Pernikahan tadi, kemudian Caka mendorong pintu besar di depan sana.


Rembulan tertegun melihat kemewahan di ruang sebelah nya, ini bukan hanya Gedung atau pun Aula biasa, pilar pilar kokoh terlihat sangat indah!!!


Ini bahkan sangat... **luar biasa** batin Rembulan takjub



**ilustrasi aja ya bestie 🙈😭**


"Ini sangat mewah, astaga 😱!!! Sebenarnya, sekaya apa keluarga Wilson ini??" Rembulan hanya bisa membatin dalam hati.


author : Tidak tau saja Rembulan jika kekayaan suami nya itu tidak akan habis 7 turunan dan 7 tanjakan, awowokwok** 🤣👋


Rembulan bisa melihat tangga mewah yang menjadi penghubung ke lantai atas sana, dia mengelilingkan pandangan nya. Ekspresi wajah itu tidak lepas dari penglihatan Assisten Caka, dia terkekeh kecil melihat muka Rembulan yang sangat shock melihat bangunan mewah ini.


"Apa ini benar milik keluarga Wilson, Tuan Caka?" Tanya Rembulan takjub kepada Caka.


"Benar Nyonya, dulu nya ini tidak seluas sekarang. Hanya saja beberapa tahun yang lalu Tuan Muda Lewis menambahkan desain baru nya, untuk di buatkan seperti sekarang ini." Jelas Caka pada Rembulan.


"Wah... ternyata Tuan Muda Lewis berbakat juga dalam desain ya!! Ucap Rembulan kecil. Dalam hati nya mengakui kalau suaminya itu berbakat di bidang apa saja.


"Tuan Muda memang sangat berbakat Nyonya, bahkan setelah menikah, saya rasa Tuan Muda akan lebih berbakat lagi..." Assisten Caka melihat Rembulan dan tertawa kecil memikirkan ucapan nya sendiri.


"A-apa maksud Tuan? Bakat apa itu setelah me-menikah.." Ucap Rembulan gagap, kenapa itu terdengar memalukan sekali di telinga nya, bukan kah dia gadis yang polos?? 😭


Assisten Caka pun seketika tertawa, sungguh ekspresi wajah Rembulan sangat lucu saat gugup seperti itu. 😌


"Saya rasa Nyonya akan tau saat waktu nya tiba" Balas Assisten Caka singkat dengan sisa tawa nya.


"apa apaan itu, kenapa aku sangat malu sekali!!" Batin Rembulan malu.


Author : "nanti di ajarin sama Lewis kok" 🤣🙏 ~~~

__ADS_1


...****************...


Rembulan kini telah sampai ke Lantai dua, setelah menaiki tangga mewah itu.


Tadi sebenar nya Assisten Caka menawari untuk naik lift saja, tapi Rembulan menolak. Rasa nya tidak pantas saja berduaan dengan Laki laki lain di ruang tertutup.


Kesan nya hanya hal sepele, tapi dia ingin menjaga nama baik sebagai seorang istri saat ini.


Apa lagi, baru terhitung jam dia menikah dengan Lewis. Dia tidak mau ada gosip yang membuat dia semakin buruk di mata suami nya itu.


Ditambah lagi, Rembulan tahu jika Lewis kurang menyukai nya. Jadi lebih baik dia cari aman saja dulu.


Sembari dia memikirkan bagaimana cara nya dia mengambil hati sang Suami Batu nya itu.


Pintu dengan penuh bunga hias keemasan menjulang di hadapan Rembulan, sangat kentara jika itu adalah kamar pengantin bukan?


Aih.. rasa nya Rembulan ingin berlari keluar dari situ, sekarang dia sangat gugup untuk masuk ke dalam kamar.



**anggap aja gini deh** 🙈


Rembulan bingung, apa yang akan dia lakukan di kamar pengantin itu nanti nya? Akankah mereka melakukan itu.... 👉👈 🙈????


"TIDAKKK!!"


Astaga ingin rasanya Rembulan menangis saking gugup nya 🤣


Dia jadi teringat akan nasehat Bibi Arum kesayangan nya di mansion sang Ayah, Bibi Arum selalu mengatakan kalau itu sudah hal wajar untuk di lakukan oleh sepasang suami-istri. Apalagi mereka Pengantin baru bukan?? Itu sudah pasti dia dan Lewis lakukan cepat atau lambat.


"Astaga!!! Apa yang yang harus aku lakukan??" Gumam nya lirih sekali.


Sudah hampir 30 menit Rembulan berdiri kaku disana, tidak ada pergerakan sama sekali. Kaki nya sudah mulai kebas berdiri selama itu, hingga seorang Pelayan muda datang menghampiri Rembulan yang terlihat linglung di depan kamar Pengantin.


"Nyonya? Apa ada masalah, katakan saja jika butuh sesuatu." Ucap sang Pelayan tiba tiba mengagetkan Rembulan.


"Tidak apa apa, aku hanya gugup saja." Balas Rembulan canggung sekali.


"oh, aku mengerti Nyonya.." Jawab sang Pelayan menggerlingkan mata penuh maksud pada pengantin baru di depan nya ini.


"Semua orang yang baru saja menikah, akan merasakan gugup di awal nya saja, tapi saat sudah itu nya 👉👈 tidak akan gugup lagi Nyonya.." Pelayan itu melanjutkan perkataan nya tanpa filter.


Rembulan yang mendengar itu seketika memerah!! Apa lagi wajah yang putih bersih dan mulus itu sangat lucu saat malu.


"Yakkk!! Kau masih terlihat muda, kenapa kau bicara seperti itu!!" Balas Rembulan cepat saking malu nya di hadapan sang Pelayan itu.


"Haha!! saya sudah ber umur 21 tahun Nyonya, jadi tidak ada yang salah bukan? Saya sudah cukup umur untuk membahas mengenai hal itu. 🙃


"Tapi tetap saja, tidak baik untuk kita yang sama sekali belum menikah, Ekhm... maksud saya bagi yang belum menikah, contoh nya seperti mu" Jawab Rembulan salah tingkah.

__ADS_1


Pelayan muda itu pun terkekeh melihat Rembulan yang sangat kelihatan malu, "Baiklah Nyonya, saya akan mengingatnya..!!" Balas Pelayan itu menunduk hormat sambil menahan tawa nya, bagaimana pun dia harus sopan, karena yang ada di hadapan nya saat ini adalah istri dari Tuan nya.


...****************...


Setelah menghabiskan sedikit waktu berdebat dengan Pelayan tadi, kini Rembulan memberanikan diri untuk membuka pintu kamar tersebut.


Dia sudah bisa mengontrol kegugupan nya, di saat pintu kamar terbuka Rembulan bisa melihat ranjang yang di hias seindah mungkin di depan sana, sangat jelas sekali ranjang khusus pengantin baru. Terlihat dari desain mewah dan romantis nya, andai kan saja dia dan Lewis seperti pasangan pada umum nya, mungkin mereka berdua akan menghabiskan malam ini dengan penuh bahagia bukan?



Tapi sangat di sayangkan sekali, Lewis saja bahkan tidak suka pada nya. Di balik itu juga Rembulan bisa lega, dia tidak harus menjalankan kewajiban nya saat ini. Jujur saja, Rembulan sangat takut! Ditambah lagi dia tidak tau bagaimana nasib pernikahan nya nanti.


Setelah selesai dengan kekaguman nya pada kamar itu, Rembulan di kagetkan dengan suara pintu kamar mandi yang terbuka dari dalam sana. Sejenak Rembulan terpaku kaget melihat siapa yang muncul dari dalam, ternyata itu suami nya yang baru saja membersihkan diri.


Segera Rembulan mengalihkan pandangan nya, bisa dipastikan saat ini wajah Rembulan memerah.


Ini pertama kalinya dia satu ruangan dengan pria bahkan dalam keadaan setengah telanjang.


Entah kenapa dia yang merasa malu, harusnya itu dirasakan oleh Lewis bukan?? Yang tidak berpakaian kan suaminya bukan dia!! 😂


"Apa kau akan menjadi patung selamat datang di depan pintu?" ucap Lewis mengagetkan lamunan Rembulan.


"Maaf! aku kira aku telah salah kamar" Balas Rembulan asal terlihat sangat gugup.


"Hah? Jika bukan di sini, harusnya di mana lagi. Gunakanlah akalmu untuk berpikir jangan terlihat seperti orang bodoh." jawab Lewis dengan tanpa perasaan.


"Maaf Tuan, aku hanya sedang gugup. Ini pertama kalinya aku satu ruangan dengan lawan jenis." ucapnya kecil sekali.


Lewis yang mendengar jawaban Rembulan hanya mendengus kesal,


"Bersihkan tubuhmu! Aku tidak terbiasa satu ruangan dengan orang yang tidak bisa menjaga kebersihan dirinya sendiri." Lanjut Lewis.


"lagian Apa kau tidak risih dengan pakaianmu itu!


Ini sudah malam bukan?? bahkan sudah hampir larut malam." Untuk pertama kalinya Lewis memperhatikan penampilan seseorang dan mengkritiknya.


Entah kenapa di pendengaran Rembulan, ucapan Lewis ini terdengar ambigu. Kini wajahnya memerah lagi entah apa yang ada di pikiran Rembulan saat ini. Yang jelas hanya Author dan Rembulan yang tahu.


🤣


"Ba-baiklah Tuan, ini memang sudah malam..!" Balas Rembulan semakin kecil saja suara nya, menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Jujur saja, dia sangatlah lelah! Ingin sekali dia selesai dari kamar mandi langsung tertidur.


Disaat begini dia jadi merindukan kamar kecilnya yang terletak di belakang kediaman sang Ayah, meskipun kecil itu adalah tempat ternyaman nya di saat lelah 💜


...****************...


***hallo jumpa lagi sama karya nya Author 😚 jangan lupa kasih dukungan ya biar semangat menuangkan ide ide yang lebih menarik lagi!! BORAHAE 💜***

__ADS_1


__ADS_2