
Next
Hari kini telah sampai di penghujung malam, setelah tadi mengistirahatkan badan yang lelah Rembulan bangun saat sore memancarkan cahaya emas ke kuningan, dia bergegas mencuci wajah lalu turun ke bawah menuju dapur.
Sesampai nya di sana Rembulan lagi lagi terperangah melihat besar nya dapur milik keluarga suami nya itu. Dia tersenyum ramah dan menundukkan sopan pada pelayan yang saat ini kaget melihat Nyonya Muda itu turun ke dapur. Tamatlah riwayat mereka jika Nyonya besar Wilson melihat menantu nya memasak bersama para pelayan di dapur.
"Selamat sore Nyonya Muda perkenal kan nama saya Jo, kepala pelayan di sini. Apa Nyonya membutuhkan sesuatu?" Tanya Kepala pelayan itu menghampiri Rembulan.
"A-aku hanya ingin memasak untuk makan malam Tuan Jo ..." Ucap Rembulan sopan pada kepala pelayan itu.
Dia mengira setiap kepala pelayan disini berusia paruh baya, tapi apa yang dia bayangkan jauh berbeda dengan kenyataan. Kepala pelayan Jo ternyata masih muda, Rembulan mengamati usianya sekitar 30an tahun.
"Maaf Nyonya, tapi Tuan Muda Lewis akan marah jika tau Nyonya Muda turun ke dapur." Pelayang itu melihat ke arah Rembulan sekilas lalu menunduk kan pandangan nya kembali.
"Benarkah begitu Tuan? Padahal aku hanya mau memasak" Rembulan kini agak bingung, pasal nya itu sudah sering jadi tugas nya di kediaman sang Ayah.
"Iya Nyonya, silahkan duduk saja di meja dapur untuk memantau saja." Ucap Kepala Pelayan Jo kembali.
Rembulan kini berjalan menuju meja dapur yang ada di sana, dia memperhatikan semua para pelayan melakukan pekerjaan masing masing. Tak ada yang tidak Rembulan tau soal dapur dia ahli nya, hanya saja beda nya disini pantau oleh ahli gizi dan chef saking wow nya.
...----------------...
Tak lama setelah melihat acara memasak nya para pelayan, kini Rembulan bergegas membersihkan diri sebelum makan malam. Saat dia selesai memakai pakaian pun tidak ada pergerakan dari Lewis berniat untuk bangun. Inisiatif pun timbul dari dalam diri Rembulan untuk membangun kan Suami nya itu, dengan menggoyang kan sedikit lengan berotot Lewis.
"Tuan .."
"Tuan ..!! Tu .." Panggilan itu terhenti saat lenguhan kecil keluar dari bibir Lewis. Seketika juga Rembulan mundur dua langkah dari sisi Lewis.
"Ck, kau mengganggu tidur ku dasar menyebalkan!" Ucap Lewis serak khas orang bangun tidur.
__ADS_1
"I-ini sudah sore Tuan, sebentar lagi gelap. Bangunlah karena kita akan makan malam keluarga ucap Ibu tadi." Rembulan menjelaskan agar Lewis tidak mengamuk pada nya.
Mana mungkin dia berani mengusik tidur Suami sombong nya itu jika tidak punya alasan yang jelas mengusik sang suami. Sebelum kembali ke kamar tadi Ibu mertua nya menyuruh dia untuk membangun kan Lewis.
...----------------...
Sepasang pengantin baru itu akhirnya turun juga dari lantai dua, lalu menuju ruangan yang cukup luas yang mana itu adalah ruang makan keluarga.
Meja makan yang telah di tata rapi dengan piring gelas dan ber macam macam jenis lauk dan pauk sungguh menggugah selera bagi yang melihat nya.
Terutama bagi Rembulan yang sudah sangat lama tidak pernah lagi merasakan momen hangat seperti ini.
"Akhirnya kalian turun juga, sini sayang duduk lah disamping suami mu.." Sambut Nyonya besar Wilson pada menantu nya itu.
Mertua nya itu menarik pergelangan Rembulan lembut, lalu menarik kursi di dekat Lewis. Kini Lewis yang melihat itu pun sedikit kesal karena perhatian sang Ibu terkesan lebay untuk sang Istri.
"Terserah Ibu dong, kenapa kau yang uring uringan jika Ibu bersikap baik pada menantu ibu? Apa karena kau selama ini bersikap buruk Lewis??" Pertanyaan Nyonya Wilson terdengar ketus dan memicingkan mata nya tajam pada putra nya itu.
"Tidak ada ya!" Lewis menjawab singkat mengalihkan pandangan nya.
"Sudah lah sayang, mari duduk. Tidak baik berantam di meja makan bukan? Aku sudah sangat lapar!" Potong Tuan Besar Wilson pada Istri dan Putra nya.
"Baiklah, sayang! Mari kita makan .." Senyum hangat pun dia berikan pada suami nya itu.
Rembulan yang masih canggung dan malu malu mengambil makanan lalu meletak di atas piring nya. Makanan di hadapan nya itu sangat menggiurkan, jika tidak membuat malu mungkin Rembulan akan makan sangat banyak malam ini.
"Jangan sungkan Nak, tambahlah makan mu. Lihat badan mu sangat kurus untuk gadis seusia mu." Ayah mertua nya sangat teliti melihat menantu nya itu.
"Ya, Ayah" Jawaban singkat dan anggukan kepala dia berikan pada Tuan besar Wilson itu, karena saat ini pipi nya menggembung penuh dengan nasi.
__ADS_1
"Kenapa pipi nya terlihat menggemaskan? Tidak! Tidak! Kenapa aku bisa berpikir dia seperti itu" Monolog batin nya Lewis
Dalam sekejap Rembulan menghabiskan makan malam nya dengan hikmat, tanpa sadar dia sudah menghabiskan 3 piring nasi dengan lauk pauk yang lezat lezat. Padahal tadi dia sudah bertekad untuk tidak membuat malu malam ini, ternyata dia tidak bisa mengontrol nafsu makan nya yang kuat saat tadi.
Wajah nya kini memelas dan mata nya bergantian melihat ketiga orang yang di depan nya menatap dia kaget. Bagaimana tidak badan sekecil itu bisa makan dengan porsi nya tukang pukul. 🤣
Author : mon maaf, itu sebenar nya Rembulan lagi mode rakus ygy!
Lewis hanya bisa menghembuskan nafas nya pelan dan menggeleng kan kepala nya. Dia saja heran ternyata gadis yang jadi istri nya itu sangat kuat makan nya. Padahal saat pertama bertemu dulu Rembulan tidak makan seperti itu banyak nya.
"Gila!! Kecil kecil tapi makan nya porsi kuli" Batin Lewis berdecak heran sekali.
"Ma-maaf, aku tadi .. tadi sangat lapar " Ucap Rembulan kecil sekali saking malu nya di hadapan Mertua. Wajah nya memerah terlihat jelas sekali karena daun telinga pun ikut memerah.
"Haha ... kenapa kau lucu sekali sayang? Tidak apa kau makan yang banyak justru itu baik untuk pertumbuhan mu." Ucap Nyonya Wilson tertawa kecil, merasa lucu dengan menantu nya itu.
"Tidak usah malu Nak, kami tidak masalah dengan porsi makan mu seperti itu." Timpal sang Ayah mertua sambil tersenyum kemudian.
"Kau banyak makan tapi badan mu masih saja kecil" Cibir Lewis tiba tiba.
Rembulan kini sudah tidak bisa mengangkat wajah nya lagi, dia sungguh malu malam ini, kedua Mertua nya masih saja tertawa sedang kan Lewis hanya bisa mendengus kesal.
"Kenapa aku sampai kelepasan? Huhu .. Ibu aku sangat malu!" Batin Rembulan meringis mengingat kelakuan nya.
...----------------...
Hallo semuanya, terimakasih sudah membaca karya author ya 🙏
Selalu kasih dukungan dan saran nya 💜
__ADS_1