Rembulan Yang Di Rindukan

Rembulan Yang Di Rindukan
Bisakah?


__ADS_3

Selamat membaca πŸ’œ


...----------------...


Next ..


Saat ini Lewis dan Rembulan sudah berada dalam mobil, lalu Rembulan membuka pintu depan mobil di samping sopir berniat duduk di sana menghindar dari Lewis. Namun gerakan nya terhenti saat Lewis bersuara di belakang nya ..


"Duduk di samping ku atau kau pulang jalan kaki!" Suara itu terdengar dingin dan ketus membuat Rembulan merinding mendengar nya.


Dengan berat hati Rembulan menutup pintu itu kembali dan membuka pintu yang di samping Lewis lalu duduk dengan patuh. Rembulan pun merasa udara di dalam mobil terasa dingin dari pada tadi pagi. Bukan di karenakan oleh AC mobil, namun dengan sikap Lewis di samping nya melebihi dingin nya bongkahan Es dalam kulkas.


Perjalanan pun hanya di isi dengan keheningan Rembulan yang sesekali mencuri pandang ke arah samping melirik Lewis, yang dia dapat hanya ekspresi datar seperti sedang memikirkan sesuatu tapi tidak tahu apa itu.


Sedangkan Lewis saat ini masih merasakan panas di dalam hati nya, walau sudah dia coba untuk melupakan apa yang terjadi tadi. Perkara hati memang agak sedikit sulit dia kendalikan entah apa yang di kesalkan pada Rembulan, ingin sekali dia bertanya tentang hubungan sang istri dengan sepupu nya itu. Tapi tidak mungkin dia langsung bertanya yang ada mereka tahu kalau dia tadi menguping pembicaraan Rembulan dan El.


Tidak lama Lewis mengambil ponsel yang ada di saku celana nya berniat menghubungi Assisten Caka yang sudah 3 hari ini menghandle pekerjaan di kantor.


"Semua nya sudah siap?" Tanya Lewis datar seperti biasa


[...]


"Baiklah!" Jawab nya kemudian.


...----------------...


Perjalanan pun yang di tempuh 1 jam lama nya akibat macet, mobil yang membawa Lewis dan Rembulan tiba di perusahaan. Penjaga yang tau Lewis tiba segera membuka pintu mobil untuk sang Pimpinan.


Para bawahan berjejer di lobi kantor dan menunduk hormat pada Lewis, Rembulan yang merasa kaku di perlakukan hormat seperti itu hanya bisa tersenyum masam.


"Apa apaan ini! Aku merasa seperti orang penting saja!" Batin nya.


Lewis melangkah masuk ke dalam perusahaan dan bergegas ke lift menuju ruangan nya di lantai paling atas.



.


.


Kaki pendek Rembulan pun mampu mengejar sang suami ke dalam lift yang mengantar mereka ke lantai dimana ruangan sang CEO berada. Setelah pintu terbuka dengan sidik jari sebagai kunci pintu tersebut Lewis melangkah dan duduk dikursi kebesaran nya.


Rembulan yang hanya diam di depan pintu tidak berani masuk ke dalam.


Caka yang baru saja tiba dari ruang meeting heran melihat sang Nyonya Muda berdiri di depan pintu yang sudah tertutup itu. Yang lebih heran nya kenapa dia bisa sampai ke kantor Bos nya.

__ADS_1


Caka mengerutkan kening nya, lalu pergi menghampiri Rembulan..


*Tak


Tak*


"Nyonya .." Ucap Assisten Caka dari belakang Rembulan


"Astaga! Kenapa kau bisa ada disini Assisten Caka? Kau mengagetkan ku" Gumam Rembulan kecil sekali saking kaget nya mengelus dada.


Membuat Caka harus menajamkan pendengarannya apa yang di ucapkan oleh Nyonya Muda nya itu baru saja ..


"Ya? Tidak bisakah suara mu lebih besar sedikit Nyonya? Sungguh aku tidak bisa mendengar apa Yang kau katakan" Balas Assisten Caka dengan sopan takut menyinggung.


"Maaf, aku kira suara ku sudah besar tadi nya!" Jawab Rembulan sedikit malu, karena mengira suaranya sudah dapat di dengar oleh orang lain.


"Lupakan! Jadi apa yang Nyonya lakukan di depan pintu .. kenapa tidak masuk keruangan Tuan Muda?" Tanya Assisten Caka kembali.


"Itu .. aku tidak berani!" Jawab Rembulan menunduk kan kepala nya


Dia merasa tidak pantas masuk keruangan seperti itu, apalagi itu ruangan yang tidak sembarang orang menginjakkan kaki ke dalam sana. Apa lagi dia yang masuk kedalam mungkin saja Lewis akan melempar nya dari jendela. Ck! Buruk sekali Lewis dimata Rembulan πŸ˜‚


...----------------...


Setelah selesai dengan bujukan Caka pada Nyonya Muda nya itu, akhirnya Rembulan mau masuk ke dalam ruangan sang Suami. Dia hanya diam duduk di sofa memperhatikan sisi ruangan yang terlihat mewah.


"Hei kau, pergilah buatkan aku kopi" Ucap Lewis tanpa melihat Rembulan


"Dimana letak dapur nya Tuan?" Balas Rembulan melihat kearah suaminya.


"Kau bisa mengantarkan nya Caka, beritahu dia takaran biasa aku minum jangan sampai salah." Perintah nya pada Assisten Caka


Mendengar itu Caka pun mengiyakan dan mengajak Rembulan ke pantry yang tak jauh dari ruangan CEO.


Setelah menyiapkan gelas dan takaran sesuai yang di jelaskan Assisten Caka pun Rembulan menyeduhnya dengan air panas. Kemudian membawa ke dalam ruangan Lewis, sedangkan Assisten Caka dia kembali keruangan nya setelah menjelaskan pada Nyonya Muda itu tentang kopi selera Sang CEO.


Tak lama kemudian pun Rembulan telah masuk keruang suami nya dan meletakkan segelas kopi hitam di atas meja Lewis ..


"I-Ini Tuan, silahkan diminum" Ucap Rembulan setelah menyuguhkan kopi yang dibuat tadi.


"Hem" Lewis hanya berdehem saja tanpa menoleh ataupun mengucapkan terimakasih.


Mendengar itu pun Rembulan kembali duduk ke sofa sambil meletak nampan kecil itu di atas meja samping sofa, tak ada kegiatan lain sedikit membuat nya bosan duduk di sana.


"Berapa lama lagi Tuan Lewis disana? Aku sudah bosan sekali" Monolog nya dalam hati

__ADS_1


Lewis yang sedari tadi fokus dengan kerjaannya di depan laptop tak mau ambil pusing jika Istri kecilnya itu bosan ataupun bagaimana.


Kemudian dia melihat kopi yang di buat oleh Rembulan tadi, timbulah rasa penasaran nya kopi itu. Apakah sesuai dengan selera nya?


"Hemm, ini lumayan juga! Berbeda dengan yang sering dibuat oleh OB dipantry." Ucap Lewis dalam hati setelah menikmati kopi buatan Rembulan.


Rembulan yang melihat sang suami mencicipi kopi buatan nya sedikit was was. Bisa saja tidak sesuai dengan kemauan Lewis lalu membuang nya? Tapi semua tidak sesuai dengan isi pikiran Rembulan, justru Lewis terlihat santai meminum kopi itu.


"Hah, untung saja dia tidak menyemburkan kopi itu. Berarti aku membuatnya sesuai dengan takaran yang pas" Kembali Rembulan bermonolog sendiri dalam hatinya.


Hanya keheningan yang terjadi di dalam ruangan itu, tapi masih bersyukur Rembulan saat ini dibanding dengan situasi di dalam mobil yang membawa mereka tadi nya.


Terlihat oleh Lewis jika Rembulan menguap nguap di sofa sana, bisa di pastikan jika sang Istri sedang menahan kantuk. Karena kepala Rembulan sesekali terjatuh saat duduk.


Lewis yang melihat itu pun merasa sedikit lucu, wajah itu sangat lucu di mata nya.


"Lucu? Ck!! Apa Apaan aku ini .. bagaimana bisa aku mengira nya lucu" Lewis menggelengkan kepala nya agar sedikit waras pikirnya.


Tidak memperhatikan sekitar membuat Lewis tak sadar jika Rembulan saat ini sudah tertidur di sofa. Masih berbantalkan dengan lengan kecil nya itu. Siap dengan laptop di hadapan nya Lewis pun menoleh mencari keberadaan sang Istri yang sedari tadi hanya diam.


"Dia tertidur?" Lewis mengerutkan kening nya heran melihat Rembulan sudah berbaring miring di sofa.


Kemudian beranjak dari kursinya menuju kearah Rembulan tertidur, lalu memperhatikan wajah lelap itu dengan mulut yang sedikit terbuka. Kelihatan lucu dan menggemaskan sekali.


"Apa ini? Kenapa hati ku berdegup kencang begini .." Lewis memegang dada nya.


Jantung nya seakan lompat dari tempat nya, bahkan Lewis mengira dia terkena penyakit jantung di usia nya yang masih terbilang muda.


"Bisakah dia bertahan di sampingku? Bagaimana jika tidak? Apa yang harus aku katakan pada Ayah dan Ibu? Tidak ada yang tau alasan kenapa aku menikahi nya selain Ayah .." Gumam Lewis kecil sekali.


Banyak kejadian setelah pernikahan nya dengan Rembulan, baik itu dari luar maupun dari dirinya sendiri. Bahkan mencoba menahan diri pada Istri nya itu. Semakin kemelut hati Lewis memikirkan pernikahan ini, tapi mau siapa yang dia salahkan? Semua terjadi juga berdasarkan dengan perjanjian yang dia buat bukan?


Banyak hal tak di ketahui oleh orang lain, termasuk Rembulan sendiri!


"Dia tertidur seperti orang mati saja, ck!" gumam Lewis kecil.


Lalu dia mencoba menutup bagian dada dan kaki Rembulan dengan selimut yang ada di ruang istirahat pribadi nya yang ada dalam ruangan itu.


Lewis kembali duduk di kursi kebesarannya dan membuka kembali laptop di meja kerja nya. Lebih cepat lebih baik jika semua sudah siap dia kerjakan. Sebenarnya tak ada niat untuk pergi ke kantor tadi, hanya saja rasa kesal yang terlalu tinggi di hati membuatnya melampiaskan pada kerjaan saja.


Tidak mungkin Lewis memarahi Rembulan di sana! Yang ada dia akan di panggang hidup hidup oleh kedua orang tuanya.


Modelan keras dan kejam seperti Lewis pun masih takut dengan amarah Ayah dan Ibu nya, jadi jangan heran jika Lewis sangat menyayangi keduanya.


...----------------...

__ADS_1


*Hai semuanya .. Terimakasih sudah mau membaca karya aku ya 😍 maaf banget kalau updatenya nyendat² begini! Soalnya banyak banget tugas kerjaan di real life nya Author 🀧😌 Apa lagi sedang Bulan puasa !


Buat semua teman teman semangat menjalankan Ibadah puasa nya ya, semangat terus juga kasih dukungan buat Karya ini πŸ’œπŸ™*


__ADS_2