
Selamat membaca 💜 Dan semangat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan 😍🙏
...----------------...
Next..
Jam menunjukkan pukul 5 sore saat Rembulan terbangun dari tidurnya, mencoba merenggangkan kedua otot-otot nya di sofa. Tak lama dia tersadar jika tertidur sedari siang hingga dia melihat jam yang sudah sore saja.
Aku tertidur sangat lama! Bagaimana ini ..
Rembulan melihat ke meja kerja Lewis dan mendapatkan suami nya itu seperti sedang tertidur dengan posisi duduk di kursinya. Kepala yang di senderkan di kursi menampilkan wajah lelah Lewis saat ini dengan mata nya yang terpejam.
Rembulan beranjak dari sofa dan melangkah kearah meja kerja Lewis dan memperhatikan wajah lelah itu.
Semakin dia melangkah dekat semakin Rembulan dengan jelas melihat wajah tampan Suaminya, rahang yang tegas serta alis tebal nya itu .. Hidung mancung bibir nya yang sedikit tebal tapi merah. Dan bagaimana bisa Suami nya memiliki kulit wajah yang mulus seperti bayi? Apakah dia menjalani perawatan kulit?? Pikir Rembulan dalam hati.
"Sempurna" gumamnya kecil sekali sambil memperhatikan dengan puas wajah Lewis.
Beberapa menit puas memperhatikan Lewis, bahkan dia tak sadar jika Lewis sudah terbangun dari tidur singkat nya itu. Tiba tiba saja mata Lewis terbuka lebar saat merasakan ada seseorang yang sedang memperhatikan nya ..
Deg
Deg
Deg
"Apa yang kau lakukan.." Gumam Lewis lirih mengumpulkan sisa kesadaran nya sambil mengusap wajah nya pelan
"A-Aku hanya melihat Tuan sedang tertidur atau ti-tidak .."
Haiss!! Kenapa dia tiba tiba terbangun!
Ditengah kekagetan dan pikiran nya Lewis menarik tangan Rembulan tiba tiba sehingga jatuh ke pangkuan Lewis.
Rembulan yang menerima serangan mendadak dari Lewis pun terjatuh di atas paha Lewis dan menutup mata saat wajah Mereka hampir bersentuhan dengan jarak beberapa senti saja.
"Tu-Tuan apa yang kau lakukan" Pekik Rembulan tertahan masih menutup mata.
Lewis hanya diam mengamati wajah kecil Rembulan di depan wajahnya. Wajah mungil dan putih bersih itu bisa dia rasakan dan lihat sedang memerah saking terkejutnya.
"pfftt!! Dia sangat lucu .. "
Tanpa sadar pun Lewis semakin mendekat kan wajahnya dan memiringkan sedikit kepalanya. Entah apa yang akan di lakukan oleh nya, yang pasti sesuatu yang membuat nya candu.
Rembulan yang tak mendapat balasan dari pertanyaan nya pun membuka mata nya cepat, bersamaan dengan itu bibir Lewis menempel di bibir mungil Rembulan.
Syokk berat sekali yang di alami Rembulan bagaimana bisa Lewis kembali menciumnya? Lewis terlihat sangat menikmati ciuman itu, yang awal nya hanya kecup kecil dia berikan berubah menjadi lu matan di bibir Rembulan.
"Aku sudah gila!! Bagaimana bisa aku merasa seperti menikmati permen saat ini. Kenapa bibir nya sangat manis??" Batin Lewis semakin menggila.
"Emmmph..."
"A-Aku tidak bisa bernafas Tuan" Rembulan mencoba mendorong Lewis kembali.
hah
__ADS_1
hah
"Ke-Kenapa kau menciumku lagi Tuan.." Suara Rembulan terdengar bergetar hendak menangis
Lewis yang tersadar saat ciuman nya terlepas menatap mata yang di depan nya kini sedang berkaca kaca, siap menumpahkan buliran bening di sudut mata itu.
"Ck!! Bagaimana ini, bisa bisa dia kembali menangis seperti tadi pagi." Lewis pun bingung harus seperti apa.
"Ma-maaf, kau membuat ku gila Gadis Kecil! Gumam Lewis di depan wajah Rembulan yang memerah itu.
Tangan nya menghapus air mata yang keluar di sudut mata bulat Rembulan, lalu mengusap kedua pipi mulus itu.
"Huhu!! Kau selalu mengatakan maaf jika sudah menciumku, Huhu.." Akhirnya tangis itu pecah juga.
"A-Aku tidak sengaja, sungguh.." Lewis semakin gelagapan menghadapi Rembulan saat ini.
Bahkan tanpa sadar dia menarik Rembulan kedalam pelukan nya, mengusap punggung yang bergetar itu pelan. Perlakuan yang hangat dan manis di mata seorang pria di depan pintu sana. Ya, saat ini tanpa kedua nya sadari Caka tengah memperhatikan mereka.
Tidak pernah Caka duga jika Bos nya yang terkenal tidak peduli pada manusia terlebih nya pada seorang PEREMPUAN, bisa bersikap manis begitu??
Jelas saja itu hal yang perlu di abadikan dan dia rekam dalam ingatan nya!! Apakah dunia ini sudah mulai tua? Batin Caka syok dan kaget.
"Astaga.. Astaga!!! Ternyata Tuan bisa begitu? Sejak kapan Tuan Muda suka kecup kecup manja begitu tadi? Haaa?? Astagaaa!! Mata suci ternoda 😭
Assisten Caka yang tidak sengaja masuk ke dalam ruangan Lewis tadinya untuk memberikan laporan tentang proyek yang akan mereka tangani. Tapi yang dia lihat malah adegan 21+ kah?? Hah!! Sangat sulit di cerna oleh otak polos Caka.
Bagaimana tidak dia berpikir yang macam macam? Apalagi posisi mereka berdua sangat bisa membuat pikiran yang lihat dan pembaca kesana kemari!!
Tidak menyangka jika sang CEO akan melakukan hal hal ekhem di kantor, apakah Tuan Muda nya itu sudah tidak tahan lagi
Saat Assisten Caka berbalik dan hendak menarik pintu kembali, namun sial nya berkas di tangan nya malah terjatuh berserakan. Itu malah terlihat seperti adegan slowmotion di mata Caka.
Dengan detak jantung yang semakin menggila, seperti ketahuan mencuri dia melihat dua anak manusia itu yang sedang berpelukan tadi melihat ke arah nya. Wajah kaget keduanya membuat Caka seperti patung tak bisa bergerak. Kaki nya bahkan tidak bisa dia langkahkan lagi, lebih gawatnya adalah tatapan seseorang yang seperti ingin menelan nya hidup hidup.
Siapa lagi jika itu bukan Lewis!!
Wajah Rembulan yang sedari tadi pucat, kini memerah bagaikan tomat, wajah nya memanas dan suhu tubuh nya dingin. Berbeda dengan wajah Lewis yang memerah karena menahan geram nya pada sang Assisten nya itu.
"Sialan!! Sejak kapan dia di sana?" Batin nya kesal sekali saat ini.
Terlena dalam pelukan hangat Lewis membuat Rembulan tidak bisa berpikir jernih saat ini, dia pun merasa seperti ketahuan membuat hal hal tidak senonoh. Muka nya pucat dan gelagapan mencoba bangkit dari pangkuan Lewis.
Lewis yang melihat pergerakan Rembulan yang tidak nyaman itu membuat Lewis sadar jika tengah memeluk pinggang Istri nya. Kemudian dia tatap wajah panik itu dengan Lamat, dalam hati nya buat apa panik, toh juga Caka sudah melihat mereka. Bahkan dia merasa Caka sudah lama berdiri disana.
Kemudian Lewis mengalihkan pandangan nya dari Rembulan, lalu melihat Caka ..
"PERGILAH DARI SANA CAKA!!"
BRAKK!!
Terdengar suara pintu yang terbanting kuat dari sana, artinya Caka sudah tidak ada lagi. Melihat itu Rembulan menghelakan nafas nya lega, semua itu terlihat oleh Lewis. Tangan nya masih bertengger manis di pinggang Rembulan pun masih belum dia lepaskan, seperti nya sangat nyaman dengan posisi ini pikirnya.
Semakin kesini, pemikiran Lewis semakin kesana!! Apakah bongkahan Es dalam hati nya mulai mencair? Bagaimana perasaan nya yang menganggap setiap perempuan adalah BAKTERI di matanya? Apakah pandangan nya akan berubah? Banyak pertanyaan yang di ajukan Author pada Lewis 😌
"Tenanglah, Caka sudah keluar .." Ucap Lewis sambil memandangi Rembulan yang masih melihat ke arah pintu sana.
__ADS_1
Deg
Tersadar dengan situasi saat ini, Rembulan menoleh dan membulatkan matanya karena masih saja berada di atas pangkuan Lewis. Wah, apakah dia juga akan jatuh pada pesona Suami nya sendiri? Jangan!!! Itulah isi pikiran nya saat ini. Jangan sampai dia terjatuh pada pesona Lewis, karena pernikahan ini hanya sebatas kontrak di antara mereka bukan??
"Tu-Tuan .. tolong lepaskan tangan mu -" Cicit Rembulan kecil sekali.
"Kenapa? Bukankah sedari tadi kau sudah disini .." Jawabnya "Kau pun terlihat menikmati nya bukan?" Ucapnya lagi pada Rembulan
Tentu saja itu membuat Rembulan sangat malu. Ya benar, tadi dia menikmati nya kan? Apa yang harus dia jawab sekarang? Bisakah dia membantah?
"A-Apa yang kau katakan Tuan? Aku menikmati dari mana? Jelas saja kau yang menikmati nya .." Balas Rembulan sedikit keras menutupi kegugupan nya.
"Haha .. kenapa wajah mu begitu!!!" Lewis pun tak sadar tertawa lepas melihat wajah panik Rembulan di depan nya.
Rembulan hanya bisa melongo tak percaya, bagaimana bisa ada orang seperti ini? Tertawa di atas penderitaan orang lain. Ck!
Author : Btw, di tempat author banyak modelan manusia begituan deh .. 🤣
Tapi, dalam hati nya sangat takjub melihat manusia kejam, sombong, dan dingin ini tertawa di depan nya. SANGAT TAMPAN!
"Astaga, dia semakin tampan jika tertawa seperti itu!!" Batin Rembulan.
Ekhem!
Lewis pun menyudahi tawanya lalu mengubah ekspresi wajah nya menjadi datar lagi.
"Sampai kapan kau mau ku pangku begini? Atau kau mau aku menggendong mu ke kamar?" Seringai tipis dari bibir Lewis muncul bahkan dia ingin mengerjai Rembulan lebih dari ini.
Bukankah ide bagus membawa Rembulan ke dalam kamar yang ada di ruangan nya? Hah!! Lewis tidak tau saja jika sudah di dalam kamar akan berbeda lagi cerita nya.
Rembulan yang mendengar itu hanya mendengus kesal dan melototkan mata bulat nya. Bagaimana bisa Lewis mengatakan dia betah di pangkuan nya? Heh, ada ada saja! Mungkinkah otak nya sudah bergeser?? Tapi sedari tadi dia tidak kenapa Napa .. ck!
Sangat kesal sekali dia.
Rembulan langsung bangkit dari pangkuan Lewis dan mencoba menetralkan detak jantung nya yang berdisko ria sedari tadi. Haiss!! Jantung ku seperti ingin keluar, huh!
Rembulan memalingkan wajah nya dan merapikan pakaiannya yang sedikit kusut.
"Sa-Saya ingin ke toilet sebentar Tuan .." Ucap nya masih memalingkan wajah nya.
"Hem" Jawab Lewis singkat dengan senyum tipis di bibir nya.
"Dimana letak toilet nya Tuan? Tanya Rembulan lagi
"Ck! Buka mata mu gadis kecil, apa perlu aku mengantar mu kedalam sana?" Jawab Lewis sedikit kesal dan seringai jahil dia berikan. Tangan menunjuk salah satu pintu di ruangan itu.
"Ja-Jangan!!!" Sentak Rembulan keras. lalu berlari masuk kedalam toilet.
BRAKK!
"Hei, apa kau mau menghancurkan pintu toilet?" Teriak Lewis diakhiri kekehan kecil nya.
...----------------...
Hai semua nya, maaf ya gak bisa update selama 3 hari! Huhu 🥲 banyak kegiatan di bulan ini!
__ADS_1
Jangan lupa Selalu beri dukungan nya ya 💜 dan terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca karya Author 🥰