
Selamat membaca 💜
...----------------...
Next..
Setelah drama menangis pagi tadi Rembulan dan Lewis bergegas membersihkan diri mereka. Lewis yang memakai kamar mandi di kamar yang lain sedang kan Rembulan di kamar mereka.
Tidak ada tegur sapa di antara ke dua nya sedari tadi, Lewis pun berlalu ke ruang ganti yang ada di kamar mereka hanya dengan memakai jubah mandi, dia berjalan santai masuk ke dalam kamar nya seakan memamerkan dada bidang yang terbuka itu.
Rembulan yang lebih dulu selesai berpakaian hanya bisa mencebik dan menatap sinis punggung Lewis yang melintas di samping nya.
Ya, saat ini Rembulan berada di meja rias, untuk memoles sedikit wajah mulus nya agar tidak terlihat pucat.
"Dasar ca bul" Batin nya masih kesal sekali pada suami nya itu.
Tak lama pun Lewis selesai dengan penampilan nya, terlihat tampan dan segar dengan style yang semakin memancar kan aura nya.
Lewis kini sedang berdiri di depan cermin lemari kaca yang isi nya adalah kumpulan jam tangan mahal dari brand ternama, bahkan tak jarang dia mengoleksi jam tangan limited edition.
Dia mengambil salah satu jam tangan favorit nya lalu memasang di pergelangan tangan, dan itu pun terlihat mewah ditambah yang memakainya adalah Lewis sendiri. Laki laki tampan kaya dan bisa di bilang perfect.
Kedua anak manusia itu saling terdiam tanpa berbicara satu sama lain. Lewis yang bersikap acuh terkesan biasa saja, dan sikap Rembulan tentu saja tidak jauh berbeda juga dengan nya.
*
*
Rembulan yang mencoba untuk tetap santai meski saat ini hatinya sedang menggerutu dan memaki Lewis dalam hati. Dia memasang wajah santainya di sertai dengan senyum yang terkesan paksa di bibir mungil itu.
Tentu saja sikap keduanya sangat mudah terbaca di mata sang nyonya besar Wilson. Aroma aroma perselisihan yang sangat jelas tercium ibarat tulisan yang tercetak jelas di kening keduanya.
Keduanya menuruni tangga dan mencoba bersikap biasa saja di hadapan kedua orang tua di bawah sana. Rembulan yang melihat itu lalu tersenyum ke arah kedua mertua nya karena saat ini mereka akan mencoba memulai drama lagi di depan Tuan dan Nyonya besar Wilson.
"Baiklah Rembulan tunjukkan bakat berbohong mu!" monolog Rembulan miris dalam hati
__ADS_1
jujur saja rembulan kian merasa dosa nya bertambah dengan menipu kedua orang tua yang ada di depan nya ini.
"Selamat pagi Ayah, Ibu .." Ucap Lewis pada orang tua nya
"Pagi juga, Ayah Ibu" Rembulan pun berucap singkat dengan senyum kecil nya.
"Pagi juga Nak!" Ucap kedua orang tua itu pada anak dan menantu mereka.
"Apa kita sudah bisa berangkat sekarang sayang? Soal nya kita akan ikut sarapan di mansion Paman dan Bibi Arthur." Tanya Nyonya Wilson pada anak nya.
"Iya Bu, kita bawa satu mobil saja selebih nya pengawal bawa mobil masing masing." Balas Lewis singkat.
Mendengar itu seketika telinga Rembulan terbuka lebar, agak heran kenapa harus ada pengawal? Mungkin saja saat ini Rembulan tidak sadar seperti apa penting nya seorang keluarga Wilson.
Mobil pun sudah di siapkan oleh sopir kini tinggal hanya menunggu mereka berempat saja.
"Ayah dan Ibu mu duduk di bagian tengah saja, kau bersama Rembulan duduk lah di bagian depan.. " Perintah Ayah David pada Lewis.
"Ya, tidak masalah." Balas Lewis singkat tanpa komplain
Rembulan memandang ke samping sembari melihat jalanan yang mereka lewati, ada raut sendu kesal dan marah di wajah nya jika di perhatikan dengan jelas. Hanya saja tidak mungkin dia menunjukkan secara langsung bukan?
"Hei, kenapa kalian berdua diam saja sayang? Apa ada masalah?" Tanya Nyonya Wilson melihat kedua anak dan menantu nya di kursi depan itu.
"Ha? Tidak Bu, mungkin saja hanya perasaan Ibu saja. Aku dan Rembulan tidak ada masalah ..! Iya kan?" Lewis menjelaskan dan melihat ke arah Rembulan yang sedari tadi terdiam.
Beberapa detik tak ada sahutan dari sampingnya kini Lewis menyenggol sedikit kaki Rembulan di bawah dan saat Rembulan menoleh ke arah nya Lewis melototkan mata kesal karena Rembulan abaikan.
"Ibu bertanya apakah kita ada masalah, kalau aku menjawab Istri berdua tidak terlibat masalah apapun benar kan?" ucapkan lembut sekali tapi diiringi dengan tatapan mata yang tajam.
"Ya? O-Oh iya Bu lagi pula Apa yang harus kami permasalahkan! Haha kami berdua baik-baik saja Bu" Rembulan menjawab canggung Dan tersenyum seakan tidak terjadi apa-apa.
"Baiklah jika begitu, mungkin ini hanya perasaan Ibu saja. Secara kalian baru saja menikah Nak, jadi harus nya terlihat romantis. Bukan begitu kan Yah? Sangat antusias sekali Nyonya Wilson bertanya pada Suami nya.
"Ya betul sekali, dan Ayah harap semoga pernikahan kalian selalu bahagia .." Doa tulus terdengar dari Ayah David sambil tersenyum pada kedua nya.
__ADS_1
"Terimakasih Ayah" Rembulan menyahut sekaligus terharu pada Ayah mertua nya itu, betapa tulus mereka mendoakan pernikahan nya dan Lewis.
Meskipun pernikahan ini masih belum tau seperti apa ujung nya, tapi Rembulan akan menjadi menantu yang baik dan berbakti kepada mertua nya itu.
...----------------...
Panjang perjalanan selama 30 menit di tempuh kini mobil yang membawa mereka berhenti di depan mansion yang tak kalah megah nya dari keluarga Wilson.
Pandangan takjub itu kembali Rembulan rasakan saat ini, melihat kiri kanan ada banyak tanaman di halaman depan mansion ini. Bunga bunga segar dengan warna yang cantik bermekaran di pot pot besar itu, sangat indah sekali.
Cantik sekali halaman rumah ini!! Batin Rembulan
"Mari Nak, ayo masuk! Kita sudah di tunggu di dalam." Ucap Ayah David pada semua nya, lalu berjalan mengikuti pelayan yang menjemput mereka baru saja dari belakang.
Para pelayan yang berdiri tegak di sekitar halaman dan rumah itu menunduk kan kepala menyambut keluarga Wilson dengan hormat, kontan saja itu membuat Rembulan agak kaget dan heran.
Namun tanpa mereka semua sadari, saat ini raut wajah Putra mereka Lewis sangat masam, Seakan ada yang tidak dia sukai di mansion ini.
"Selamat datang, apa kabar mu David?" Sapaan sepasang suami istri itu dari dalam Mansion lalu menyapa mereka ramah dan sopan.
"Hai, seperti yang kau lihat James, kami semua baik!" Balas Ayah David terkekeh juga pada pria paruh baya di depan nya itu. Kemudian mereka saling memeluk, begitu pula dengan Ibu Margareth yang memeluk pria paruh baya itu kemudian memeluk istri Paman James yang ada di samping nya dengan akrab.
Rembulan yang hanya bisa menjadi penonton menyaksikan dalam diam. Tak lama kemudian dia dan Lewis di panggil untuk saling menyapa juga.
Mungkin Lewis sudah kenal dekat sekali dengan keluarga besar ini, tapi tidak dengan Rembulan. Maka dari itu dia memperkenal kan diri pada pria paruh baya itu dan mencium punggung tangan nya sopan.
"Hai Paman Bibi senang berjumpa dengan kalian .." Balas Rembulan dengan senyum.
"Hai juga Nak, selamat datang di keluarga besar kami ya! Kau bisa memanggil aku Paman James dan ini Bibi Joana istri ku. Mulai sekarang kami semua adalah kerabat mu." Ucap pria paruh baya itu ramah pada Rembulan begitu pun juga dengan Bibi Joana yang merengkuh Rembulan sambil tersenyum gemas melihat istri dari ponakan dingin nya itu.
Rembulan yang hanya bisa tersenyum pun mengangguk kepala saja menatap sepasang Suami Istri itu.
...----------------...
Hai 👋 jangan lupa tinggalkan jejak nya yah sebagai dukungan 😍💜
__ADS_1