Rembulan Yang Di Rindukan

Rembulan Yang Di Rindukan
Kesedihan sang Rembulan


__ADS_3

Setelah menghabiskan berjam-jam memilih gaun, akhirnya Rembulan menentukan pilihannya. Pilihan itu jatuh pada gaun sederhana tapi mewah dengan tampilan yang simpel. Gaun broken white yang menyita perhatian Rembulan sejak pertama kali melihat gaun tersebut. Gaunnya begitu indah di pandang dengan desain Mermaid Off Shoulder, Gaun yang menjuntai panjang itu sangat cocok saat Rembulan kenakan.



anggap aja tampilan nya begini bestie 🥲👍


"Wah!!! Anda sangat cantik nona" ucap seorang pegawai butik pada Rembulan. Dan benar saja, penampilan nya sangat cantik dan elegan saat mengenakan gaun itu.


"Terimakasih kak," jawab Rembulan bersemu malu. Pasalnya selama ini tidak ada yang pernah memuji nya cantik selain sang Bibi Arum kesayangan nya.


"Pasti Tuan Muda Lewis akan terpesona melihat anda Nona" ucap pegawai tadi.


"Aih.. Aku tidak mengharap dia suka dengan penampilan ku" gumam Rembulan kecil.


"hah? Apa anda mengucapkan sesuatu nona? Tanya pegawai butik itu karena tidak jelas mendengar apa yang di ucapkan Rembulan.


"Aaa.. Tidak tidak!! Aku tidak mengucapkan apa apa!" Jawab Rembulan kaku.

__ADS_1


"Mari ikut saya nona, agar Tuan Muda Lewis melihat penampilan anda" saran pegawai berseri seri melihat Rembulan.


"Apakah itu harus kak?" Tanya Rembulan.


"Tentu harus nona, sebagai calon suami dia berhak melihat penampilan anda ini, apakah sesuai dengan keinginan nya." Jelas pegawai itu.


"Baiklah" Rembulan pasrah.


Berjalan keluar dari kamar ganti itu Rembulan menyembulkan kepala nya, dan itu menarik perhatian Lewis. "Apa kau senang sekali membuat orang menunggu mu?? Sentak Lewis kesal melihat Rembulan di balik pintu.


"Ti-tidak begitu Tuan, saya hanya mau bertanya apakah gaun ini sesuai dengan keinginan anda." Jawab Rembulan kaku.


Entah apa alasan dibalik semua penolakan Lewis. Hanya AUTHOR dan LEWIS yang tau. Wkwkwkwk!


"Bagaimana Tuan apa gaun nya sesuai dengan keinginan anda?" Tanya Rembulan.


"I-iya.. Gaun nya biasa saja, itu lebih baik di bandingkan gaun yang sebelum nya kau coba." jawab Lewis salah tingkah. Tapi dia segera mengatur ekspresi nya agar tidak kelihatan gugup di depan Rembulan.

__ADS_1


"Benarkah? Aku kira ini gaun yang sangat cantik, ternyata biasa saja ya? Gumam Rembulan lirih.


Berjam jam dia habiskan mencoba gaun itu semua, berharap jawaban yang di dapatkan dari Lewis membuat dia senang, tapi semua nya tidak sesuai harapan Rembulan. Ck!! Menjengkelkan.


"Kirimkan gaun ini ke alamat yang telah diatur oleh asisten ku" perintah Lewis pada pegawai butik.


...****************...


Setelah selesai dengan semua urusan di butik Rembulan kembali ke kediamannya. Dalam perjalanan Rembulan kembali termenung dengan apa yang dia alami hari ini. Dalam hidup Rembulan ingin sekali Pernikahan nya didampingi oleh orang terdekatnya. Mengingat sikap sang ayah yang tak pernah peduli kepadanya Rembulan sangat sedih. Apalagi sang kakak Berlian Grace Albertcius tidak pernah menyayanginya sebagai seorang adik.


Sungguh malangnya nasib sang Rembulan.


Rembulan pun sangat merindukan sang ibu yang telah tiada. Menjalani kehidupan yang amat menyedihkan tanpa ada yang mengerti keadaan nya, kecuali Bibi Arum. Kadang Rembulan berpikir untuk mengakhiri semua penderitaan nya. Menutup mata selamanya bukan ide yang buruk meninggalkan kehidupan sulit yang dia jalani. Rembulan lelah dengan hidupnya, muak dengan takdir yang selalu membawa luka, tak ada sedikitpun celah bahagia yang dia rasakan.


Rembulan menangis dalam diam, air mata bening itu jatuh membasahi pipi mulusnya. Kesedihan yang amat besar tengah dia rasakan saat ini, mengingat kehidupan nya bagaikan sebatang kara di dunia.


...****************...

__ADS_1


Terimakasi susah membaca, jangan bosan ya untuk selalu dukung karya Author selalu 💜


__ADS_2