Rembulan Yang Di Rindukan

Rembulan Yang Di Rindukan
Hai, Kita Bertemu lagi!


__ADS_3

Selamat membaca 💜


...----------------...


Next.


Selesai dengan acara sarapan bersama mereka di kediaman Paman James, kini semua orang berkumpul di ruang keluarga. Pembahasan masih dengan seputar pernikahan Lewis dan Rembulan, dan sekali kali membahas bisnis masing masing.


Disisi lain, kini El sudah tidak sabar untuk menyapa Rembulan. Rasa nya banyak sekali yang ingin dia tanyakan pada Gadis Kecil itu, mengejutkan sekali bukan? Baru beberapa minggu yang lalu mereka berjumpa dan menjalin Pertemanan, pagi ini dia syok mendapati teman nya ini menjadi Istri dari sepupu nya yang sombong itu! Apa ini alasan nya semua pesan dan panggilan yang dia kirim ke ponsel Rembulan tidak ada balasan? Bahkan setelah pulang dari taman waktu itu, ponsel Rembulan sudah tidak aktif.


Tapi kenapa mendadak seperti ini? Kenapa dia tidak tau kalau Lewis akan menikah? Sebenar nya bukan salah Lewis juga sih, hanya saja karena hubungan mereka yang sedikit renggang membuat ke dua nya tidak saling peduli dengan berita antara satu sama lain.


Karena, pada saat itu Daddy dan Mommy nya sempat membahas masalah pernikahan Lewis, tapi karena El yang tidak suka membahas sepupu nya itu memilih tidak peduli.


"Aku harus berbicara dengan Rembulan! Bagaimana bisa dia menjadi Istri dari Lewis yang sombong itu, ck!" Monolog El dalam hatinya.


Pas sekali dia melihat Rembulan beranjak untuk mengambil cemilan di dapur, saat itu juga El bangkit dari sofa menuju dapur juga.


Soalnya, tidak mungkin dia menyapa Rembulan di depan Lewis, karena itu tidak akan pernah terjadi! Lebih tepatnya Lewis tidak akan memberikan mereka waktu untuk berbicara.


Sudah sangat hafal bagi El sifat dari Lewis, Abang sepupu nya itu lebih dominan dengan sifat sombong, dingin dan kejam itu sangat melekat pada nya. Berbeda dengan adik laki laki Lewis, itu masih terlihat humble orang nya. El bahkan lebih dekat dengan kedua adik sepupu nya itu di banding Lewis.


Saat ini Rembulan telah sampai di dapur untuk menyiapkan tempat cemilan di atas nampan besar itu, kemudian tiba tiba saja ada yang menghentikan pergerakan tangan nya ..


Greb!!


El menahan pergelangan tangan Rembulan tiba tiba membuat Rembulan seketika memekik kaget. Dan lebih kaget lagi dia saat melihat yang menahan tangan nya itu adalah El teman nya.


"Kau ..!" Rembulan tersentak dengan tindakan El ini memelototkan mata nya kaget.


"Hai, kita bertemu lagi!" El manjawab sambil tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya pada Rembulan. Lesung pipi di sebelah kiri El pun terlihat sangat menggemaskan saat dia tersenyum.

__ADS_1


"El .. bagaimana bisa kau kesini? Dan tangan mu ..-" Ucap Rembulan lirih karena melihat tangan El yang masih menahan pergelangan tangan nya.


Rembulan sedikit malu dan kaku berhadapan dengan El saat ini. Bagaimana tidak, Rembulan menjadi rendah diri saat tau identitas dari Elvano Enver Alister, yang biasa di sapa El. Ternyata yang menjadi teman nya itu bukan orang biasa melainkan salah satu keluarga berpengaruh di kota X sama seperti Keluarga suami nya.


"Ah, maaf! Aku hanya ingin menyapa mu saja .." Jawab El singkat. "Aku tidak menyangka jika kita akan bertemu seperti ini, bukan hanya menjadi TEMAN saja ternyata kau juga menjadi KAKAK IPAR KU .." Lanjut El lagi pada Rembulan.


Namun ada yang berbeda dari tatapan El saat mengatakan itu, sorot mata nya terlihat dalam dan sendu. Ada kesedihan dari gurat wajah nya El. Seketika perasaan Rembulan tak nyaman dengan tatapan itu!


"A-Apa yang kau bicarakan El?" Masih tidak mengerti arti tatapan dari Elvano.


"Haha! Apa nya? Aku hanya tak menyangka saja kita bertemu dengan mendadak begini Rembulan .." El mencoba santai menjawab Rembulan saat ini.


"Habisnya kau tidak pernah mengangkat telpon ku, bahkan kau tak membalas pesan dari ku" Ucap nya kembali seakan berharap balasan dari pesan yang di kirim nya pada Rembulan.


Deg


"Astaga, maafkan aku!! Demi Tuhan aku lupa untuk mengabari mu saat itu, setiba ku di rumah ternyata ponsel ku kembali rusak lagi bahkan tak bisa di gunakan kembali .." Jelas Rembulan dengan perasaan bersalah pada El reflek memegang tangan El.


"Ck! Apa kau serius? Aku kira kau melupakan aku karena tak menghubungi ku kembali mulai saat itu." Ucap nya sedikit di buat kesal di hadapan Rembulan.


"Yak, mana mungkin aku melupakan mu! Kau adalah teman pertama ku El, sudah pasti akan selalu aku ingat ." Jelas Rembulan kembali diiringi kekehan kecil, merasa lucu dengan ungkapan El barusan.


"Aku juga saat itu langsung di bawa menginap ke hotel oleh suruhan Tuan Mu ..' Ekhm maksud ku orang suruhan Suami ku." Lanjut Rembulan hampir saja keceplosan dengan panggilan nya kepada Lewis.


"Baguslah jika kau selalu mengingat ku, ingatlah selalu kalau kau mempunyai teman yang bisa diandalkan plus tampan seperti aku" Balas El sambil terkekeh akibat kenarsisan nya.


"Hahaha!! Ada ada saja .. kau cukup narsis juga ya" Rembulan ikutan tertawa bersama El di samping nya.


El yang melihat tawa sang Rembulan pun kembali terpesona untuk kesekian kali. Betapa manis nya wajah itu saat tertawa lepas begini dan senyum kecil tersungging dibibir nya melihat itu.


"Kalau boleh tau, bagaimana bisa kau menikah dengan sepupu ku?" Tanya El memberanikan diri walaupun sedikit segan.

__ADS_1


Rembulan yang mendapat pertanyaan seperti itu pun bingung harus menjawab apa, tidak mungkin dia membeberkan fakta yang sebenarnya. Jika sampai itu terjadi sudah bisa di pastikan Lewis akan murka.


"Mereka berdua sepupuan ternyata!" Monolog Rembulan dalam hati.


"Ehm, itu sebenarnya ada sedikit masalah kenapa aku bisa menikah dengan nya, panjang cerita nya El. Hehe .." Rembulan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Apa ada masalah? Jika iya maka aku bisa membantu mu .." Ucap El dengan cepat karena merasa ada yang Rembulan sembunyikan dari nya.


"Tidak ada masalah yang serius El, semua bahkan berjalan dengan semestinya. Kau jangan khawatir aku pasti mencari mu jika aku butuh bantuan mu!" Balas Rembulan tersenyum merasa beruntung memiliki teman yang peduli pada nya.


"Ya, itu harus! Kau harus memberitahu ku jika mendapatkan kesulitan, apa kau mengerti gadis kecil..? Ucapnya pada Rembulan yang mencebikkan bibir nya kesal di panggil dengan sebutan gadis kecil kembali.


"Ck! Iya iya, aku akan memberitahukan pada mu. Jangan panggil aku gadis kecil lagi El, kau selalu saja membuat kesal ..!" Terlihat menggemaskan saat Rembulan mengungkapkan kekesalannya pada El.


"Hahaha .. oke maafkan aku!" Baiklah seperti nya kita sudah terlalu lama disini, aku khawatir orang orang mencari mu diruang keluarga." El mencoba mengingatkan Rembulan.


"Astaga!!! Kenapa kau tidak Beritahu sedari tadi, aku pergi dulu sampai bertemu lagi El ..! Ucap Rembulan berpamitan dan tergesa gesa mengambil nampan berisi cemilan yang disusun Rembulan tadi.


"Iya, sampai jumpa lagi lain waktu!" Ucap El tersenyum. Sampai jumpa di hari berikutnya, dan berharap saat itu nanti aku tidak terlalu sakit lagi melihat mu dengan nya! Batin El sendu.


Rembulan pun kini berlalu meninggalkan dapur, sedang El masih terdiam di samping meja untuk menenangkan hati nya. Sebenarnya masih banyak yang ingin dia tanyakan pada Rembulan, tapi dia sadar itu tak baik untuk mereka berdua bukan? Apa kata keluarga besar jika melihat mereka mengobrol di tempat yang tak ada siapa pun? Tentu saja efek negatif nya berimbas untuk Rembulan juga dirinya.


Tidak! El tidak mau jika Rembulan sampai dipandang buruk oleh keluarga Wilson. Biarlah perasaan nya dia simpan dalam hati saja, itu jauh lebih baik dari pada memaksakan kehendak merebut Rembulan dari Lewis!


Sangat yakin El, bahwa jika mereka berjodoh pun akan kembali padanya. Dia hanya cukup mengikhlaskan dan bersabar, tapi akan lain cerita jika Rembulan berpisah dari Lewis. Sudah pasti dia akan maju untuk mendapatkan kembali cinta nya yang layu sebelum ditanam.


El berbalik melihat punggung Rembulan yang menjauh dari dapur, tatapan yang masih menyiratkan sendu itu sangat terlihat di mata seseorang yang sedari tadi berdiri di belakang pilar besar terletak di belakang lemari penyimpanan dapur. Tak ada yang menyadari keberadaan nya karena sedari tadi El dan Rembulan sangat seru berbincang.


Seseorang itu bahkan mengepalkan tangan nya geram mendengar obrolan antara El dan Rembulan, bagaimana tadi Rembulan tertawa lepas sambil memegang tangan El pun dia masih ingat. Ternyata kedua nya mempunyai hubungan di belakangnya! Batin seseorang itu.


...----------------...

__ADS_1


Hai, terimakasih sudah membaca karya Author ya 😍 jangan lupa tinggalkan jejak mu di kolom komentar, serta like nya 💜


__ADS_2