
Next..
Setelah nyawa nya terkumpul semua, Rembulan bergegas melepaskan pelukan nya dari tubuh kekar suami nya itu. Sangat memalukan jika tiba tiba Lewis terbangun, dan melihat dia dengan sangat santai memeluk tubuh mahal Lewis.
Hufft!!!!
Terdengar hembusan nafas kasar saat ini, ternyata saat Rembulan berusaha keras melepas kan pelukan nya, malahan Lewis yang begitu kuat mendekap Rembulan. Mungkin alam bawah sadar Lewis mengira Rembulan masih gelisah dalam tidur nya.
Karena setelah Lewis berbaring di samping nya tadi malam, Rembulan kembali gelisah lagi dalam tidur nya. Rembulan merintih seolah kesakitan dan setelah nya terisak dalam tidur nya.
Sangat itu, ingin Lewis memaki saja tadi malam, batas kesabaran nya habis sudah dalam mengurus Rembulan. Tapi hati nya tidak tega untuk mengabaikan sang istri. Maka dari itu dia mengelus puncak kepala Rembulan dan mendekap nya erat agar semakin hangat.
Ternyata sangat ampuh!! Tidak sia sia Lewis melakukan itu semua. Bahkan Rembulan kembali tertidur pulas sampai Matahari menerangi bumi.
"Aku harus bagaimana, kenapa pelukan nya sangat kencang sekali?" Gumam Rembulan putus asa.
Lewis yang mulai sayup sayup mendengar kan ucapan Rembulan, mulai menajam kan pendengaran nya. Tapi tidak melepaskan pelukan, malah dia merasa nyaman sekali memeluk istri kecil nya itu.
"Baiklah, akan aku lihat apa yang akan dia lakukan.." Batin Lewis
Rembulan termenung memikirkan ide apa yang akan dia lakukan, apakah harus membangun kan Lewis? Tapi tadi suami nya itu mengatakan ingin tidur sebentar lagi bukan?
"Tuan!!" Panggil Rembulan kecil.
"Tuan!!!" Semakin kuat saja suara Rembulan.
"Apa aku harus mendorong nya kuat..?" Kini Rembulan akan nekat mendorong Lewis dari ranjang itu.
Lama lama dia sesak juga di peluk seperti itu, hanya tinggal membangun kan sang suami baru lah dia terlepas dari pelukan maut Lewis.🤣
Author : yaudah sama author aja deh, di peluk 2 hari 2 malam pun hayukk!!!
Sebelum rencana Rembulan terealisasikan, terlihat Lewis sudah membuka mata nya, dan menatap Rembulan tajam.
Begitu pun masih saja terlihat tampan.
Tega sekali gadis kecil itu!! Apa kata nya tadi? Mau mendorong nya!! Heh, yang benar saja.
"Hei gadis bodoh, ternyata kau licik juga ya? Setelah semalam aku merawat mu, pagi ini kau mau mencelakai ku? Begitu?" Suara Lewis terdengar lagi.
Sontak saja itu membuat Rembulan terkaget, Kenapa suami kejam nya ini mendengar isi hati nya? Rembulan masih mengira dia bicara dalam hati.
"Hah? Maksud Tuan apa, mana mungkin aku berani.." Balas Rembulan sangat kecil sekali suara nya, saking takut akan di lempar dari jendela.
__ADS_1
"Kau pikir aku tuli ya? Semua rencana jahat mu sudah aku dengar..!!" Lewis kembali berucap dan melihat wajah merah Rembulan yang tak berani menatap nya.
Posisi yang sangat nyaman untuk Lewis, berpelukan seperti pasangan romantis, tapi tidak dengan Rembulan dia saat ini sedang berusaha bernafas dengan benar saking malu dan gugup dengan posisi aneh mereka.
**kira kira begini yakk 🙈**
Author : kok gue yang bapereu liat nya 😌🤣
"Ck! Ternyata kau pandai membuat rupa nya, orang bisa tertipu dengan wajah polos mu itu." Lewis kembali dengan mode datar nya.
"Kau hanya salah paham Tuan, tapi aku sungguh merasa sesak saat ini.." Ucap Rembulan kecil menatap mata Lewis.
Lewis pun kini terpaku sesaat, menatap wajah sang istri yang baru saja bangun pagi ini ternyata sangat cantik di mata nya!!
Eits, maksud nya sedikit cantik.
Deg
Deg
Deg
Pandangan nya jatuh pada bibir ranum sang istri, bibir berwarna peach itu sangat menggoda!!!!!
"kenapa semakin di perhatikan, gadis ini semakin manis? Aissh!! Seperti nya hanya sedang halusinasi. Bagaimana bisa gadis buluk ini tiba tiba menarik perhatian ku.." Monolog Lewis dalam hati.
Masih saja dia menepis rasa kagum nya yang mulai tumbuh itu. Kini pun Lewis mulai meregangkan pelukan nya dari tubuh kecil Rembulan.
"Cih!! Menyusahkan!! Lewis kemudian turun dari ranjang, lalu menuju kamar mandi.
Rembulan yang masih ada di balik selimut itu pun sudah bisa bernafas lega, hanya tinggal menunggu suami nya itu keluar dari dalam sana.
10 menit berlalu kini Lewis telah selesai membersihkan diri, melihat sang istri masih duduk di pinggir ranjang dan entah sedang apa yang dia pikirkan.
Dia tidak ambil pusing, lalu mengambil baju dari lemari kemudian dia masuk ke ruang ganti yang ada di samping itu.
Tak lama Lewis kini telah rapi dengan pakaian casual nya, dan masih dengan posisi yang sama Rembulan duduk tak bergerak di pinggir ranjang.
"Hei, mau sampai kapan kau di situ? Bersihkan diri mu sebentar lagi pelayan datang mengantar baju ganti buat mu." Ucap Lewis datar pada Rembulan.
"Ya, terimakasih Tuan! Saya akan menunggu pakaian nya datang." Jawab Rembulan tersenyum kaku.
__ADS_1
"Hem!" Sahut Lewis.
Tak lama kemudian terdengar dari luar pintu di ketuk, sudah bisa di pastikan jika itu adalah Pelayan yang mengantar pakaian Rembulan.
Lewis membuka pintu dan terlihatlah pelayan wanita di sana, " Tuan, ini adalah pakaian ganti untuk Nyonya Muda." Pelayan tersebut memberikan paper bag dari salah satu brand ternama di tangan nya kepada Lewis, kemudian pelayan itu menunduk hormat lalu pergi setelah tugas nya selesai.
" Pakaian mu!" Ucap nya mengulurkan paper bag itu tanpa menoleh pada Rembulan.
"Terimakasih banyak Tuan!" Jawab Rembulan singkat, lalu berjalan menuju kamar mandi.
Setelah selesai dengan bersih bersih nya, Rembulan keluar dari dalam sana. Lewis yang sedang membaca majalah di sofa pun menoleh saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.
Pandangan Lewis terpaku pada sosok gadis yang berdiri kaku di hadapan nya saat ini. Rembulan yang kini menggunakan dress casual berlengan panjang, penampilan rembulan yang saat ini terkesan lembut.
**anggap aja begini 🙈**
"Ekhm!!" Lewis berdehem mengalihkan pandangan nya.
Rembulan kini berjalan ke arah Lewis.. "Tuan, hari ini apa yang akan saya lakukan?" Tanya Rembulan pada suami nya. Karena menurut perjanjian waktu itu, semua yang di lakukan oleh Rembulan akan berada dalam kuasa Lewis.
Rembulan yang hanya bisa menerima keputusan Lewis saat itu, apakah daya nya? Hanya seorang anak yang tidak di harap kehadiran nya di rumah.
"Hari ini kita akan bertemu orang tua ku, aku harap kau tidak akan membuat kesalahan nanti nya. Bersikap lah yang sopan, jangan banyak bertanya, jika ada yang mereka tanya kan jawab saja seadanya. Kau paham kan?" Jelas Lewis panjang lebar.
Rembulan pun mengangguk paham, meskipun dia sama sekali tidak terima dengan apa yang di katakan oleh sang suami, tapi dia tidak bisa membantah. Itu sudah peraturan yang di buat oleh Lewis, jadi tidak ada kesempatan untuk menolak.
Padahal Rembulan sangat ingin membaur dan bisa berhubungan baik dengan Mertua nya nanti, tapi Lewis nya seperti tidak mau Rembulan terlalu akrab dengan kedua orang tua nya.
"Baik, aku paham Tuan" Jawab Rembulan singkat.
"Satu lagi, jangan panggil aku Tuan di hadapan Keluarga ku! Panggil dengan biasa saja.." Ucap nya kembali pada Rembulan.
"Iya Tuan!" Saya akan melakukan dengan baik.
Selesai dengan obrolan singkat itu, kini Lewis dan Rembulan sarapan bersama di dalam kamar, sarapan yang telah di siap kan oleh pelayan saat dia sedang membersihkan diri tadi.
...****************...
Hallo, gak bosan banget Author minta dukungan selalu ya 💜
like dan saran yang membangun nya!! Terimakasih 👋
__ADS_1