
Selamat membaca 💜
...----------------...
Next ..
Selesai dengan perkenalan singkat pun kini mereka semua masuk ke dalam mansion yang tak kalah luas dari mansion sang mertua. Luas nya mansion dengan desain sederhana tapi megah yang mereka kunjungi benar benar membuat Rembulan sangat kagum.
Ternyata tak jauh dari pintu masuk pun terlihat sebuah meja makan besar, bukan hanya itu yang menarik perhatian mereka. Terutama Rembulan dia kaget saat melihat keberadaan seseorang apalagi orang itu dia kenal.
Sejenak Rembulan terdiam pandangannya masih terpaku pada seorang yang dia kenal itu. Sangat terlihat jelas ekspresi kaget dan terkejut nya Rembulan, begitupun sebalik nya kenalan Rembulan itu tak kalah kaget juga dengan dia.
"Dia .. apa dia juga kerabat dekat keluarga Wilson?" Batin Rembulan bertanya tanya.
Tatapan mata seseorang itu sangat dalam, terlihat sekali dia syok melihat kedatangan Rembulan dengan Lewis. Sungguh dia tidak tau bahwa yang akan mereka sambut adalah Lewis, sepupu nya!!
" Shittt!! Takdir macam apa ini? Selalu saja dia lebih unggul dari ku! Dan apa lagi ini ... kenapa Rembulan bisa ada bersama nya?" Seseorang itu pun terlihat sangat tidak terima dengan apa yang ada di depan nya saat ini.
Saling tatap itu pun masih berlangsung, karena orang di sekitar mereka juga sedang sibuk saling menyapa. Begitu banyak kerabat yang mereka undang untuk menyambut keluarga Wilson. Tidak heran mereka melakukan acara kumpulan besar seperti itu di karenakan keluarga Wilson tidak menetap di kota X. Bisa dihitung beberapa kali dalam setahun mereka mengadakan acara acara seperti ini.
"Sialan!! Berani nya mereka berdua bertatapan seperti itu disini!" Geram Lewis kecil sekali. Dia yang berada di belakang Rembulan bisa melihat bagaimana ke dua orang yang ada di hadapan nya itu saling tatap.
Sudah jelas jika tatapan kedua nya itu menyiratkan keterkejutan satu sama lain. Setelah hampir sebulan tak lagi berjumpa, kini mereka di jumpakan dalam kumpulan keluarga besar seperti saat ini.
Deheman Lewis yang di belakang nya membuat Rembulan tersentak kaget membuyarkan pertanyaan yang ada di pikiran nya sesaat. Dia menoleh ke arah Lewis merasa tidak enak hati akibat lamunan nya tadi.
"Ekhm! Kenapa kau berubah menjadi batu? Apa kaki mu tidak bisa bergerak maju ke depan sana.." Ucap Lewis berbisik di telinga Rembulan.
__ADS_1
Tidak hanya itu kini sebelah tangan Lewis melingkar di pinggang nya, sontak saja perbuatan Lewis membuat nya merinding disko.
Hembusan nafas hangat yang menerpa telinga dan leher nya sangat terasa. Rembulan menjauh sedikit dari Lewis, dia jadi kaku dan tak nyaman dengan tindakan Lewis saat ini.
"Apa apaan dia ini, kenapa tangan nya ada di pinggang ku? Betul saja dia mencari kesempatan dari ku! Dasar ca bul" Kini Batin Rembulan memaki Lewis.
"Ma-Maaf, aku hanya belum terbiasa saja dengan keramaian." Cicit nya kecil sekali, tentu hanya Lewis yang bisa mendengar nya karena jarak mereka yang sangat dekat sekali.
Sesekali dia menyingkirkan tangan Lewis yang masih nangkring di pinggang nya. Bagi siapa yang melihat posisi itu tentu saja sangat terlihat romantis, tidak salah mereka menilai di karena kan masih Pengantin baru bukan?
"Jaga sikap mu! Jangan membuat malu nama Keluarga ku, kau paham?" Lewis membisiki kembali, tapi ini dengan sedikit remasan lalu elusan ringan di pinggang Rembulan Lewis berikan.
Bisa di tebak saat ini Lewis tengah kesal, karena melihat interaksi antara Rembulan dan Seseorang tadi. Dimata nya itu seperti sepasang kekasih yang baru saja bertemu bukan? Ck!! Ada ada saja Lewis ini 🤣
...----------------...
Rembulan yang melihat para pelayan menyiapkan makanan di meja itu pun terperangah, ini semua makanan mewah dan mahal. Terlihat dari masakan nya, pasti ini di masak oleh Chef Profesional.
Banyak nya kerabat yang datang ada sekitar 25 orang, itu pun hanya para orang tua paruh baya saja yang datang dan beberapa anak seusia lebih muda dari Lewis dan Rembulan. Seperti nya meja makan ini memang di khusus kan untuk acara makan keluarga besar.
Tak banyak percakapan di meja makan, karena sarapan yang terlambat membuat semua nya makan dengan lahap.
"Makan lah yang banyak sayang, kau harus bisa menaikan berat badan mu agar sedikit berisi" Ucap Nyonya Wilson pada Rembulan, tentu saja itu menarik perhatian yang lain nya pada Rembulan dan tersenyum mengiyakan ucapan sang Nyonya itu.
Semua di sana terlihat sangat ramah dan hangat menyambut dia sebagai menantu keluarga Wilson. Tidak seperti bayangan nya sedari tadi, yang mana dia akan di nyinyir oleh orang orang yang tak menyukai nya.
Namun, tidak ada yang tau jika di antara semua orang ada seseorang yang merasakan sakit di hati nya, saat mendengar penjelasan Paman James tadi sebelum acara makan di mulai.
__ADS_1
Tatapan nya pun sedari tadi hanya tertuju pada Rembulan saja, di samping itu pun Lewis memperhatikan gerak gerik seseorang itu. Dia kesal sendiri karena bisa menemukan tatapan suka di mata Pria itu pada Istri nya!!
Ya, seseorang yang di maksud Lewis itu adalah seorang Pria. Pria yang pernah dia lihat berbincang dengan Rembulan di taman kurang dari sebulan yang lalu. Tidak hanya berbicara, bahkan ke dua nya terlihat sangat dekat saat itu sampai Lewis berpikiran yang tidak tidak tentang Rembulan.
Siapa lagi jika bukan Elvano Enver Alister!! Pria yang tak kalah tampan dari Lewis itu pun menjadi incaran para gadis muda di luar sana.
Kesuksesan tidak berpatokan pada usia saja, terbukti dari Lewis dan El yang usia nya terpaut 4 tahun lebih muda. Namun Elvano sudah mampu memimpin perusahaan di usia muda. Tak ayal pun El di gadang gadang akan mengikuti jejak sang Penguasa Bisnis di kota X selanjut nya.
Usia El yang baru 24 tahun itu memang terbilang muda untuk menguasai bisnis bukan? Apa lagi Bisnis di berbagai bidang Properti dan Program Pengembangan sistem. Sungguh hebat sekali keturunan Keluarga Alister itu.
Tak jauh juga pembahasan ringan sedari tadi adalah seputar Pernikahan Lewis dan Bisnis Elvano. Rembulan yang sedari tadi hanya diam menyimak cerita yang lain nya, dia cukup kaget serta kagum pada pria yang telah jadi teman nya selama hampir 1 bulan ini. Ya, walaupun baru satu kali bertemu sih.
"Bagaimana bisnis mu El? Sudah lama kau tidak mengunjungi Paman El .." James bertanya pada salah satu ponakan nya itu sambil menyelesaikan sarapan nya yg terlambat.
"Baik Paman! Ya maaf, kan aku juga sibuk Paman makanya tidak sempat berkunjung ke Perusahaan. Hehe .." El menjawab sambil nyengir pada Paman nya itu.
"Selalu saja begitu, ck! Jadi kapan kau akan mengenalkan pada kami semua calon Istri mu?" Balas Paman James dengan santai nya.
Elvano yang mendengar pertanyaan sang Paman pun seketika murung, teringat jika pilihan hati nya telah di nikahi oleh orang yang dia kenal bahkan orang itu adalah orang terdekat nya.
"Ck, Paman ada ada saja, Aku masih muda! Aku juga masih mau mengembangkan bisnis Paman." Balas El singkat, lalu melirik Rembulan sekilas.
Pun begitu bisa terlihat lagi oleh Lewis, bahwa sepupu menyebalkan nya itu melihat ke arah istri nya lagi. Rembulan yang masih menundukkan kepala nya pun tidak tau seperti apa sekarang ekspresi wajah sang Suami di samping nya.
...----------------...
Terimakasih sudah bersedia membaca karya Author 🥰 jangan lupa tinggalkan jejak ya di kolom komentar 💜
__ADS_1