Rembulan Yang Di Rindukan

Rembulan Yang Di Rindukan
Menangis


__ADS_3

Selamat membaca 💜


...----------------...


Kecanggungan terjadi antara Lewis dan Rembulan setelah beberapa saat berlalu. Toh juga mereka berdua menikmati nya tadi 😌


Badan Rembulan mungkin berada di ranjang tapi sekarang pikiran nya terbang melayang entah kemana!


Apa yang baru saja terjadi bagai mimpi, Lewis yang dia tau tidak pernah suka dengan nya kenapa tiba tiba saja mencium? Apa alasan nya..?


Atau mungkin ini akan menjadi salah satu tugas yang akan dia terima dari Lewis? Jika iya maka bisa saja Rembulan akan mati di usia muda 😂


Jantung nya yang seakan keluar dari tempat nya, membuat nya tak bisa bernafas dengan benar, apa lagi mengingat ciuman tadi dia juga sempat terhanyut bukan? Walau Lewis masih amatir berciuman tapi insting laki laki itu tidak pernah salah.


"Aku kenapa bisa diam saja tadi? Bisa bisa nya Aku bahkan ikut menikmati nya!!!" Rembulan menutup wajah dengan kedua tangan nya tiba tiba.


Lewis yang melihat Istri nya menutup wajah, sontak saja terkekeh geli dalam hati, Tidak ada yang bisa menebak ekspresi Lewis. Wajah merah Rembulan mengingat kan dia ciuman pagi tadi, bibir ranum itu terasa sangat Manis.


"Bangunlah! Hari ini kita akan keluar menemui kerabat dekat keluarga Wilson. " Ucap nya datar seakan akan tidak melakukan kesalahan.


"Cih!!" Dia tidak merasa bersalah ternyata!!


Semakin bersungut saja hati Rembulan di buat nya. Muka datar itu kembali lagi, tidak seperti tadi yang terlihat sangat menikmati kegiatan mencium bibir nya sampai jontorrr begini.


"Tu-Tuan, kenapa tadi mencium ku?" Akhir nya Rembulan memberanikan diri bertanya kembali pada sang suami, meski tadi sempat Lewis katakan di awal karena dia menggoda Lewis . Dari pada dia mati penasaran lebih baik tanyakan lagi.


"Tidak Ada alasan!" Lewis menjawab singkat lalu bangun dari ranjang.


Rembulan yang melihat sikap Lewis yang biasa saja, tentu merasa tersinggung. Rembulan merasa tidak di hargai oleh suami nya itu, setelah mendapatkan apa yang dia mau kini meninggalkan dia begitu saja??

__ADS_1


Bangun dari ranjang juga Rembulan kembali melontarkan pertanyaan yang mengganjal di hati nya ..


"Tunggu ..-"


"Apa aku terlihat gampangan di mata mu Tuan? Setelah kau mencuri ciuman pertama ku, kau tidak merasa bersalah sama sekali!!" Tangis Rembulan pecah saat itu juga, suara nya yang keras dengan air mata kembali mengalir di kedua pipi mulus nya.


Dia merasa sakit hati dengan sikap acuh Lewis itu, apa susah nya mengucap kan MAAF? Ya walau itu bukan masalah besar bagi sepasang suami istri, tapi tentu saja berbeda bagi dia dan Lewis karena tidak menjalani kehidupan pernikahan seperti pada umum nya.


Sensitif sekali Rembulan jika menyangkut tindakan yang dia dapat dari Lewis. Hidup dengan ketakutan sudah cukup dia rasakan selama bertahun-tahun dia berharap kini tidak ada lagi ketakutan lainnya yang bertambah apalagi yang berhubungan dengan suaminya Lewis.


Dia takut kalah untuk mempertahankan tembok yang ada di dalam hatinya.


Dia takut hati yang selama ini dia jaga jatuh pada orang yang salah, sebab tidak ada yang tahu yang terjadi ke depan nya. Tidak ada yang bisa menolak pesona seorang Lewis, apalagi dia hanya seorang gadis biasa yang kekurangan kasih sayang dari keluarganya.


Sikap Lewis yang lebih dominan dan pemaksa kadang membuat dia tertekan. Tapi, pengakuan Lewis tadi sangat bertolak belakang dengan sikap ketus selama ini padanya.


Itu jelas saja sangat mengganggu pikiran dan hati Rembulan, benarkah Lewis peduli padanya? Di samping itu, semuanya pun sangat tidak masuk di akal nya!


Sangat kaget juga dengan reaksi sang Istri, tapi lebih kaget lagi jika dia yang pertama mencium bibir itu. Apa lagi saat kejadian itu pun Rembulan tidak menunjuk kan penolakan, justru menikmatinya.


Masalah nya, tanpa Lewis sadari tadi Rembulan yang kaget pada saat itu telah mencoba untuk menolak dan mendorong nya agar menjauh.


Karena sudah diselimuti dengan keinginan yang menggebu untuk mencium bibir itu, akhirnya dia tidak sadar apa yang telah dia lakukan.


"Kau menangisi ciuman itu? Asal kau tahu itu pun juga ciuman pertama ku. harusnya kau merasa bangga menjadi orang pertama yang merasakan ciuman ku." Kesal rasa nya karena Rembulan menuduh nya seperti tadi.


Namun percaya lah wahai para pembaca, jauh di dalam lubuk hati nya Lewis sedikit senang karena menjadi yang pertama.


"Tapi kau lebih dulu mencium ku, aku adalah gadis baik baik bagaimana bisa kau melakukan ku seperti itu! Kau melecehkan ku Tuan .. huhu" Makin keras saja tangisan Rembulan.

__ADS_1


Pagi ini malah menjadi pagi yang membuat kepala Lewis pusing, tangisan itu pun masih belum reda tidak menyangka Istri nya akan menangisi ciuman pertama nya. Rencana nya dia ingin memarahi Rembulan pagi ini, namun semua berubah akibat dia yang tidak bisa menahan diri.


"Jadi mau bagaimana hah? Kau mau aku mengembalikan ciuman pertama itu?" Habis juga kesabaran Lewis, dia memijit pelipis nya berdenyut sakit.


"Bagaimana cara nya?" Rembulan masih se segukan menjawab Lewis.


"Aku akan mencium mu kembali ..." Lewis melihat reaksi Rembulan saat dia mengucap kan itu.


Seketika mata Rembulan kembali membola, semakin pias saja wajah nya. Kini yakin sekarang Lewis mencari kesempatan dalam kesempitan.


"Kau gila Tu-Tuan!!" Sentak nya kuat, dan percayalah kini tangisan itu semakin menjadi jadi keluar dari bibir itu.


"Gadis ini semakin berani saja pada ku! Begini lah susah nya jika mempunyai pasangan di bawah umur, ck!" Batin Lewis menggerutu.


"Hentikan tangisan mu! Kepala ku sakit mendengar suara mu itu. Atau kau mau aku kembali mencium mu?" Ancam Lewis habis sudah sabar nya yang sebesar biji sawi.


"Huhu!! Ternyata kau jauh lebih k-kejam dari pada yang a-aku tau Tuan ... huhu! Selain kejam ternyata kau juga ca-cab ul!! Rembulan terbata bata membalas Lewis, keberanian yang luar biasa dia punya!


Tentu ucapan Rembulan membuat Lewis melotot tidak terima, cabul katanya? Menyentuh perempuan di luar sana saja dia tidak pernah, kecuali Ibu dan adik nya. Apa lagi seperti yang di katakan Rembulan barusan, jiwa raga nya merasa terhina dong!


"Hei!! Jaga mulut mu, semakin lama kau makin berani menjawab ucapan ku! Ingat di surat perjanjian itu, kau harus patuh apa kata ku bukan?" Sentak Lewis kemudian tidak terima tuduhan Rembulan.


"Ma-maaf, Huhu!" Masih saja dia menangis di depan Lewis.


"Astaga!!!! Kepala ku semakin sakit di buat nya" Lewis berlalu meninggal kan Rembulan di tempat tidur. Memilih membersihkan diri ke kamar mandi lalu bersiap siap.


"Dasar manusia sombong, semoga saja Tuan Lewis tidak bisa lagi mencium siapa siapa lagi! Huhu..!" Batin nya.


...----------------...

__ADS_1


Terimakasih sudah mau membaca karya Author 🥰 jangan lupa tinggalkan jejak ya, like dan koment 🤩


__ADS_2