RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)

RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)
Rumah Anna


__ADS_3

19 Juni jam setengah delapan malam


Zafran dan kawan kawannya tiba di depan sebuah rumah yang terletak di Jalan Pahlawan Bogor. Kondisi rumah itu sudah tak dihuni, di beberapa tempat juga sudah ada bagian bagian rumah yang hancur.


" ini rumahnya?" Tanya Rion. " kecil juga, mungkin nanti bisa bagi dua lagi. Gua,Rion dan Dinda di areal bawah. Wildan dan Dimas di lantai satu." Ucap Zafran.


" oke, sekarang kita masuk kedalam." Ucap Zafran. " halo gaes...maaf telat.." Ucap Anton yang baru saja tiba. " yaudah... wajar lu telat...kalau Dinda yang telat... panjang urusannya." Ucap Zafran.


" please Zaf, jangan ganggu pikiran gua dong!!" Ucap Dimas dan Wildan. " eh enggak enggak, ayo masuk...Anton gabung sama Dimas." Ucap Zafran.


...****************...


" permisi...Assalamualaikum..." Ucap Zafran. Zafran memperhatikan sosok kuntilanak merah yang sedang duduk diatas tangga. " apa lo liat liat?" Tanya Mbak kuntilanak merah itu.


" apa sih? Sok asik lu!!" Ucap Zafran. " ayo Dan kita keatas." Ucap Dimas.

__ADS_1


" yang baju merah jangan sampai lepas." Ucap Wildan yang malah bernyanyi. " buruan!! Malah nyanyi lu!! Mending kalau enak...ini fals.." Gumam Dimas.


" Tarik sist!!!" Ucap Dimas. " semongkoo!!" Ucap Mbak kuntilanak itu. " kini tinggal aku sendiri...." Ucap Dimas. " merana di dalam sepii...." ucap Zafran.


" nah lokasinya pas nih... lu lukis dulu.... gua sama Anton keliling dulu..." Ucap Wildan. " Ayo bro!!" Ucap Wildan.


" misi mbak!! Kita disini enggak ganggu kok!!" Ucap Wildan. " iya silakan.." jawab Mbak kunti itu dingin. " idih jutek amat sih lu jadi hantu?" Gumam Wildan.


" Zaf... sini deh... ini ada foto gadis dan beberapa bungkus rokok disini!!" Ucap Dinda. " sebentar.... ini gua nemu buku harian.." Zafran membuka buku itu lalu membacanya.


" ini kan tulisan Anna?" Tanya Zafran dalam hati. " kenapa Zaf?" Tanya Rion. " ini ada buku harian... lu pegang dulu.." Ucap Zafran.


" hah? Hahahahahah.... lu punya Mantan Zaf?" Tanya Rion. " enggak nyangka si Zafran ternyata pernah laku juga." Ucap Dinda.


" Kita nemuin ini doang?" Tanya Rion. " iya, ayo kembali." Ucap Zafran. " Monitor...Dimas ayo ke check point..." Ucap Zafran.

__ADS_1


...****************...


" Gimana Zaf? Lu nemu apa aja?" Tanya Dimas. " ini gua cuman nemuin bungkus rokok sama Foto Anna, Mantan gua." Ucap Zafran.


" berarti selama ini lu boongin gua?" Tanya Dimas. " ya iya, tapi gua dikhianatin pas gua naik ke kelas tiga dan dia lulus SMP." Ucap Zafran.


" lu nemuin apa Dim?" Tanya Zafran mengalihkan pembicaraan. " ini sosok gadis bernama Amara dan Mbak Suketi. Kuntilanak merah." Ucap Dimas.


Dinda memperhatikan Zafran dengan tajam. Lalu ia tersenyum sambil menggoda Zafran. " Din? Ndin? Dim,Dan,Anton,Rion bantu gua." Ucap Zafran.


" Siapa ini?" Tanya Dimas. " Amara.... Zafran!!" Ucap Amara yang merasuki tubuh Dinda. " Amara...kamu kan meninggal karena sakit... enggak ada beban yang kamu bawa... kamu pulang saja ya!! Kita semua lagi kerja.." Dinda pun tertawa dengan keras.


"Hihihihihihi" Ucap Dinda yang tertawa dengan suara melengking. " gua benci suaranya!! Pulang kagak lu!!" Ucap Dimas yang memukuli kuntilanak itu dengan sepatu.


" ini enggak bakalan bener...kita berdoa saja!!" Zafran dan kawan kawannya pun berdoa. Setelah itu, Kuntilanak itu pergi dan Dinda jatuh lalu menangis histeris.

__ADS_1


" kenapa Ndin?" Tanya Zafran yang khawatir. " disini ada rel kereta enggak?" Tanya Dinda. " ada, kenapa emang?" Tanya Zafran. " mbak Suketi bunuh diri dengan menabrakan diri ke kereta. Setelah suaminya dipaksa menikah lagi dengan Maura." Ucap Dinda.


" Maura? Hmm... kunci selanjutnya telah gua dapat. Sekarang ayo kita pergi dari sini!! "Anak anak itu pun pergi dari rumah Anna yang semakin mencekam itu.


__ADS_2