
Arkan turun dari lantai tiga rumah neneknya, ia pergi ke meja makan untuk sarapan bersama mama papanya, dan keluarga besarnya. Terutama Amel yang hari ini akan langsung ikut dengan keluarga suaminya.
" Arkan sini makan dulu!!!" Ucap Bu Ranti yang mengambil nasi dari dalam baskom ke sebuah piring berwarna putih.
" iya..." Arkan duduk dan makan sarapannya dengan lauk telur dadar.
" Zafran... kata kamu rumah ini jual aja atau bagaimana ya??" Tanya Bu Ranti yang membuat semuanya terkejut.
" apa? Dijual? Jangan lah... rumah ini kan banyak kenangannya. Benar begitu Rani? Amel?" Tanya Zafran pada dua adiknya itu.
" lagipula mama udah enggak tahan tinggal disini... banyak hantunya, dan juga mama pengen menghabiskan sisa hidup mama di salah satu rumah kalian." Ucap Bu Ranti.
Karena Zafran sangat berbakti pada Sang mama, akhirnya Zafran mengizinkan Mama nya untuk tinggal di rumahnya bersama Dinda.
" Yaudah, Mama ikut tinggal bersama Zafran aja. Nanti ada Dinda yang bakalan nemenin Mama." Ucap Zafran yang memakan sarapannya.
" iya mah, Dinda setuju. Lagipula nanti kan Rumah Rani dan Rumah Dinda sama Mas Zafran enggak terlalu jauh. Nanti Mama bisa main sama Nisha dan Zahra.
" Mama..Papa...Arkan berangkat dulu ya!!!" Ucap Arkan. " iya Ranindri juga..." Ucap Ranindri. Dua anak iti pergi berangkat ke sekolahnya masing masing.
" Hmm... Rani..Zafran... anak kalian yang sulung itu nampak Akrab ya... dekat sekali seperti adik dan kakak sungguhan. Padahal mereka merupakan saudara sepupu." Ucap Bu Ranti.
__ADS_1
" Iya Ma.. kan Rani sama Kak Zafran emang dekat sekali." Ucap Rani sambil memakan sarapannya.
*********
Jam Pelajaran Matematika sedang berlangsung, Arkan sedang mengerjakan tugas matematikanya dengan serius, sampai teriakan salah satu siswi di kelasnya membuat semuanya menjadi panik.
" Aaaaaa!!!!" Teriak Husna, salah satu murid di kelas itu.
" Kenapa Husna???" Tanya Arina yang berusaha menolong Husna. Namun, Husna malah menatap Arina dengan tajam, ia tertawa sinis lalu mencekik Arina.
" Arkan!!! Tolong!!!!" Teriak Arina.
" Husna!! Lepaskan Arina!!!" Teriak Arkan.
" kamu siapa?" Tanya Arkan.
" Namaku Adalah Ashira Renata, Umurku 18 tahun. Aku seharusnya akan segera menikah dengan kekasihku. Namun, dia malah di nikahkan dengan kakakku melalui sebuah perjodohan." Ucap Husna.
" Dimana rumahmu??" Tanya Arkan.
Husna hanya bergeming, dia menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" kamu tidak tahu??" Tanya Arkan.
" Maafkan Aku selama ini telah menganggumu, aku hanya ingin memintamu melepaskan ikatan ini. Aku kesakitan." Ucap Husna yang kemudian pingsan.
" Ayo bawa dia ke UKS." Anak anak yang lain membawa Husna ke ruang UKS, sedangkan Arkan membantu Arina yang lehernya kesakitan akibat dicekik.
" Sakit Arkan!!!" Teriak Arina yang menangis.
" iya... nanti juga sembuh." Ucap Arkan yang menenangkan Arina.
*******
" Bagaimana kondisi Husna Mila?" Tanya Arkan pada Mila, bagian Divisi kesehatan di kelasnya.
" sekarang sudah stabil, biar dia istirahat dulu aja. emang ada apa sih?" tanya Mila.
" Husna kesurupan Mila, Masa kamu belum paham sih?" tanya Arkan yang bersandar di Pintu UKS.
" Kesurupan? yang benar saja Arkan?" Tanya Mila yang sebenarnya terpesona pada ketampanan Arkan.
" Heh benar benar cewek kuno, Masih belum mengerti juga." Ucap Arkan yang mencubit Pipi Mila.
__ADS_1
" Aww sakit tau Arkan." dua remaja itu malah saling kejar kejaran di Depan ruang UKS.