
Jam setengah tujuh pagi
" Arkan, Dinda, Zahra... ayah berangkat dulu ya!!!" Ucap Zafran yang mengusap kepala tiga orang yang sangat dicintainya itu.
" iya ayah, hati hati dijalan ya!!" Ucap Arkan yang menggendong Zahra. " oke... mas berangkat ya sayang!!" Ucap Zafran yang mengecup pipi istri menggemaskannya itu.
" ayah kita juga pengen!!" Zafran pun mencium dua jagoan kecilnya yang kini mulai tumbuh besar. " yaudah ayah berangkat ya!! Daahhh.." Zafran menaiki motornya lalu menancapkan gas motornya.
Setelah ayahnya berangkat, Arkan kembali memberikan Zahra ke Dinda sang Mama karena sudah terlalu berat.
" Mama.... udah selesai mencuci pakaiannya? Mau Arkan bawain ke teras enggak?" Tanya Arkan. " emang kamu bisa?" Tanya Dinda. " entahlah ma, tapi kata ayah coba dulu aja." Ucap Arkan.
" yaudah silahkan. Benar benar anak mas Zafran kamu Arkan." Ucap Dinda yang mengusap kepala anak laki lakinya itu.
Perlahan Arkan mengangkat ember berisi cucian itu, otot ototnya yang mulai tumbuh terlihat membuat Dinda terkagum kagum.
" Kamu membuat mama ingat sama papa dulu. Dia rela melakukan semuanya saat mama mengandung kamu dulu." Ucap Dinda yang memuji sikap Arkan.
__ADS_1
" iya ma, aku kan laki laki. Ya emang harus kuat." Ucap Arkan yang menurunkan ember berisi cucian di Teras rumah.
" Yaudah... nih pegang Zahra dulu ya!!" Ucap Dinda yang memberikan Zahra Pada anak Laki lakinya itu.
" iya ma, ayo Zahra kita bermain." Ucap Arkan.
*******
"Selesai juga, tinggal mandiin si Dede Zahra." Ucap Dinda yang membawa ember yang sudah kosong kedalam rumahnya.
" Arkan!!"
" alah... lagi pada tidur rupanya. Mending mandikan si Zahra dulu udah itu baru mandi." Ucap Dinda yang pergi ke kamar Arkan untuk mengambil Zahra.
" ayo sayang kita mandi." Ucap Dinda.
Dinda melepaskan semua pakaian anaknya itu, ia mulai memandikan anaknya itu dengan air hangat dan gerakan yang lembut.
__ADS_1
Setelah memandikan anaknya, Dinda memakaikan baju ke anaknya itu. Kemudian ia menidurkan kembali anaknya itu.
" kini giliran aku yang mandi." Ucap Dinda yang mengambil handuk miliknya lalu ia berjalan masuk kedalam kamar mandi.
Ia mulai melepas semua yang ia kenakan, kemudian ia mengguyurkan air ke tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun itu.
" brrr dingin" Gumam Dinda.
" huekkkk....huekkkk.." Dinda kembali mual mual. " kok jadi gini lagi sih? Apa mau punya lagi?" Tanya Dinda. Ia pun mengambil alat test pack di lemari kamar mandi. Dan hasilnya??? Ya... ia kembali positif akan memiliki anak ketiga.
" hah? Gimana ini? Masa mau punya lagi? Kan Zahra aja masih kecil." Gumam Dinda.
Ia pun mengelap seluruh tubuhnya dengan handuk, kemudian ia mengenakan kembali handuknya. Lalu pergi ke kamar Arkan.
" Arkan?? Kamu mau punya adik lagi!!" Ucap Dinda dengan perasaan campur aduk antara sedih, terharu,bingung dan bahagia.
" yaudah... kata ayah juga rezeki jangan ditolak..yang penting adikku nanti cewek dan cowok." Gumam Arkan. " aduh... kamu bikin mama makin pusing aja deh." Gumam Dinda yang menepuk jidatnya.
__ADS_1
" emang kenapa?" tanya Arkan. " Adik kamu si Zahra aja masih kecil, masa iya udah mau ada adik lagi?" tanya Dinda. " ya bagaimanapun itu sudah menjadi suratan takdir, kita harus bisa menerima itu." Dinda memeluk Arkan dengan erat sambil menangis.
TAMAT