RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)

RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)
Tragedi


__ADS_3

8 Tahun yang lalu, Jam setengah delapan malam


" Airin, kenapa kamu diam saja? Bicara sama papa." Ucap Pak Bambang. " Enggak apa apa kok pa, aku bingung dan kasihan saja sama Ririn dan Lauren, aku harus pergi meninggalkan mereka." Ucap Airin.


" Tenang saja, Ririn dan Lauren papa yang urus." Ucap Pak Bambang yang berusaha menenangkan Airin. " aku sama sekali tidak yakin pa dengan pernikahan ini. Apa kita batalkan saja ya??" Tanya Airin.


" Glepaakkk!!" Sebuah Tamparan keras mendarat di Pipi Airin.


" enak saja kamu main batalkan seperti itu. malu dong!! Dan kita enggak enak sama keluarganya Pak Zainal?" Tanya Pak Bambang yang sangat marah dengan ucapan Airin.


" lalu apa tujuan papa menikahkan aku? Bukan karena cinta kan?" Tanya Airin. " Kalau iya kenapa emang? Papa menikahkan kamu dengan Erik anaknya pak Zainal ya karena papa ingin menguasai perusahaannya punya pak Zainal." Ucap Pak Bambang.


" Papa jahat.... mau bagaimana pun aku tidak mau menikah kalau niat papa seperti itu." Ucap Airin yang pergi ke kamarnya.


" Airin!!!!" Teriak Pak Bambang yang mengejar Airin hingga ke kamarnya.


" Airin!!! Ingat pesan papa... kamu harus menikah dengan Erik anaknya pak Zainal. Kalau tidak papa akan bunuh kamu Airin!!!" Teriak Pak Bambang.

__ADS_1


" Papa!! Lepaskan kak Airin!!!" Teriak Lauren yang berteriak sambil berusaha meraih tangan kakaknya. Namun, apalah daya, Lauren terdorong hingga terjatuh ke lantai bawah.


"Lauren!!!!" Teriak Airin yang menangis histeris.


" Lauren!!!! Tolong!!tolong!!!" Teriak Ririn yang membuat pak bambang panik lalu kabur lewat pintu belakang setelah sekelompok orang yang dipimpin oleh Zafran masuk kedalam rumah.


" ada apa ini?" Tanya Zafran. " tolong bang!! Adikku jatuh dari lantai atas." Ucap Ririn yang menangis sambil memeluk adiknya.


" Ya sudah adiknya kita bawa ke rumah sakit." Ucap Zafran yang memeluk Ririn sedangkan warga yang lain membawa Lauren ke rumah Sakit.


Di rumah sakit, Pak Dokter keluar dengan wajah lesu. Hal itu membuat Zafran,Ririn dan Pak Andi khawatir. " bagaimana kondisinya dok??" Tanya Zafran.


" maaf dengan rasa menyesal kami tidak dapat menyelamatkan nyawa anak itu." Ucap Pak Dokter. " hah? Lauren!!!" Teriak Ririn yang masuk kedalam ruangan tempat Lauren ditangani dokter.


" Lauren!! Kenapa kamu pergi begitu cepat???" Tanya Ririn yang menciumi wajah jasad adiknya.


" Sabar ya Ririn!! Ucap Zafran yang berusaha menenangkan Ririn yang baru saja kehilangan adiknya.

__ADS_1


" Halo? Ri... Lauren tak bisa terselamatkan." Ucap Zafran. " hah? Kapan dibawa pulang Zaf?" Tanya Rion. " Malam ini akan dibawa pulang." Ucap Zafran.


" Oh oke. Gua tunggu." Ucap Rion


" Lauren kenapa bang?" Tanya Airin yang sedang di tenangkan oleh Vira dan Anita. Rion hanya menggelengkan kepalanya.


" enggak mungkin!!! Lauren!!!" Teriak Airin yang menangis histeris.


****


" Lauren!! Jangan tinggalkan kakak dan Ririn dong!! Kakak kan mau menikah minggu depan." Ucap Airin yang menangis diatas makam adik kesayangannya itu.


" Sabar Airin... mungkin ini cobaan buat kamu. Kamu harus kuat ya!!!" Ucap Vira yang berdiri di sampingnya. " bagaimana Nasib pernikahanku yang semakin dekat ini kak?" Tanya Airin yang nampak kebingungan.


" Tenang saja... disini ada Kak Zafran,Kak Rion, Kak Wildan..kak Vira dan Kak Anita kok yang akan membantu kamu." Ucap Vira.


" iya... sekarang kamu pulang ya!!! Udah malam nih!!" Ucap Anita. " iya kak, Ririn ayo kita pulang." Ucap Airin yang menuntun adiknya pulang meninggalkan areal pemakaman itu.

__ADS_1


__ADS_2