RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)

RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)
move on


__ADS_3

Kamis 6 Agustus


Dinda berjalan sendirian di lorong sekolah Harapan Bangsa. Kejadian Yang menimpanya beberapa waktu lalu membuatnya Penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


" kok jadi kepikiran sama kejadian Maura kemarin ya??" Gumamnya sambil terus melangkah di lorong kelas yang panjang dan cukup sepi. Ia semakin dibuat ketakutan dengan tetesan darah berwarna merah pekat yang berada beberapa meter di depannya.


" Mamaaa....." teriaknya yang melihat Maura yang mengenakan seragam sekolah dan wajah mengerikan, dan darah yang menutupi semua tubuhnya.


Dinda pun berlari menuju kelasnya. Dan ia menabrak Zafran yang sedang membaca Buku tentang misteri. " aww" Teriaknya saat terjatuh dan lututnya terluka karena membentur tembok.


"Aww.... sakit" teriak Dinda sambil memegang lututnya. " awas jatuh." Teriak Zafran. " telat" gumamnya sebal.


" Makanya Hati Hati dong. Mana yang sakitnya?" Ucap Zafran sambil memegang lutut putih Dinda. " ini lutut aku sama Tangan aku kotor." Zafran pun mengeluarkan botol minumnya dan peralatan medisnya.


" aww sakit Zaf." Teriak Dinda saat Zafran membersihkan luka di kakinya. " udah selesai kok." Ujar Zafran yang membereskan peralatan medisnya


" Thanks ya Niel, Aaahh" Teriak Dinda yang kakinya kesakitan hingga hampir terjatuh kembali. Untung Zafran segera menahan tubuh mungil Nesya.

__ADS_1


" Oh My God. Jantungku terasa sangat berdebar sekali bisa melihat orang seganteng dia. Sebaik dia." Gumam dia dalam hatinya.


" sudah ayo ke kelas. Nanti banyak anak anak lewat." Sahut Zafran yang melangkah duluan. " Zafran, tungguin. Kaki aku sakit. Aku takut kalau jalan sendiri." Teriaknya sambil berusaha berjalan.


" yaudah ayo naik, aku gendong kamu ke kelas." Dinda pun naik ke punggung Zafran. Anak anak kelas IPS 2 yang sedang berkumpul di depan kelas pun teriak Histeris melihat Zafran yang terkenal tampan bisa menggendong Dinda.


"Dindaa... so sweet banget!!" Teriak Vira dan Anita yang sedang duduk di bangku depan. " udah turun disini. Gua masih banyak tugas. " makasih ya Zaf." ucap Dinda dengan senang. Zafran pun kembali duduk di tempat duduknya.


...****************...


Dinda masih memandang Zafran yang sibuk dengan ponsel miliknya. Dengan Headshet masih terpasamg di telinganya. Ia nampak sibuk dengan ponsel miliknya itu.


"Din?Dindaa...." panggil Anita.


" eh iya ada apa?" Sahut Dinda yang terkejut. " ini, kerjain soal Biologi yuk!!" Seru Anita. " hmm.. ayo" Anita dan Dinda pun mengerjakan Soal Biologi yang diberikan oleh pak Deri.


Dinda baru saja selesai menyimpan buku Di Perpustakaan. Memang anak anak sudah pada pulang semua. Jadi dia terpaksa melakukan itu semua sendirian.

__ADS_1


" oke selesai. Tinggal pulang deh." Saat Dinda akan kembali keluar. Ia merasa ada yang tidak beres di belakangnya. Ternyata Sosok Maura ada di pojok perpustakaan, sedang duduk diatas lemari.


" kok perasaanku enggak enak ya?" Ucap Dinda yang memegang pundaknya. " udah ah aku langsung pulang aja." Dinda pun berlari ke areal lorong kelas. Di lorong kelas ia terjatuh.


Saat akan berusaha bangkit, ia merasa ada yang menahan kakinya. Aww... saat melihat kebawah, betapa terkejutnya dia saat melihat siapa yang menahan kakinya.


" aaaaa.....Mama.... tolong aku!!!!" Seketika Dinda langsung pingsan. Hampir beberapa menit ia tak sadarkan diri. Setelah akhirnya Zafran datang dan menyandarkan tubuh Dinda yang tinggi ke tembok.


"Din? Dinda!!bangun!!!" Ucap Zafran yang menggerakan tubuh Nurul namun dia tidak merespon. " gimana ya???" Zafran menggunakan cairan keringat di ketiaknya. "Hueekkkk, bau banget.... pake apaan sih???" Teriak Dinda yang terbangun dan mual mual.


"Itu cairan keringat gua" gumam Zafran. " hah? Zafran? Ngapain kamu kesini?" Tanya Dinda yang heran. " Tadi aku ngecek kelas atas dulu. Pas gua pulang liat kamu enggak sadarkan diri disini." Ucap Zafran.


" terus kamu mau ngapain lagi?" Tanya Dinda. " Ya mau antar kamu pulang lah." Gumam Zafran. Dinda mendorong tubuh Zafran dan berkata." Enggak usah. Aku bisa pulang sendiri." Ucap Dinda. Tiba tiba saat iaakan bangkit, ia terpeleset. Untung Zafran dengan sigap menahannya.


Jantung Dinda berdebar keras saat Zafran.menyangga tubuhnya yang basah akibat terkena air hujan. " nah kan? Keras kepala sih. Pokoknya ikut aku pulang!!" Ucap Zafran dengan tegas. Dinda pun akhirnya mengikuti apa yang diminta oleh Zafran.


Beberapa menit berlalu, hanya suara hujan yang menemani perjalanan pulang Defri dan Nurul. Setelah beberapa menit tak saling bicara... akhirnya Nurul mau berbicara kepada Defri. Zaf jalannya pelan pelan." Zafran hanya diam tanpa bicara.

__ADS_1


__ADS_2