
Jam setengah enam sore
" Ma... kok kakak lama sih pulangnya?" Tanya Rani yang sudah mulai bosan menunggu. " sabar ya sayang, kakak mungkin sedang dijalan." Ucap Bu Resa, Mama nya.
" Nah itu kakak datang." Ucap Bu Resa yang menunjuk putra sulungnya yang baru saja tiba. " ayo dek, pake jaketnya. Nanti kesorean." Ucap Zafran yang memutar balikan motornya.
" Sebentar Mama ambilkan dulu jaketnya." Ucap Bu Resa, beberapa menit kemudian Bu Resa datang membawa jaket berwarna pink untuk putri kesayangannya itu.
" Ini cepat pakai." Ucap Bu Resa, setelah mengenakan Jaketnya. Rani naik keatas motor Zafran yang terbilang gede itu. Rani dan Zafran pun berangkat ke rumah makan di jalan Cimanglid untuk membeli makanan.
" Ran, kamu mau beli apa?" Tanya Zafran pada adiknya yang berparas cantik itu. " aku pengen beli Ayam Bakar padang kak." Ucap Rani. " oke, kita beli yang di Cimanglid saja ya." Ucap Zafran.
" nah sampai, ayo turun." Ucap Zafran pada Rani. " pak ayam bakarnya empat potong," Ucap Zafran. " Makan disini apa di bungkus?" Tanya bapak penjual Ayam bakar itu.
" Makan dimana?" Tanya Zafran pada Rani. " Di rumah saja deh." Ucap Rani. " oh, bungkus saja ya pak empat potong ayam bakar." Ucap Zafran.
__ADS_1
" Oke ini semuanya menjadi Dua puluh ribu." Zafran memberikan uang dua puluh ribu pada bapak penjual ayam bakar. " ini pak." Ucap Zafran. " makasih." Ujar bapak itu.
" ayo Ran kita pulang," Ucap Zafran. " iya, makasih ya kakakku yang ganteng." Ucap Rani yang tersenyum kepada kakaknya itu.
...****************...
" Assalamualaikum... Zafran!!!" Ucap Dimas yang datang bersama Wildan dan Rion. " Waalaikumsallam. Eh ada teman temannya Zafran. Silakan duduk, sebentar ibu ambilkan minum dulu." Ucap Bu Resa dengan ramah.
" baik bu, terimakasih." Dimas,Wildan dan Rion duduk di kursi yang ada di teras rumah Zafran. " ini Silakan diminum sama Makanannya... maaf cuman kue kiloan." Ucap Bu Resa.
" terimakasih bu, jadi ngerepotin." Ucap Dimas. " sama sama, ibu kedalam dulu ya... tungguin Zafrannya lagi keluar dulu." Ucap Bu Resa dengan ramah.
" Assalamualaikum.... Pagi gaes.." sapa Zafran. " waalaikumsallam... lu udah ngopi belum? Kalau belum ngopi dulu sana. Ini udah mau malam dibilang pagi." Gumam Rion.
" iya maaf, Rani kamu masuk dan Ambilkan buku gambar punya kakak di kamar." Perintah Zafran. " baik kak," Rani pun berjalan kedalam dan Zafran ikut nimbrung bersama teman temannya.
__ADS_1
" kalian baru sampai?" Tanya Zafran. " iya Zaf, baru saja. Btw, lu nemu apaan lagi Zaf?" Tanya Dimas. " tunggu saja, lagi diambilkan dulu jawabannya." Ucap Zafran.
" yang tadi itu adik lu?" Tanya Rion. " iya, dia baru kelas tiga SMP." Ujar Zafran. " cantik juga ya!! Kulitnya putih, tinggi, menawan lagi." Ucap Rion.
" ini kak." Ucap Rani. " kasih aja ke Om Rion." Ucap Zafran. " ini om." Ucap Rani yang kemudian berjalan kembali kedalam rumah.
" ini apa Zaf?" Tanya Dimas. " itu merupakan gambar terakhir sebelum rumah itu ditempati oleh Dinda. Disana kayak ada gambaran pertemuan dua keluarga besar. Kira kira apa ya??" Tanya Zafran.
" pertemuan keluarga? Besar?pernikahan? Setau gua kayaknya ini Lamaran." Ucap Dimas. " bukan lamaran lagi atuh ini mah, kayaknya seserahan sama selamatan undangan." Ucap Rion.
" Kata gua, ini kayaknya lamaran digabung sama Seserahan dan selamatan undangan... dan undangan itu harusnya disebar keesokan harinya." Ucap Wildan.
" lu pinter juga dan, tapi yang bikin aneh. Kok masih ada surat undangan yang masih tersisa? Sama kok ada baju pengantin di rumah Maura?" Tanya Zafran.
" kuncinya, besok kita harus ke rumah Dinda dan penelusuran lagi disana." Ucap Wildan. " gila mantap dah, si Wildan jadi pinter sekarang." Ucap Dimas.
__ADS_1
" sip gua setuju. Mungkin di rumah Dinda kita bisa menemukan jawaban selanjutnya." Ucap Zafran. " Betul Zaf. Ini semua demi Maura, bagaimanapun dia adalah sahabat kita." Ucap Rion.
Maura yang menyaksikan hal itu hanya bisa menangis di pojokan rumah Zafran dan ia senang memiliki sepupu sebaik Zafran dan sahabat sebaik Rion,Dimas dan Wildan.