
Maura Febriyanti, seorang gadis cantik dengan rambut pirang kecoklatan. Adalah sepupu Zafran, lebih tepatnya anak dari Adik Mama nya.
Entah apa yang ada di benak bapaknya, hingga kekeh menjodohkan Maura dengan Agung. Anak sahabatnya yang berumur 30 Tahun.
" Ra, Maura.... Kesini sebentar." Panggil bapaknya yang sudah duduk bersama pak Feri dan Bu Mia. " apa sih? Aku lagi main sama kak Syifa dan Zahra." Ucap Maura.
" Maura... ini pak Feri, teman SMA papa. Dan ini adalah Agung, anak pak Feri yang merupakan pengusaha ternama di Jakarta. Papa harap kamu mau menikah Dengan Mas Agung." Ucap Pak Taufik, bapaknya Maura.
" tapi kan aku masih SMA," Ucap Maura. " Biarkan saja, mau tidak mau kamu tetap harus menikah dengan agung." Ucap bapaknya yang memaksa.
" jadi papa sengaja ajak aku ke gedung ini cuman buat jodohin aku? Papa jahat." Ucap Maura yang berlari ke kamarnya.
" sebentar ya pak." Pak Taufik mengejar Maura hingga ke Kamar di gedung itu. " Maura... kamu harus menikah dengan Agung, malu dong sama pak Feri?? Dan satu hal lagi, kamu jangan beritahu hal ini pada siapapun. Termasuk Zafran sekalipun." Ucap Papanya dengan nada mengancam.
Papa nya pun kembali ke ruang tamu, sedangkan Maura hanya bisa menangis sedih di kamarnya. " Papa jahat, papa tega jauhin aku dari Zafran dan jodohin aku dengan orang asing." Ucap Maura sambil menangis.
"Hueekkkk!!!!" Keluar sebuah cairan dari mulut Maura, ternyata itu adalah Darah. Karena ia adalah anak yang sangat pintar, ia mengetahui kalau itu adalah gejala dari penyakit paru paru.
__ADS_1
" Enggak.... semua jangan sampai mengetahui hal ini, percuma kalau aku bilang sama papa. Membuatku semakin menderita." Ucap Maura.
...****************...
Hari kematian Maura
Maura terdiam di tempat duduknya, membuat Dimas,Rion,Wildan,Vira,Anita dan Dinda khawatir. " Maura kenapa sih?" Tanya Dimas. " Mana gua tau!!" Jawab Wildan.
" Ra? Kamu kenapa sih?" Tanya Dimas. " Dim, aku titip permintaan terakhir aku. Aku minta maaf dengan kalian semua!!" Ucap Maura.
" kamu kenapa sih Ra?" Tanya Rion, lelaki yang selama ini menjadi kekasihnya. " aku sebenarnya besok akan menikah dengan seorang lelaki pilihan papa. Tapi aku tidak bisa menikah dengan lelaki itu, karena ini adalah hari terakhirku bisa bernafas." Ucap Maura sambil menangis. Vira,Anita dan Dinda pun tak kuasa membendung air matanya.
( Ilustrasi Zafran sembunyi di belakang mobil di depan sebuah butik ternama di Kota Bogor)
" ya sudah.... kalau begitu nanti aku akan sampaikan ke dia." Ucap Dimas.
Jam menunjukan Setengah Empat sore, Maura segera pulang ke rumahnya. Namun, di lorong kelas. Langkahnya terhenti karena hidungnya mengeluarkan darah. Cairan berwarna merah itu menetes dari hidungnya dan ia pun kembali muntah darah hingga sampai ke Ponsel miliknya.
__ADS_1
"Hmmpsss!!" Maura tak bisa berteriak saat Anna dan Arif membawanya secara paksa menuju Perpustakaan. " Hei diam kamu!! Kamu harus menerima akibat atas perbuatanmu. Aryo itu calon suami kakakku dan kamu sama sekali tidak berhak atas itu dan Kakakku menjadi bunuh diri akibat ulah papamu.." Anna membenturkan Kepala Maura ke Dinding lalu mencekik Maura hingga membuat Maura semakin muntah darah.
Saat Intan sudah lemas tak berdaya, Seluruh tubuhnya basah kuyup. Anna dan Arif pun segera melarikan diri keluar sekolah. Tanpa memperhatikan ponsel milik Intan yang terjatuh di lantai. Tak lupa mereka mengunci pintu kamar mandi agar Intan tak kabur.
Maura berusaha bangkit, namun usahanya sia sia. Ia kembali terjatuh dan kepalanya kembali membentur tembok lalu ia pingsan dan akhirnya ia kehilangan nyawanya didalam Perpustakaan yang penuh dengan buku.
" Lalalala..... hah??? Maura??" Ucap Dimas yang suaranya hampir hilang. " halo Vira? Cepat kesini!! Maura!!!" Vira yang sedang bersama Anita segera berlari menuju perpustakaan.
" kenapa Dim?" Tanya Vira. " itu...." Vira menutup mulutnya dan tak kuasa menahan rasa sedihnya. Seisi sekolah pun heboh dengan kabar kematian Maura.
" Halo Zaf? Lu yang sabar ya?? Maura Zaf!!" Ucap Dimas sambil menangis. " Maura kenapa dim?" Tanya Zafran yang tidak sekolah karena sakit demam.
" Maura udah enggak ada Zaf!!" Ucap Dimas yang berdiri di depan kamar mayat rumah sakit CJ. " Innalilahi wainna lilaihi rojiun, Maura!!! Kenapa lu tinggalin gua sih?? Hampir sebulan sikap lu berubah dan hari ini gua mendapat kabar kalau lu udah pergi." Batin Zafran dalam hati.
" Zaf!! Lu enggak kenapa kenapa kan??" Tanya Dimas. " Dim.... gua enggak apa apa, bilangin ke anak anak yang mau datang melayat silakan. Tapi saran gua khusus lu,Wildan dan Rion jangan dulu ada di pemakaman Maura. Gua khawatir Papanya Maura marah marah sama lu. Mending lu sama anak anak stay disini." Ucap Zafran.
" oke Zaf, gua segera pergi ke tempat lu. Dan nanti anak anak akan gua suruh kesana." Ucap Dimas.
__ADS_1
( Maura menghembuskan nafas terakhirnya, namun dia akan kembali untuk membalas dendam pada Anna dan Arif.)