
Mila dan Arkan sedang bermain main di depan ruang UKS, mereka saling kejar kejaran dan nampak tertawa bersama. di satu sisi, Arina nampak menangis sedih karena melihat Arkan nampak lengket dengan Mila. apalagi saat Melihat Arkan mengelap keringat yang ada pada kening Mila. karena hatinya sudah benar benar sesak. ia pun menghampiri Arkan dan menunjukan wajah sedihnya. " Arkan???" panggil Arina yang wajahnya sembab karena menangis. Arkan yang sedang bercanda berdua bersama Mila pun terkejut dan berusaha menenangkan Arina yang nampak menangis sedih.
" Arina?? maaf aku cuman bermain main saja dengan Mila." Ucap Arkan yang mengusap air mata yang keluar dari mata Arina yang menangis sedih. Arina menepis tangan Arkan dan menatap Arkan dengan tajam.
" Kamu kok enggak balik lagi ke kelas? kamu enggak sayang sama aku?? aku dari tadi masih nahan sakit karena dicekik dan kini hatiku yang terasa sakit karena aku melihat kamu bermain berdua bersama Mila." ujar Arina.
" Arina...aku bisa jelasin semuanya ini tidak seperti yang kamu pikirkan..." Ucap Arkan yang memegang kedua tangan Arina yang mungil.
" Enggak usah, kamu enggak usah menjelaskan lagi. aku udah tahu semuanya." Teriak Arina yang mendorong tubuh Arkan.
" aku mohon sekali lagi Arina, mengertilah... " Ucap Arkan yang berusaha meraih tangan Arina.
" Lepasin enggak? aku bilang lepasin!!!" Teriak Arina.
" Enggak Arina... aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu menerima permintaan maaf dariku." ucap Arkan yang memohon kepada Arina.
" Lepasin enggak!!!" Teriak Arina.
Disaat Arina Dan Arkan sedang berdebat, Husna bangun dan kembali kesurupan.
__ADS_1
" Arrrggggghhh" Teriak Husna yang kembali kerasukan oleh mahluk kembar itu.
" Husna??? kamu kenapa lagi?? Arkan tolongin dong!!" teriak Mila yang panik dan menangis histeris.
" Eh Mau nya kamu apa sih? masih merasuki tubuh temanku saha!!!" teriak Arkan yang kini emosi dengan Dua hantu kembar itu.
" Aku ingin Pulang!!!!" semua benda berterbangan, termasuk sebuah kotak kaleng yang ujungnya tajam. membuat kening Arkan terluka.
" Arrggghhhhh"
Husna kembali pingsan, Arina segera membaringkan Husna kembali. sedangkan Mila mengobati luka yang ada pada kening Arkan.
" Sabar ya Arkan... sini biar aku obati dulu." Ucap Mila yang meneteskan Antiseptik pada Luka di kepala Arkan
" Ahhh perihhh!!!!" teriak Arkan yang merasakan rasa perih di kepalanya.
" Iya... sabar ya Arkan... sebentar lagi selesai kok." Ucap Mila yang mengobati luka yang ada pada kening lelaki dihadapannya itu.
" Udah beres belum sih?" tanya Arkan. " iya ini udah beres kok." Ucap Mila.
__ADS_1
" Yaudah.... makasih ya Mila." ucap Arkan.
" sama sama." Jawab Mila.
********
" Kiri mang.." Ucap Ranindri yang akan segera turun dari angkot yang ia tumpangi dari sekolah untuk pulang ke rumahnya.
" Ini mang uangnya." setelah seluruh tubuhnya yang agak tinggi dan agak berisi itu. dia berjalan masuk kedalam gang yang agak jauh dari jalan ke rumahnya.
" Eh mau bareng enggak?" tanya Arkan yang kepalanya di perban.
" boleh, tapi itu kepala kamu kenapa Arkan?" Tanya Ranindri yang sedikit khawatir dan perhatian dengan Arkan.
" Biasa kejedot." jawab Arkan.
" hiks..hiks... kok bisa sih? makanya lain kali hati hati dong!!" Ucap Ranindri.
" iya... udah..jangan cengeng...kepala cuman berdarah dikit. yaudah ayo kita pulang." Ucap Arkan. Ranindri menaiki motor Arkan dan Arkan menancapkan gas motornya untuk pulang ke rumahnya.
__ADS_1