RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)

RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)
Rumah Dinda


__ADS_3

14 Februari Jam setengah sepuluh Pagi


Zafran,Dimas,Rion dan Wildan sampai di depan Rumah Dinda. Rumah berukuran besar berwarna putih dan abu abu itu memiliki halaman yang luas dan berpagar tinggi.


" ini Rumah Dinda Zaf? Besar juga ya!!" Ucap Rion yang kagum pada kemewahan rumah Dinda. " iya," Ucap Zafran.


" Kita masuk saja?" Tanya Dimas. " silakan." Ucap Zafran. " permisi, mau ketemu siapa ya?" Tanya Anton, sepupu Dinda.


" awww!!!! Sakit tau!! Kok lu nginjek kaki gua sih?" Tanya Anton yang meringis kesakitan. " oh lu manusia, gua kira hantu." Ucap Dimas.


" hantu? Gua manusia woy!! Apa bedanya emang??" Tanya Anton. " kemarin kita dari awal masuk ke sebuah tempat ketemu cewek, nah pas mau pulang tuh cewek hilang. Ternyata, cewek itu sudah lama meninggal. Dan kita semua parno, makanya gua injak dulu kaki elu." Ucap Dimas.


" Ya sudah, ada keperluan apa? Gua Anton, sepupunya Dinda." Ucap Anton ramah. " oh Gua Zafran dan ini teman teman gua." Ucap Zafran yang menunjuk temannya satu per satu.


" Dimas, Rion, Wildan." Ucap Ketiga anak itu secara bergantian. " kalian berempat mau ketemu Dinda buat apa?" Tanya Anton. " ada perlu sebentar." Ucap Zafran. " oke, ayo." Ucap Anton.


" Assalamualaikum... Dinda..." Sahut Anton. " Waalaikumsallam..." Ucap Karin yang membuka pintu. " anton? Mau apa kamu bawa anak anak ini?" Tanya Karin.


" mereka berempat mau ketemu sama Dinda." Ucap Anton. " what?? Sebentar...." Karin berlari menuju kamar dan memberitahu Dinda yang sedang bersama Ariani dan Mama nya. " Dinda..... ada empat cowok ganteng mau ketemu sama kamu." Ucap Karin.


" hah? Jangan jangan itu Zafran n geng lagi." Gumam Dinda yang berjalan menuju pintu utama. " Zafran? Mau ngapain kalian kesini?" Tanya Dinda.


" kita mau menelusuri rumah kamu Ndin, kemarin Zafran udah cerita rumah ini dijadikan tempat pertemuan dua keluarga besar. Bisa dibilang ya semacam Lamaran atau Seserahan gitu." Ucap Dimas.

__ADS_1


" oh iya, rumah ini sebelum di jual ke Bu Suci adalah sebuah villa." Ucap Anton.


" benarkah? Ndin, kita semua minta izin untuk mengetahui detail dari rumah ini. Ini demi maura," Ucap Dimas.


" Silakan." Ucap Dinda. " sambil kalian penelusuran, aku buatkan kalian kopi." Ucap Dinda. " baik, terimakasih. Om Anton bisa menemani kita? Ya barangkali ada temuan yang bisa kita tanyakan." Ucap Zafran.


" boleh ayo, tapi jangan panggil om. Nama saja." Ucap Anton.


Baru menaiki tangga, Zafran dan kawan kawan disambut dengan suara piano yang berbunyi sendiri. Membentuk alunan lagu ding dong ( Ritual pemanggil hantu di jepang).


" Oke sip. Serem juga, disambut sama lagu beginian." Gumam Dimas yang mengeluarkan buku gambar sama dengan Zafran.


" ini rumah kan gede banget, kita bagi dua saja." Ucap Zafran. " oke, seperti kemarin ya!!" Ucap Dimas.


" ruangan apa ini? Monitor.... Dimas..... disini ada ruangan yang terkunci, harap tanyakan ke Anton." Ucap Zafran melalui Handy Talkie.


" siap... Anton, kata Zafran ada ruangan yang terkunci. Ruangan apa itu?" Tanya Dimas.


" Silahkan buka saja, dobrak kalau bisa." Ucap Anton. " oke... monitor...Zafran pintunya buka paksa saja." Ucap Dimas.


" oke..." Ucap Zafran. " Gubragg!!!" Pintu itu terbuka dan ada sebuah ranjang tempat tidur kecil yang diatasnya terdapat handuk dan kain batik bermotif bunga. Dan beberapa ember air kembang di pojok ruangan.


" Apa ini Zaf?" Tanya Rion yang berada di sampingnya. " jangan dipegang!! Kita doakan dulu!!" Ucap Zafran. Zafran membaca doa dan seketika tempat itu bergetar hebat lalu mereka berdua terlempar keluar ruangan.

__ADS_1


"GEDEBUSHH!!!" Zafran dan Rion terlempar beberapa meter. Lalu mereka kembali dengan mengambil beberapa sampel barang seperti kendi,baskom, kain batik,minyak pala,aromaterapi dan cengkeh. Untuk beberapa benda ada yang tetap dibiarkan disana salah satunya handuk,tempat tidur dan beberapa mahkota yang terbuat dari bunga.


...****************...


Di tempat lain pun sama, Dimas dan Wildan tidak menemukan apapun. Kecuali sebuah kamar kecil. " kamar siapa ini Dan?" Tanya Dimas.


" ini kamar tamu." Ucap Anton. " sebentar, gua menggambarkan sesuatu dulu." Ucap Dimas yang mengambil buku gambarnya.


" hah?? Maura sempat muntah darah disini?" Tanya Dimas. " beneran lu? Ayo kita temui Zafran dan yang lainnya.


" Zaf, kita menemukan gambaran kalau Maura sempat muntah darah disini." Ucap Dimas. " lihat tuh, gua juga dapet banyak hari ini." Ucap Zafran.


" kok ada benda benda kayak gitu di rumahku?" Tanya Dinda yang duduk bersama Karin,Ariani dan Bu Suci.


" mana gua tau Din. Kira kira benda kayak gini dipake buat ngapain ya??" Tanya Zafran.


" Intinya sih buat pernikahan. Tapi gua enggak tahu fungsi utamanya apa? Mending saran gua bawa pulang dulu saja." Ucap Dimas.


" lu bener mas, Kita simpan dulu di rumah gua. Nanti gua tanyakan sama Mama atau tokoh penting disana." Ucap zafran yang memakan biskuit suguhan Dinda.


" Din, kita makan ya!! Bu Kue nya saya makan nih." Ucap Wildan. " Iya, silakan." Ucap Bu Suci dengan ramah. " lebih baik, kalian pulang dulu saja. Mungkin mama kamu tau. Kan bukannya mama kamu Kerja di Wedding Organization?" Tanya Dinda. " bukan, wedding organzer." Ucap Dimas. " Eh... Wedding organizer." Ucap Zafran.


" kalau begitu kita pulang ya mah, maaf merepotkan." Ucap Zafran dan kawan kawan. " iya, hati hati dijalan. Lain kali main kesini lagi." Ucap Bu Suci. " baik mah, Lu mau ikut Anton?" Tanya Zafran.

__ADS_1


" boleh, ayo... bibi Anton pergi dulu... Assalamualaikum." Ucap Anton yang pergi bersama Zafran dan kawan kawannya.


__ADS_2