RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)

RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)
New Chapter : punya adik lagi


__ADS_3

Dinda terdiam di kamarnya, sambil memperhatikan hasil test pack yang ternyata hasilnya menunjukan dia positif mengandung anak ketiganya.


" aku harus bagaimana ini?" Tanya Dinda yang menangis sambil kebingungan.


" mama kenapa?" Tanya Arkan yang masuk kedalam kamar mama nya. " enggak kok, kamu main aja sana." Ucap Dinda.


" mama habis menangis? Mama kenapa? Bilang sama aku ma.." Ucap Arkan yang mengusap air mata yang keluar dari mata mamanya.


" enggak kok... mama enggak apa apa.. kamu main saja sana." Ucap Dinda. Arkan memperhatikan alat test pack yang di pegang oleh mama nya.


" Mama masih bingung bilang apa sama ayah? Bilang aja, ayah enggak akan marah kok." Ucap Arkan yang menenangkan mama nya yang terus menangis.


" Iya," Ucap Dinda.


" mama mau makan? Arkan ambilkan ya!!" Dinda hanya mengangguk. Arkan pun ke dapur mengambil sayur sop kedalam mangkuk.


" nih mama makan dulu." Ucap Arkan yang menyuapi mama nya. Dinda semakin menangis sedih karena kini anak sulungnya sangat mirip dengan suaminya baik dari segi wajah dan sifatnya yang peduli pada dirinya.


" Arkan!! Kamu benar benar baik seperti ayahmu, kamu kenapa enggak main saja sih sama anak anak yang lain?" Tanya Dinda.

__ADS_1


" enggak mama, aku sayang sama mama. Apalagi diperut mama ada adik yang semoga aja lahir sehat." Ucap Arkan yang terus menyuapi mama nya.


" udah Arkan, cukup." Ucap Dinda.


" Udah? Yaudah nih minum dulu ma.." Ucap Arkan yang memberikan segelas air pada Dinda. " udah.." Ucap Dinda. Arkan pun menyimpan gelas itu di meja.


******


Jam menunjukan setengah lima sore, Arkan sedang bermain bola di lapangan bersama Jaka dan kawan kawan lainnya. Cuaca mulai mendung, dan dia ingat dengan mama nya. Ia khawatir terjadi sesuatu pada mamanya.


" aku pulang duluan ya..." Ucap Arkan.


Ia kemudian berlari menuju rumahnya, di perjalanan ia membeli es krim kesukaannya. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya.


" Assalamualaikum" Ucap Arkan pada Dinda yang sedang mengangkat jemuran sambil menggendong dede Zahra.


" Waalaikumsallam..hmm... mama pengen dong es krimnya.." Ucap Dinda yang mulutnya mengeluarkan cairan liur.


" tapi cuman satu ma.." Ucap Arkan.

__ADS_1


" gapapa,...mama cobain aja..cepetan nanti dede bayi dalam perut mama ileran." Ucap Dinda. " yaudah, ini buat mama..biar Arkan saja yang mengangkat jemuran." Ucap Arkan.


Dinda pun duduk diteras sambil menikmati es krim itu, sedangkan Arkan mengangkat semua jemuran. Setelah selesai, Arkan duduk disamping mamanya.


" sudah semua Kan?" Tanya Dinda. " sudah." Jawab Arkan.


" Horee.... ayah sudah pulang... nih mama mau punya dede lagi." Ucap Arkan.


" hah? Beneran Din?" Tanya Zafran.


" iya mas... gimana dong? Aku bingung mas." Gumam Dinda. " ya sudah, terima saja. Yang penting nanti bayi dan mama nya sehat. Ayo kita masuk kedalam. Hujan mulai turun soalnya." Ucap Zafran.


" iya.." mereka berempat pun masuk kedalam rumahnya dan tak lama kemudian hujan turun dengan derasnya.


"hujannya deras sekali ayah, anginnya juga kencang." gumam Dinda yang menatap hujan yang turun sambil menggendong baby Zahra.


" iya... semoga saja tidak terjadi apa apa ya Dinda.. ngomong ngomong kapan kita ke rumah sakit buat cek dede bayinya?" tanya Zafran.


" kalau mas ada waktu saja kita periksa." ucap Dinda. " oh yaudah." ucap Zafran yang mengelus perut Dinda dengan Lembut.

__ADS_1


__ADS_2