
Jam menunjukan setengah satu malam, Arkan terbangun setelah ada suara asing yang menganggu di kamarnya. " Suara apa sih itu??" Tanya Arkan yang bangun dari tempat tidurnya.
" Hei, siapa kamu?" Tanya Arkan yang melihat sesosok anak kecil berbaju merah dan berwajah aneh sama persis seperti yang ia lihat siang tadi.
Anak kecil itu berlari keluar kamar Arkan dan Arkan pun mengejar sosok hantu anak kecil itu.
" Hei berhenti!!!" Teriak Arkan yang membuat Zafran,Dinda dan Bu Ranti terbangun.
" Mama... titip Dinda ya!! Aku mau mengejar Arkan dulu." Ucap Zafran pada Bu Ranti.
" Baik Zaf, hati hati." Ucap Bu Ranti.
Zafran berlari mengejar Arkan yang terus berlari mengejar hantu anak kecil itu.
" kemana Dia?" Tanya Zafran pada Arkan yang sedang menggambar sosok hantu itu. " ini Ayah, dia berlari keluar. Cuman masalahnya kok dia datangnya ke aku? Apa jangan jangan karena aku bertemu dengannya siang hari kemarin?" Tanya Arkan.
" bisa jadi dia kasih kode ke kamu?" Tanya Zafran. " bisa jadi sih." Ucap Arkan.
" Emang disini ada anak kecil yang meninggal tidak ayah?" Tanya Arkan.
" ada... waktu itu dia meninggal karena kecelakaan." Ucap Zafran.
__ADS_1
" Aku rasa akan ada sesuatu yang bukan urusanku. Maka aku minta ayah ambil alih urusan ini." Ucap Arkan.
" baik Arkan." Ucap Zafran.
****
Siang harinya, Zafran datang ke rumah pak bambang untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan cucunya yang datang menghantui keluarga kecilnya.
" Assalamualaikum." Ucap Zafran.
" tidak ada jawaban, tapi pintu terbuka... ada apa ini?" Tanya Zafran.
" pak... sini deh.. pak Bambang kemana ya??" Tanya Zafran yang keheranan.
" pintunya terbuka gitu... ada apa ya?? Ayo mas kita masuk saja." Ucap Pak Ferdi.
Zafran dan pak Ferdi pun masuk kedalam rumah Pak Bambang. Betapa terkejutnya mereka saat menemukan rumah Pak Bambang dalam kondisi berantakan.
" Hei... Dik kesini... ada apa?" Tanya Zafran pada seorang anak kecil berusia delapan tahun yang memiliki wajah pucat.
" lah kok beda ya?? Coba saya gambar dulu." Zafran menggambar wajah anak kecil itu. Setelah menggambar wajah anak kecil itu, Zafran pulang dan memberikan gambar itu pada Arkan, anaknya.
__ADS_1
" Dek, kayak begini bukan hantunya?" Tanya Zafran. " bukan ayah, yang aku lihat dia pakai baju berwarna merah. Kalau yang ini gaun putih." Ucap Arkan.
" oh salah ya.. emang cucu nya pak bambang ada berapa emang Din?" Tanya Zafran.
" ada Dua kalau enggak salah." Ucap Dinda.
" Hmm... ada yang aneh...nanti Ayah ke rumah pak bambang lagi dan akan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Zafran.
" Ayah itu yang semalam aku lihat..." Ucap Arkan.
" hei nak, sini jangan takut...saya akan bantu kamu.. ada masalah apa?" Tanya Zafran.
" Maafkan kakekku.." Ucap anak kecil itu. " hah? maksudnya kenapa dek?" Tanya Zafran.
" kakek kamu melakukan apa emang?" tanya Zafran. " kakekku dan Pak Zainal melaksanakan suatu perjanjian dimana bibiku akan menikah dengan anaknya pak Zainal yang bernama Doni." ucap Anak kecil itu.
" Pernikahan itu sudah menjelang tahap akhir, namun sebuah kecelakaan menimpa diriku. aku jatuh dari lantai satu dan aku meninggal Dunia. sedangkan Cucunya pak Zainal meninggal karena jatuh sakit." ucap anak kecil itu.
" iya nanti saya akan menyelidiki masalah itu. sekarang kamu pulang saja dulu." ucap Zafran.
" baiklah.." anak itu lalu menghilang.
__ADS_1
Note: Maafin kalau tidak nyambung, Author juga butuh ngopi dan Konsentrasi