
12 juli jam setengah tujuh pagi
Zafran memarkirkan motornya di Parkiran SMA Harapan Bangsa Bogor. Dengan percaya Diri, Zafran Berjalan menuju kelasnya. Dengan wajahnya yang Tampan membuat semua Siswa terutama Anak anak perempuan Kagum padanya.
" Eh Maaf..." Ucap Dinda, seorang Murid Baru di sekolah itu. " Iya gapapa, Kamu murid baru disini?" Tanya Zafran pada Gadis bertubuh tinggi, berambut panjang berwarna hitam dan berkacamata itu. Gadis itu menjawab," iya aku murid baru disini, aku masuk Kelas ips 2." Ucap Dinda.
" oh kita sekelas dong. Nama kamu siapa?" Tanya Zafran. " Dinda Chairunissa Amalia. Panggil aja Dinda,Ndin, Nisa atau ica. Nama kamu siapa?" Tanya Dinda. " Namaku Zafran Danish Syafiq Khaerul Anwar. Panggil aja Zafran atau Afan." Ucap Zafran dengan memberikan senyuman yang ramah pada Dinda.
" Nama kamu panjang sekali. Aku panggil kamu apa?" Tanya Dinda. " Panggil aja Afan atau sayang juga boleh." Ucap Zafran. " kamu ya... malah ngebucin." Ucap Dinda sambil mencubit tangan Zafran. " Aww sakit tau!! Ayo kita ke kelas." Ucap Zafran. Dinda pun mengikuti langkah Zafran menuju kelas.
" inilah kelas IPS 2. Dengan anak anak yang seperti ini ya maklumin aja." Ujar Zafran sambil berdiri disamping Dinda. " Kenalkan ini Safira, Ketua kelas disini dan ini Dimas, Teman sebangku saya dan Wakil Ketua kelas disini." Ucap Zafran.
__ADS_1
" Dinda.." Ucap Dinda sambil bersalaman dengan Safira dan Dimas. " Saya Dimas... saya Safira...senang berkenalan denganmu." Ucap Dimas dan Safira. " Iya, aku juga senang kenalan dengan kalian." Ucap Dinda. " Baik Dinda... silakan duduk di dekat Anita." Ucap Savira dengan ramah. " Baik Terimakasih." Dinda pun duduk di Bangku paling belakang di kelas itu.
Baru hari pertama Dinda di sekolah itu sudah mendapat gangguan dari makhluk Halus. Berupa bisikan bisikan Ghaib. " Kamu Harus mengungkap Siapa pembunuh diriku?" Suara Bisikan seorang wanita terdengar jelas di telinganya.
" Halo... nama kamu siapa?" Tanya Dinda. " Nama aku Anita Nurcahya. Kamu siapa namanya?" Tanya Anita. " Dinda Chaerunissa. Panggil Aja Dinda." Ucap Dinda dengan ramah. "Oh iya senang berkenalan denganmu Dinda." Ucap Anita dengan ramah.
...****************...
Jam istirahat
" Heh anak baru ya!! Duit mana duit??" Ujar sekelompok Anak kelas Tiga yang bergerombol. " Enggak ada..." Ucap Dinda yang sedikit ketakutan. " oh enggak mau ngasih duit ya??" Tanya Salah satu anggota geng itu.
__ADS_1
" Heh...lepasin dia!!! Saya bilang lepasin!!" Teriak Zafran yang muncul dengan tatapan Eagle eyesnya. " Emang lo siapa? Mau jadi jagoan lu??" Tanya salah seorang Anggota laki laki di Geng itu. " Jagoan bukan siapa yang paling hebat dalam berkelahi, tapi siapa yang bisa membantu orang lain itu baru disebut jagoan." Tukas Zafran.
" Banyak omong lo..." Saat anggota laki laki itu akan menghajar Zafran. Ia melirik ke salah satu sudut kantin dan melihat seorang siswi dengan luka dikepala dan tatapan menyeramkan. " Aaa!!! Hantu... ayo pergi dari sini." Ucap Ketua Geng itu.
" Dasar Orang Aneh, siang siang mana ada Hantu? Kamu enggak apa apa?" Tanya Zafran. " Enggak... makasih ya udah mau tolongin aku.. hiks hiks." Ucap Dinda yang menangis memeluk Zafran. " Udah jangan menangis lagi, ada aku disini." Ucap Zafran yang mengusap Air Mata Dinda. " Yaudah kita balik ke kelas yuk." Ucap Zafran yang menuntun Dinda kembali ke kelas.
...****************...
" Zafran..Bisikan aneh... dua hal yang baru aku temui di tempatku yang baru ini. Tapi Zafran Ganteng juga ya!! Tapi aku enggak pede, aku insecure banget dan aku enggak yakin bisa pacaran apalagi sampai menikah dengannya... tidak... itu sangatlah tidak mungkin." Gumam Dinda sambil berjalan menyebrangi jalan Raya Ciapus yang terbilang ramai.
" Bang ojek.."Teriak Dinda pada Tukang ojek. " Ojek neng? Ayo." Dinda pun naik salah satu motor yang akan mengantarkannya pulang. " Sudah neng?" Tanya tukang ojek itu. " sudah bang," Ucap Dinda. Motor itu melaju kedalam areal komplek hingga sampai di depan sebuah Rumah minimalis berwarna kuning.
__ADS_1
" Ini bang Uangnya." Ujar Dinda sambil turun dari motor itu. " Eh neng ini kembaliannya." Sahut Tukang ojek itu. " lah saya kira sepuluh ribu, lima ribu rupanya. Kalau di kota sih sepuluh ribu." Ucap Dinda keheranan. " Disini ojek Cuman lima ribu aja neng, eneng baru disini?" Tanya Tukang ojek itu.
" Iya mang. Saya baru disini. Saya masuk dulu. Mari." Sesaat sebelum masuk kedalam rumahnya, ia melirik ke sudut jalan, ia melihat ada Gadis SMA yang tadi diteriaki oleh geng Kakak kelas itu. Ia pun segera masuk kedalam rumahnya.