RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)

RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)
Chapter 2 : Dijailin lagi


__ADS_3

Kringgg!!!!!!


Jam pulang sekolah berbunyi, setelah merapikan tas miliknya. Arkan segera berjalan menuju parkiran, Arina sudah sejak tadi pulang. Saat dia akan keluar dari parkiran, ia melihat sesosok gadis dengan wajah penuh luka. Namun dia masih mengenakan seragam.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, Arkan akhirnya sampai di depan rumahnya yang terlihat sangat sepi.


" Kok pintu enggak bisa di buka ya??" Gumam Arkan. Seketika ia terkejut karena ada yang memegang bahunya.


" siapa itu?? Eh mama... pintunya kenapa di kunci? Mama habis kemana dulu??" Tanya Arkan pada sosok hantu yang menyamar menjadi Dinda, Mama nya.


" Kak Arkan!!!" Sahut Ranindri yang datang ke rumah Arkan.


" Iya...Eh Ranindri, ada apa?" Tanya Fabian.


" Kita ke rumah nenek yuk!! Mama aku sama mama kamu ada disana. Bibi Amel akan segera menikah." Ucap Ranindri.


" lah bukannya mama aku disi....lah kok hilang? Aduh Aing mah. Dijailin lagi." Gumam Arkan yang menepuk keningnya.


" Dijailin siapa? Hantu?" Tanya Ranindri.


" Nah ini nih." Ucap Arkan.


" yaudah buruan atuh. Nanti keburu sore." Gumam Ranindri.


" iya ayo naik ke motor aku." Ucap Arkan. Keduanya menaiki motor dan pergi ke rumah neneknya.

__ADS_1


******


Arkan dan Ranindri pergi ke rumah neneknya yang berada di Kota sebelah. Mereka kesana langsung dengan mengenakan pakaian seragam sekolahnya masing Masing.


" Sampai juga.." Ucap Arkan dan Ranindri yang baru saja tiba di rumah neneknya.


" ayo kita kedalam." Arkan memarkirkan motornya, lalu Ranindri berjalan masuk kedalam rumah nenek Ranti. Mama dari Zafran dan Rani.


" Assalamualaikum.." Ucap Ranindri yang membuka pintu.


" Waalaikumsallam...eh cucu nenek sudah pulang." Ucap Bu Ranti.


" iya.." Ucap Ranindri.


" Arkan mana ya?? Dari tadi Dinda udah chat dia tapi cuman ceklis satu." Gumam Dinda.


" panjang umur kamu Zafran." Ucap Dinda yang menerima ciuman tangan dari anaknya itu.


Arkan melirik ke tangga berbentuk silinder itu, ia melihat sesosok gadis dengan pakaian kebaya lengkap seperti pengantin. Wajahnya putih, namun bibirnya juga nampak putih dan tatapannya kosong.


" Ma... bibi Amel udah nikahnya?" Tanya Arkan yang membuat semua orang disana terkejut.


" belum...nanti malam baru acara lamarannya, sekalian seserahan juga dari calon pengantin pria nya." Gumam Dinda.


" Lah.... kenapa sih dari tadi pagi Arkan dijailin terus sama hantu? Ada pertanda apa sih?" Tanya Arkan yang kebingungan.

__ADS_1


" yaudah...istirahat saja dulu. Mungkin kamu kelelahan." Ucap Dinda yang membelai rambut anak sulungnya itu.


" iya." Arkan dan Ranindri pergi ke kamarnya untuk ganti baju dan juga istirahat.


*********


" Aaaaaaaaa!!!!! tolong!!!! kakak!!!!!" Teriak Lala saat adiknya, Lili tak sadarkan diri saat selesai dirias.


" Lili????? bangunlah nak!!! Papa tidak mau kehilangan kamu. kamu kan akan menikah hari ini!!!" teriak Pak Jamal yang menepuk pipi anaknya itu.


" Pahh....Lili udah enggak ada!!!" Ujar Lala yang melihat adiknya itu sudah terkulai lemas tak berdaya. dengan wajah yang sangat pucat.


" Liliiiiii!!!!!!!!!"


Arkan terbangun, ternyata itu hanya mimpi. masalah belum selesai, tapi kini ada Zahra dan Nisha yang berdiri disampingnya dengan wajah pucat.


" Tolong!!!!"


dua sosok itu lalu menghilang seketika, Arkan yang tertidur dengan kondisi masih menggunakan seragam sekolahnya berlari keluar kamar dan menemui Zahra dan Nisha.


" kalian kenapa?" tanya Arkan.


" tidak kenapa kenapa... ayo makan." Ucap Zahra.


" iya." Ucap Arkan.

__ADS_1


yuk dukung novel ini dengan like,Vote, dan komennya...yang mau promosi juga silahkan.😊😊


__ADS_2