
13 November jam sepuluh pagi
Aku,Wildan,Rion dan Dimas sedang melakukan kebiasaan rutin, yaitu videocall dalam posisi berdekatan. Lucu sih, ya mau bagaimana lagi?emang Pada dasarnya aku dan ketiga kawanku adalah jomblo.
" Zaf, disana macet enggak?" Tanya Rion kepadaku. Padahal Rion berada tepat di belakangku. " Alhamdulillah macet." Ucapku pada Rion. " Dim, disana ada cewek enggak?" Tanya Rion.
" Enggak ada, coba tanya Wildan." Ucap Dimas. " ada, tapi disini ibu ibu semua." Ucap Wildan sambil tertawa terpingkal pingkal.
" Ya ampun, Dimas,Rion,Zafran,Wildan. Kalian enggak punya kerjaan lain bukan? Kok videocall posisinya berdekatan gitu?" Tanya Vira, ketua kelas yang terkenal galak.
" Ya inilah nasib sebagai jomblo." Ucapku pada Vira. " terserah kamu." Vira pun duduk di bangkunya, ia mengobrol bersama Dinda dan Anita. " Hmm... kok semakin lama aku merasa hidupku selalu lebih berwarna setelah mengenal Zafran? Ya Tuhan, tunjukanlah padaku kalau Zafran adalah jodohku." Batin Dinda dalam hati sambil menatapku.
" Din? Dinda??" Ucap Vira yang melambaikan tangan di depan Dinda. " eh iya kenapa?" Tanya Dinda. " ke kantin yuk!! Aku lapar." Ucap Vira.
" yaudah ayo." Vira,Dinda dan Anita pun pergi ke Kantin. " Ayo gaes...kita ke kantin..." Ucapku pada teman temanku. " gasss!!!" Ucap Rion,Dimas dan Wildan.
Aku dan teman temanku pergi ke Kantin untuk membeli Nasi uduk, maklum dari pagi belum sarapan.
" Bu Nasi uduknya empat." Beberapa menit kemudian, nasi uduk itu dibawa oleh Bu Warsih. " ini anak anak," Ucap Bu Warsih. " ini bu uangnya." Ucapku,Rion,Dimas dan Wildan.
__ADS_1
" Eh nanti kita kemana?" Tanya Wildan. " eh kita tanyain ke Syifa soal apa yang terjadi dengan Maura. Entar malam lu bertiga ke rumah gua ya!!" Ucapku pada Tiga teman somplak.
" hmm... oke" aku dan teman temanku meneruskan makan nasi uduknya.
" Si Zafran Ganteng juga ya!!" Ucap Dinda pada Anita dan Vira. " iya, apalagi dia orangnya baik,kalem tapi Dingin juga sih." Ucap Vira.
" selesai, ayo kembali ke kelas." Ucapku yang pergi dari tempat makan dan menghampiri Dinda,Anita dan Vira.
" Din," panggilku pada Dinda. " hah? Gimana ini Vir?" Tanya Dinda yang salah tingkah. " nikmati saja ya Din." Ucap Vira. " ha!! Apa?" Tanya Dinda.
" Kamu cantik ya!!" Ucapku pada Dinda. " apa sih jangan menggodaku!!" Ucap Dinda.
Jam setengah satu siang
" Gaes.... Bu Desi tidak datang." Semua anak di kelas IPS 2 bersorak ceria. " tapi ada tugas merangkum dari halaman 12 sampai halaman 34." Ucap Vira.
"Tidakkk!!!!" Teriak Rion. " Dinda, ambil buku di Perpustakaan. Zafran bantuin." Perintah Vira. " yes, i like it." Ucapku.
" Ayo Din." Ucapku sambil berlari. Tapi tanpa aku sadari di depanku sebuah pintu yang terkunci. " Gubraggghhhh" Semua teman temanku menertawaiku dan aku segera bangkit.
__ADS_1
" Pelan pelan dong Zaf," Ucap Dinda yang menghampiriku. " iya sayang, eh sayang." Ucapku yang salah tingkah.
" ayo ah, ngebucin mulu kamu." Ucap Dinda yang pergi duluan menuju perpustakaan. " woy tungguin!!" Aku berlari menyusul Dinda.
" Assalamualaikum..." Ucap Dinda dan Aku yang memasuki areal perpustakaan. " waalaikumsallam.." ucap Pak Sidik, penjaga perpustakaan.
" eh Bu Desi ngajar pelajaran apa ya??" Tanyaku yang kebingungan. " Eh dasar pikun!! Emang tadi si Mami Vira bilang pelajaran apa?" Tanya Dinda.
" Halo Vir, Bu Desi ngajar pelajaran apa?" Tanyaku pada Vira. " nah kan, salah sendiri sih. Aku belum juga bilang kamu udah main pergi aja." Ucap Vira.
" Iya maafin bu kosasih, eh bu ketua." Ucapku. " iya ih, cepetan ambil buku PKn." Ucap Vira. " cepetan ambil." Perintahku pada Dinda.
" Kamu kalau nyuruh kira kira dong!! Lihat tuh!! Tempatnya tinggi banget." Gumam Dinda. " sini." Aku menggendong Dinda. " cepetan ambil," Dinda pun mengambil buku sejumlah 30 buah.
" cepetan turun, badan kamu berat sekali? Kayak ngangkat karung beras aja." Ucapku pada Dinda. " ayo ke kelas." Semoga saja aku bisa mendapat hatinya Dinda.
" Ya Tuhan, kok jantung aku deg degan kayak gini?" Tanya Dinda dalam hati.
" Nah itu Dinda dan Zafran datang." Ucap Anita. " ish lama sekali!!" Ucap Vira. " Biasa si Dinda ngajak drama dulu." Ucapku. " Aaa!!!" Kakiku diinjak oleh Dinda. " ayo Din, kita kerjakan." Dinda berjalan menuju bangkunya dengan wajah yang memerah setelah aku menggendongnya tadi. Semoga saja aku bisa mendapatkan cintanya, walaupun di satu sisi aku harus fokus pada satu tujuan yaitu membahagiakan Maura.
__ADS_1