
1 oktober Jam setengah Sebelas siang
Dinda tengah duduk bersama Zafran di pelaminan. Dengan Gaun berwarna putih yang membuat Dinda terlihat sangat cantik. Dan Zafran yang mengenakan setelan jas berwarna putih yang membuatnya terlihat elegan.
"Selamat ya Zafran." Ucap para tamu undangan yang datang. Terutama kalangan teman teman Mama dan Papanya dulu.
" Zafran!!!!" Teriak Anita, Safira, Rion dan Dimas Yang sudah lebih dulu menikah. " Selamat ya Zafran Dinda Semoga langgeng sampai kakek Nenek." Ucap Safira yang datang bersama Rion. Suaminya.
"Safira... kamu nikah sama si Rion sekarang makin terlihat cantik aja nih." Ucap Dinda dengan Nada menggoda. " si Afnan nya mana?" Tanya Rion.
" itu disana. Afnan Dara.." kedua pasangan itu datang sambil memegang kamera DLSR milik Zafran. " Ada apa Zaf?" Tanya Afnan.
" ini kita mau foto bersama dulu." Ucap Zafran. " oh yaudah. ponselnya kasih ke Afnan dulu. Biar dia yang foto." Ucap Zafran.
" Afnan. Fotoin dulu ya..." ucap Zafran. " baik Zaf." ucap Afnan..
" oke... satu dua... tiga.. ganti gaya.... satu... dua... tiga.." ucap Afnan.
" oke selesai.... makasih ya... Selamat ya Dinda.... semoga kita dapet gendong bayi bareng.." ucap Safira. “ Makasih ya." Ucap Dinda dengan bahagia.
...****************...
Jam setengah sembilan malam
Dinda sedang duduk di dalam kamar. Setelah kewalahan menerima tamu yang masih datang hingga jam setengah delapan malam.
__ADS_1
" rame banget tadi ya. Kita sampai kewalahan kayak gini." Ucap Zafran. sambil mengibas ngibaskan tangannya.
Dinda mengunci pintu kamar. Dan kembali duduk disamping Zafran " sekarang kita ngapain?" Tanya Dinda. Zafran. membaringkan Tubuh Mungil Dinda di tempat tidur. Dan segera memeluk Dinda dengan erat.
Dinda mengusap kepala Zafran dengan lembut. Dan Zafran memeluk Dinda dan memberikan kecupan manis di kening istrinya itu.
...****************...
Satu bulan kemudian
" A Zafran." Sahut Dinda sambil memeluk Zafran dari belakang. " Apa sayang? “ tanya Zafran. “ ini” Sahut Dinda sambil membawa sebungkus plastik.
" ada apa Dinda?" Tanya Zafran yang terheran heran. " ini didalam plastik ada sesuatu." Ucap Dinda. Zafran membuka plastik itu dan terkejut karena melihat isi plastik yang merupakan Hasil Test pack yang bergaris dua biru.
" Hah? Aku bakalan punya anak?" Tanya Zafran. " Iya sayang.” Zafran dan Dinda saling menatap dan akhirnya berpelukan karena senang.
12 Juni sembilan Bulan kemudian
Zafran memarkirkan motornya di depan rumah. Ia pun turun dari motornya. Dengan keadaan masih mengenakan seragam Tim penyelamat, ia menemui Dinda, Istrinya yang sudah menunggu di bibir pintu.
" Dede...Ayah Pulang!!" Ucap Dinda pada Bayi dalam kandungannya yang sudah mencapai umur Sembilan bulan. " Sore... Mama Dinda,Dede Utun." Ucap Zafran sambil mengelus perut istrinya.
" Aahh!! Zaf, perut aku sakit!!" Teriak Dinda. " kamu mau melahirkan ya?? Sebentar mas ambil mobil dulu. " Zaf...cepetan...sakit banget ini." Ucap Dinda yang menahan sakit.
" Sebentar ya Sayang, mas ambil tas baju baby dulu." Zafran berlari kedalam rumah dan Mengambil tas berisi baju si baby. " Ayo Bu, sedikit lagi. Satu...dua.. ayo..." Ucap Bu Farida, Bidan yang menangani persalinan Dinda di Rumah sakit ternama di kota Bogor.
__ADS_1
" Aaaaaaa!!!! Hoeeekkk...hoeekkkk" Suara Bayi menangis dan membuat Zafran terharu. " Alhamdulillah." Zafran segera mengazani Bayi mungil berjenis kelamin laki laki itu.
Setelah mengazani Bayi mungilnya, Zafran menidurkan bayi itu di pangkuan Dinda. " halo mama Dinda." Ucap Zafran sambil terharu.
" Mas anak kita laki laki. Mau dikasih nama apa?" Tanya Dinda. " Mas mau kasih Nama Dia Arkan Danish Juniantara." Ucap Zafran. " Nama yang Bagus untuk anak kita yang tampan kayak bapaknya." Ucap Dinda.
" Udah kamu istirahat saja dulu. Biar Dede Bayi nya di urus sama Suster." Ucap Zafran. " Selamat ya Ayah Zafran. Selamat juga Mama Dinda." Ucap Zafran dan Dinda secara bersamaan.
6 Bulan kemudian
"Gubragghhh" sebuah pohon tumbang saat Hujan es di sertai angin kencang melanda Sebagian Kota Bogor. Pohon itu tumbang tepat di depan Rumah Dinda.
" Mama!! Gimana ini? Aku takut!! Dede Arkan juga nangis mulu." Ucap Dinda yang memeluk Bu Ranti. " Tenang ya!! Kita aman kok disini." Ucap Bu Ranti.
"Dreettt!!!" Ponsel milik Dinda bergetar. " Halo? Ayah.... kita takut!! Disini hujan Angin... sampai ada pohon tumbang di depan rumah." Ucap Dinda yang menangis.
" tumbang kemana Ndin?" Tanya Zafran yang berada di kantornya. " tumbang ke jalan, terus menimpa rumah yang ada di seberang." Ucap Dinda. " oke... Mas sama Tim nanti kesana.. dengerin ya!! Kalau udah kedengeran suara Sirine, Bawa dede Arkan keluar. Supaya dia bisa lihat mas melakukan evakuasi. Dan supaya nanti kalau dia udah gede jadi anak yang pemberani." Ucap Zafran.
" Baik Mas." Ucap Dinda. " oke, mas sama teman teman nanti kesana." Ucap Zafran. " oke Mas. Udah ya." Dinda menutup teleponnya. Dan menunggu Zafran dan Tim penyelamat datang.
" Wuiwww!!!" Suara sirine mulai terdengar dari kejauhan. " Ma, ayo keluar.. hujannya udah agak reda." Dinda dituntun oleh Bu Ranti, ibu mertuanya untuk berjalan keluar rumah.
" Assalamualaikum.." ucap Zafran yang turun dari motornya. " Waalaikumsallam, Mas aku takut." Ucap Dinda. " tenang, yang penting Dinda,Arkan sama Mama enggak apa apa kan?" Tanya Zafran.
" Enggak.." Ucap Dinda. " oke, Mas bertugas dulu ya!! Mama sama Dinda duduk aja di bangku teras. Perlihatkan kepada Arkan saat mas bertugas." Ucap Zafran yang bertugas mengevakuasi batang pohon yang tumbang.
__ADS_1
" Tuh Arkan, Ayah sengaja minta Mama buat kasih lihat kamu pemandangan ini. Agar nanti kamu bisa menjadi laki laki yang kuat dan bisa membantu orang orang. Kayak yang dilakukan Ayah saat ini." Ucap Dinda Pada Arkan yang berumur Enam Bulan.