RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)

RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)
Rahasia Hati


__ADS_3

Jam setengah Tujuh Malam


Dinda sedang berdandan di depan kaca besar seukuran tubuhnya yang mungil. Ya malam ini dia akan diajak jalan jalan oleh Zafran. Sekaligus memperkenalkannya pada dunia mistis.


" udah cantik belum ya??? Ya gapapa deh pake piyama sama jaket kayak begini juga. Lagian bukan mau ngedate ini." Gumamnya pelan.


"Kreokkkkk!!!" Pintu kamarnya dibuka oleh mamanya.


" eh anak Mama udah cantik. Mau kemana sih?" Tanya Mamanya yang duduk disampingnya membelai rambut panjangnya yang ada pita rambutnya. " Mau jalan dulu Ma," ucapnya pelan.


" Sama cowok??" Tanya Mamanya. " hah? Kok Mama tau?" Tanya Dinda yang heran. " itu diluar ada cowok, mau ajak jalan kamu katanya." Ucap mamanya sambil mencubit pipi Dinda yang gembil.


" Mama kenapa enggak bilang dari tadi?" Tanya Dinda yang sedikit kesal. " Ma, Dinda berangkat dulu ya!!" Ucap Dinda sambil mencium tangan mamanya.


" iya neng, hati hati ya... jadilah anak yang baik." Dinda pun menuruni tangga dan menemui Zafran di teras rumahnya. Betapa terkejutnya dia saat melihat Zafran yang benar benar tampan bak pangeran di negeri dongeng.


"Zafran?? Ini kamu???" Ucap Dinda yang terkejut melihat seorang laki laki yang menggunakan celana crame, jaket putih dan kupluk berwarna putih. Badannya juga berotot membuat Dinda luluh hatinya.


" oh My God. Terimakasih sudah memberikan pemandangan sebagus ini. Wuih... ganteng banget..." ucap Dinda dalam hati.


"Ayo Din. Kita pergi sekarang." Dinda pun menaiki motor Gede Milik Daniel.


...****************...

__ADS_1


Jembatan empang jam setengah delapan malam


" Zaf, kenapa kamu bawa aku kesini?" Tanya Dinda yang heran. Zafran menghentikan laju motornya, lalu ia turun diikuti Dinda yang juga turun.


" iya, aku akan memperkenalkan kamu dengan sesuatu yang baru." Zafran pun merangkul Dinda dan memperlihatkan indahnya malam hari di Kota Bogor pada Dinda..


" wiihhh keren..... aku enggak pernah melihat ini sebelumnya." Ucap Dinda yang kagum. Pandangannya tertuju pada Zafran yang mengaktifkan video di kameranya. Beberapa menit kemudian, kereta Api pengangkut galon Air Melintas tepat di bawah jembatan.


" kamu penggemar kereta ya??? Yang... apa sih Namanya Rail...Railfans iya itu. Benar bukan?" Tanya Zafran. Zafran pun menjawab," iya, sama bismania juga. Sekelompok orang penggemar bis." Dinda pun mengangguk tanda mengerti.


" Yaudah. Makan yuk!! Disini ada tempat yang enak banget buat ngobrol berdua." Seru Zafran. Mereka berdua pun makan siomay berdua di pinggir jalan Kota Bogor.


" Din, nanti kalau Maura sama Amara datang lagi. Kamu cukup tanya keperluan apa mereka ke rumah kamu. Sama kalau saya tiba tiba datang ke rumah kamu. Kamu juga pasti nanya kan. Ada perlu apa??" Ucap Zafran sambil mengibas ngibaskan rambut Dinda yang panjang.


" ini uangnya." Ujar Zafran. " terimakasih ya Den." Ujar tukang siomay itu.


" sama sama. Ayo Din." Ucap Zafran sambil menyalakan motornya.


...****************...


Jam setengah sepuluh malam


Setelah sampai dirumah. Dinda turun dari motor Zafran. Dengan bahagia ia menatap wajah Zafran yang mulai mengantuk. " makasih ya Zaf, atas apa yang terjadi hari ini. Semoga aku dapat belajar dari hal ini. Kalau begitu aku masuk dulu ya. " Zafran memperhatikan Dinda yang masuk ke dalam rumahnya. Setelah itu baru dia pergi pulang.

__ADS_1


Dinda pun masuk kedalam rumahnya. Ia menemukan Mamanya dan Ariani, adik perempuannya sedang tidur di sofa. " Ma? Mama... pindah ke kamar yuk!!" Sahut Dinda yang baru pulang Main bersama Zafran.


" eh eneng udah pulang? Tanya Mama nya. " iya ayo, Mama disini cuman nungguin kamu." Ucap Mamanya yang bangkit dari sofa. lalu membangunkan Ariani yang sedang tertidur. " yani...ayo bangun!!!" Ucap Mamanya sambil menggoyangkan tubuh Ariani.


" ish Mama, Aku ngantuk." Ucap Ariani sambil mengumpulkan tenaga untuk bangun. " yaudah deh kalau kamu mengantuk. Sini biar Mama gendong." Ariani pun digendong Mamanya ke kamar sedangkan Dinda sudah lebih dulu kamar.


Di kamarnya, Dinda kembali duduk menghadap kaca besar miliknya. Ia sedang menghapus Make Up yang tadi dia gunakan untuk Jalan dengan Zafran. Dengan piyama lengan pendeknya. Ia terus menghapus bedak dan lipstick yang ada di bibirnya.


Saat akan bangkit dari meja riasnya. Ia melihat dua gadis yang tak lain adalah Maura dan Amara. Sekarang mereka sudah tidak terlalu seram lagi. Dinda pun menoleh dan mencoba berkomunikasi.


" Amara? Maura??" Panggilnya pada dua gadis ada di hadapannya. " kalian perlu sesuatu?" Tanya Dinda hati hati. Mereka berdua menjawab," tidak, kami hanya ingin mengucapkan selamat atas berhasilnya kamu meluluhkan hati Zafran." Dinda pun menjawab," ya, terimakasih. Sekarang kalian boleh pergi." Setelah Dinda mengucapkan hal itu. Kedua gadis hantu itu pergi.


...****************...


Jam sepuluh malam


Zafran menyimpan motor miliknya didalam rumahnya.


Ia melihat Rani tidur sendirian di sofa tengah rumah. Mungkin ia menunggu dirinya pulang.


"Kasihan banget. Yaudah deh digendong aja ke kamarnya." Zafran pun menggendong adiknya ke kamar.


Setelah membaringkan adiknya di kamar. Zafran pun segera ke kamarnya. Karena dirinya sudah mulai mengantuk. Ia membantingkan dirinya diatas kasur lalu ia tertidur lelap.

__ADS_1


__ADS_2