RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)

RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)
Dia Kembali


__ADS_3

Airin sedang bermain bersama baby Zahra, sedangkan Arkan sedang mengerjakan PR sekolahnya. Ditemani Zafran, sang ayah. Dia mengerjakan tugasnya itu.


" Airin.... sini baby Zahra nya mau bobo dulu." Ucap Dinda yang mengambil bayi mungilnya itu. " Lauren?" Tanya Airin yang memanggil nama adiknya saat melihat sosok anak kecil mengintip dari balik pintu.


" sini ya...Dede bobo dulu, dari tadi kamu belum bobo juga." Ucap Dinda yang menimang malaikat kecilnya itu.


" Airin, kamu ngeliat si Lauren?" Tanya Dinda yang duduk sambil menyusui Anaknya itu.


" iya, kok dia ada disini sih?" Tanya Airin yang penasaran. Dinda yang bangkit lalu membisikan sesuatu pada Airin. " sejak Aku sama Anakku Zahra pulang, memang si Lauren sering berkeliaran disini." Bisik Dinda.


" apa?? Haaahh dia ngelakuin apa ke kamu?" Tanya Airin. " enggak kok, dia enggak ngelakuin apa apa ke aku." Ucap Dinda sambil menggendong bayinya.


" terus kenapa dia bisa ada disini?" Tanya Airin yang khawatir arwah adiknya tidak tenang dan menganggu keluarga Dinda.


" Zafran...Arkan!!!" Panggil Dinda pada anak dan suaminya.


" apa ma?" Tanya Arkan.

__ADS_1


" kamu merasakan kehadiran kak Lauren enggak?" Tanya Dinda. " bukan aku ma, Ayah yang mengalami itu. Udah sering lagi." Gumam Arkan.


" benar itu ayah?" Tanya Dinda pada suaminya.


" iya.... udah beberapa hari ini ayah diganggu sama si Lauren. Enggak parah sih." Ucap Zafran.


" Aaa!!! Dia ada di belakang kak Zafran!!" Teriak Airin. Zafran menoleh dan melihat Lauren sedang ada beberapa senti dari hidungnya yang mancung itu.


" Kak Ririn sedang dalam bahaya!!" Ucap Lauren dengan wajah pucat dan tatapan menyeramkan.


" hah? Din, ayah sama Arkan pergi dulu!! Ayah sama kakak pergi dulu ya!!" Ucap Zafran yang mencium kening istrinya dan anaknya.


Dijalan


"Lepasin!! Tolong!!tolong!!" Teriakan Ririn membuat semua orang datang untuk menolongnya. Namun, ayahnya hanya berdalih bahwa Ririn adalah anaknya dan dia berhak melakukan apapun.


" Diam kalian semua!! Dia adalah anakku dan aku berhak melakukan apapun." Ucap pak Bambang.

__ADS_1


" papa!! Lepasin aku!!" Teriak Ririn sambil menangis histeris.


" Hei...lepaskan dia!!!" Teriak Zafran.


" apa kamu hah? Dia adalah anak saya dan saya ayahnya, saya berhak melakukan apa yang saya mau." Ucap Pak Bambang.


" itu sama sekali tidak manusiawi, saya minta sekali lagi lepaskan dia!!" Teriak Zafran.


" tidak... saya tidak akan melepaskan dia!! Saya akan menikahkan dia dengan anak teman saya." Ucap pak Bambang sambil tertawa.


" anda benar benar harus masuk Rumah Sakit Jiwa," teriak Zafran Tegas.


" saya masih waras, saya masih sehat." Ucap Pak Bambang.


Tiba tiba Rion muncul dan merebut Ririn, sedangkan Wildan menangkap pak Bambang yang ternyata benar benar sakit Jiwa.


" Diam!!!" Teriak Wildan yang kini sudah menjadi polisi. " kamu enggak apa apa?" Tanya Rion. " aku enggak apa apa om," Ucap Ririn. " ayo ikut sama om. Kamu aman sekarang." Rion dan Zafran membawa Ririn ke tempat yang aman, sedangkan Wildan menangkap Pak Bambang untuk di Proses.

__ADS_1


" Aaaa!! aku takut!!" teriak Ririn yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya. " Tenang Rin, ini kakak kamu." ucap Rion.


" Ririn!!! kamu enggak apa apa?" tanya Airin yang nampak khawatir. " enggak kak, aku takut!!" Ucap Ririn. " udah, kamu jangan takut! kakak ada disini kok." ucap Airin yang memeluk adiknya dengan erat.


__ADS_2