
18 Januari jam setengah delapan malam
Dinda,Ariani dan Karin. Kakak dan adiknya, sedang duduk di kamar sambil memainkan aplikasi tiktok. Keceriaan mereka berubah saat suara aneh disertai lampu yang mendadak padam.
" Aaa!!! Gelap!!" Teriak Karin dan Ariani, sedangkan Dinda nampak tenang sambil memperhatikan kondisi di sekitarnya.
" Kakak, Adik... tenang..." Ucap Dinda yang menyalakan senter. " Woy hantu!! Muncul kesini...jangan ngeprank!!" Teriak Dinda. Lampu pun kembali menyala dan Maura muncul dengan posisi terbalik di langit langit rumah.
" Maura? Mau apa kamu kesini? Zafran dan yang lainnya sedang menyelikidi kematianmu." Ucap Dinda. " Menyelidiki, lawak lu?" Tanya Maura yang nampak kesal dengan Dinda.
" iya, coba kamu datang ke rumahnya dan lihat progress nya." Ucap Dinda. " padahal, mereka enggak usah Capek capek mengungkap kematianku. Lagipula aku sudah ikhlas." Ucap Maura.
" Tenanglah Maura, mereka berempat melakukan ini karena mereka sayang sama kamu." Ucap Dinda yang membuat Maura tak kuasa menahan air matanya.
" Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu." Maura menghilang dan Dinda kembali menenangkan Kakaknya dan Adiknya. " Tenang ya kak Karin, adik...kalian aman kok." Ucap Dinda.
__ADS_1
...****************...
" ayo...ayo tembak tembak....." teriak Zafran yang bermain Game perang bersama Rion,Wildan dan Dimas. " udah gua tembak zaf, tapi ujung ujungnya cuman di anggap teman." Gumam Wildan.
" tenang Dan, fokus sekolah dulu. Soal pacaran sambil jalan. Kayak si Zafran." Ucap Rion. " Kok jadi ke gua sih?" Tanya Zafran.
" Zaf mulai deh...lampunya kedap kedip kayak begini." Ucap Dimas. Maura kembali muncul dengan wajah yang sangat menyeramkan dan terdapat sosok kuntilanak dan pocong di belakangnya.
" Alamak.... Maura.. kalau berani one on one dong!! Jangan main keroyokan begini!! Gumam Rion. " Kenapa kamu bawa mereka? Kita sedang mencari solasi buat mengungkap kematian kamu." Ucap Zafran.
" Hasilnya gimana?" Tanya Maura. " tenang, usaha tidak akan mengkhianati hasil." Ucap Zafran. " Sok asik lu Zaf!!" Ucap Maura.
" eh lu fokus saja sama profesi lu, jangan ikut campur urusan gua." Gumam Zafran. " Zaf, lu sehat enggak sih? Gua begini karena takdir. Bukan karena profesi. Pake otaknya dong Zaf!!" Gerutu Maura.
" sebentar gua telepon Dinda dulu." Zafran menekan nomor di ponselnya. " halo? Ndin? Kamu udah makan belum?" Tanya Zafran.
__ADS_1
" udah, kamu udah belum?" Tanya Dinda. " udah tadi pas mau ke rumah kamu makan dua piring." Ucap Zafran.
" kamu lagi ngapain?" Tanya Zafran. " lagi menenangkan kakak sama adik, karena tadi liat si Maura." Ucap Dinda.
" oh yaudah, bilangin jangan pikirin apa apa. Termasuk hutang ke warung nasi Bi Kokom, karena bentar lagi tanggal 27 dan Kita Gajian." Ucap Zafran.
" sayangku!!gantengku!!! Bisa gak kasih saran yang lebih bermanfaat?" Tanya Dinda. " yaudah, Maafin aku ya my lovely sister. Bilangin aja berdoa buat kelancaran misi ini." Ucap Zafran.
" Zaf, lu liat kondisi dong!! Liat tuh tiga teman lu. Kan mereka jomblo semua!!" Ucap Maura. " maafin ya gaes." Ucap Zafran.
" Din, Si Maura kok bawa anak anak tongkrongannya sih?" Tanya Zafran. " eh mana gua tau!! Tadi dia kesini sendiri. Bilangin aja kalau mau nongkrong jangan di rumah. Kali kali ke Cafe,Mall atau Bioskop gitu." Ucap Dinda.
" Maura... kata Dinda kali kali lu ke Mall,Cafe atau bioskop gitu." Ucap Zafran yang membuat Maura kebakaran jenggot. " Bodo amat, gua pergi lagi. Semoga misi kalian sukses." Ujar Maura.
" iya, baperan lu." Ucap Zafran. " lu ngatain gua baperan?" Tanya Dinda. " eh bukan ke lu, tapi ke si Maura and the gangnya." Ucap Zafran membela diri. " oke... yaudah aku tidur dulu!! Bye!!" Ucap Dinda yang membanting ponselnya ke kasur. " sialan!!" Ucap Dinda.
__ADS_1