RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)

RESIDENT KIDS ( Ghost Hunter)
Penyesalan


__ADS_3

13 Desember jam setengah Delapan pagi


" Zaf, Sampai kapan lu murung seperti ini? Kita semua kawan kawan lu jadi khawatir." Ucap Rion yang duduk di depan Zafran bersama Dinda,Dimas dan Wildan.


" Asal lu tau aja Ri, gua menyesal banget malah ijin tidak masuk sekolah karena sakit." Ucapku sambil menatap foto Maura.


" Zaf, ini semua sudah terjadi dan lu harus kembali bangkit." Ucap Dimas yang berusaha membangkitkan semangatku.


" iya sih Zaf, Aku juga ikut sedih kalau kamu Seperti ini terus menerus." Ucap Dinda. " Terus gua harus gimana ri? Gua merasa bersalah banget sama Maura.


" Tenang Zaf, Kita lalui ini bersama. Dan sekarang fokuslah pada diri lu sendiri." Ucap Wildan yang terus mencoba membangkitkan semangatku.

__ADS_1


" kakak!!" Teriak Rani yang berlari masuk ke dalam kamarku. " Apa Ran?" Tanyaku pada Rani. " Syifa sama Zahra masuk rumah sakit. Katanya mereka menjadi korban kebakaran dan penyanderaan." Ucap Rani.


" hah!!" Aku segera bangkit dan segera pergi menuju rumah Sakit. Dimas dan yang lainnya pun ikut denganku. " Rumah sakit mana Ran?" Tanyaku pada adikku.


" Rumah sakit XC" Ucap Rani. " oke, sekarang juga kakak kesana.. Dinda ayo ikut denganku." Aku,Dinda dan kawan kawan pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Syifa dan Zahra.


"Zahra!!! Sadarlah.... aku mohon... kakak enggak mau kehilangan adik lagi." Ucap Syifa yang duduk di pinggir ranjang Rumah sakit.


" permisi, pasien atas nama Zahra AImira." Ucap Pak Didin, dokter yang menangani Zahra. " iya dok." Ucap Syifa. " begini, kalau sudah pulih Zahra boleh pulang dan soal administrasi sudah dilakukan oleh Mas Zafran." Ucap pak Didin.


" Zafran? Maksudnya dia yang membiayai Perawatan Zahra?" Tanya Syifa. " iya, kalau kamu ingin menemuinya mereka ada di dekat administrasi." Ucap Pak Didin.

__ADS_1


" Zafran!!" Teriak Syifa yang langsung memeluk Zafran dengan erat. " Tenang ya kak Syifa, Afan udah selesaikan semuanya." Ucapku pada kak Syifa.


" Makasih banyak Zaf, aku benar benar senang sekali." Ucap Syifa yang terus menangis di pelukanku. " oh iya, untuk kamu tinggal nanti. Zahra di rumah paman Teguh dan kak Syifa dirumahku. Rumahku dan rumah paman Teguh berdampingan kok." Ucapku pada kak Syifa.


" iya, kakak mau ketemu sama Zahra? Ayo." Aku dan teman teman pun masuk ke ruangan tempat Zahra dirawat. " Zah, tau enggak ini siapa? Ini Zafran Zah. Katanya kamu pengen ketemu sama Kak Zafran." Ucap Syifa.


Jari Zahra bergerak gerak. Ia pun mulai membuka matanya perlahan. " Aaku dimana ini?" Tanya Zahra kebingungan. " Kamu di rumah sakit, tenang ya Zah. Kamu sudah aman disini." Ucapku pada Zahra.


" Zahra.... berterimakasihlah pada Zafran. Berkat dia, kamu bisa pulang kalau kamu sudah pulih." Ucap Syifa. " Sudah...biarkan dia istirahat dulu. Mending sekarang kita pulang saja." Ucapku pada teman temanku.


" Syifa... Afan pulang ya!! Nanti ada Mama ku dan paman Teguh yang kesini." Ucapku pada Syifa. " baik Zaf, hati hati dijalan." Ucap Syifa.

__ADS_1


" iya... ayo.." Aku dan Teman temanku keluar dari dalam ruang rawat rumah sakit. Di pojok rumah sakit yang sepi, aku melihat Maura sedang berdiri. " sabar ya Maura!! Aku fokus menolong adik dan kakakmu dulu." Ucapku sambil terus melangkah berjalan pulang.


__ADS_2