
Beberapa tahun kemudian
Usia Arkan sudah memasuki enam tahun, ia pun sudah siap untuk memulai masa sekolah. Zafran memasukan Arkan ke sebuah taman kanak kanak Usia Dini ternama di Kota Bogor.
" Arkan... nih sarapan dulu." Ucap Dinda yang menyiapkan sarapan di meja makan. Kondisinya yang sedang hamil anak kedua membuatnya hanya mampu membuat Mie goreng untuk putranya itu.
" iya Ma.." Ucap Arkan yang duduk di meja makan. Ia memakan mie goreng buatan mamanya dengan lahap. " Ma... nanti mama tidak usah antar aku dan temani aku di sekolah...biar ayah saja yang antar.. nanti pulangnya aku bisa naik angkot." Ucap Arkan yang membuat Mama nya terkejut.
"Hah? Nanti kamu di sekolah gimana? Nanti kamu menangis siapa yang akan kesana?" Tanya Dinda.
" mama tidak perlu khawatir.. aku kan sudah terbiasa... udah latihan juga sama ayah...pasti aman kok." Ucap Arkan.
" Yaudah... sebentar ya...tunggu ayahnya dulu." Ucap Dinda.
" Arkan...ayo berangkat.." Ucap Zafran, sang Ayah.
" Ayah enggak sarapan dulu?" Tanya Dinda.
" Iya juga sih, yaudah sarapan dulu." Zafran memakan telur dadar yang sudah dibuatkan oleh Dinda, istrinya. " Assalamualaikum.." Ucap Bu Ranti yang membawa satu rantang makanan.
" Waalaikumsallam.. hore nenek datang!!" Teriak Arkan yang merasa senang.
" Cucu nenek mau berangkat sekolah ya!!" Ucap Bu Ranti.
" Iya nek... ini lagi menunggu ayah dulu." Ucap Arkan.
__ADS_1
" Sudah selesai, Dinda... Ayah berangkat dulu ya!! Dede yang sabar ya..nanti ayah cepat pulang kok." Ucap Zafran sambil mengelus perut istrinya.
" ih dede nya nendang, dia enggak mau ditinggal sama Ayah dan kakaknya." Ucap Dinda.
"Dede!! Kalau Ayah enggak berangkat...nanti mama kamu makan apa? Masa iya ayah kasih mama kamu rumput?" Tanya Zafran dengan nada menyebalkan.
" ish Ayah kira aku ini sapi? Yaudah cepetan berangkat." Ucap Dinda.
" Mama aku berangkat ya!! Dede kakak berangkat ya!!" Ucap Arkan sambil mengelus perut mama nya.
" Nenek...aku berangkat ya!! Mama aku berangkat ya!!" Ucap Arkan dan Zafran.
**
" Arkan..kamu sekolah jangan nakal nakal ya?? Nanti langsung pulang..." Ucap Zafran yang berbicara pada anaknya dari atas motor.
Zafran pun melanjutkan perjalanan menuju kantornya. Beberapa menit kemudian, Rani datang mengantar Ranindri bersama Egi, Suaminya.
" yah Kak Zafrannya keburu berangkat." Ucap Rani yang turun dari motor.
" Yaudah...kamu sama Ranindri masuk kedalam." Ucap Egi. Rani dan anaknya pun cium tangan pada Egi yang akan berangkat bekerja juga.
"Daahhh ayah." Ucap Rani dan Ranindri yang kemudian masuk kedalam areal sekolah.
**
__ADS_1
Rani sedang menemani anaknya makan siang, sedangkan Arkan hanya duduk disampingnya sambil menggambar.
" Kasihan ya Arkan..." Rani pun memfoto Arkan dan mengirimnya di status whatsapp miliknya.
" ish kasihan Arkan... mama, Dinda ke sekolah Arkan ya!! Kasihan dia diam saja.. tadi aku lupa kasih bekal." Ucap Dinda.
" yaudah ayo, sama Mama dan Pak Nandi."
Beberapa menit kemudian, Dinda datang bersama Bu Ranti ke sekolah Arkan.
"Arkan... maaf ya, mama lupa buatkan kamu bekal..nih ada bekal Chicken kesukaan kamu." Arkan pun mengambil kotak bekal itu lalu memakannya dengan lahap.
" Kamu makan sama Apa Ranindri?" Tanya Dinda.
" sama sayur kangkung kak Dinda." Ucap Ranindri.
" kakak nyobain ya?? Kasihan anak kakak nanti liuran." Ranindri tersenyum lalu memberikan tumis kangkung yang dibuatkan Rani ke kotak bekal Arkan. Dinda pun ikut memakan sedikit dari satu porsi makanan di kotak bekal Arkan.
" Ran, anak kamu berapa bulan?" Tanya Dinda. " empat bulan, kamu berapa?" Tanya Rani.
" enam bulan." Ucap Dinda.
" Din, pulang yuk!! Kasihan kamu udah enam bulan kandungan kamu. Rani mau ikut pulang ke rumah Zafran dulu!!" Ucap bu Ranti.
" nanti Ranindri bagaimana?" Tanya Rani. " itu gampang, mama sama Dinda udah pegang nomor salah satu guru. Nanti kalau udah pulang kita jemput." Ucap Bu Ranti.
__ADS_1
" oh yaudah, Indri, mama pulang ya!!" Ucap Rani. " iya ma, hati hati dijalan ya!!" Dengan berat hati, Rani meninggalkan anaknya di sekolah bersama Arkan yang memang sudah terbiasa sendiri.