
Hari ini varkha bangun pagi-pagi sekali, untuk pergi bekerja.
Varkha menyiapkan semua kebutuhan yang akan dia bawa ke kantor, seperti dokumen-dokumen perusahaan, dan beberapa materi yang akan di bawakan di rapat.
Varkha tidak sendirian, dia dibantu semua pembantu yang ada di samping nya, dari kecil sampai sekarang. mereka selalu setia pada varkha, ya meski varkha kerap kali cuek .
Varkha bersiap-siap selama 1 jam, dan akhirnya kelar, dan tidak di sangka kak qiza sudah menunggu di balkon kamar.
" Sudah siapa? " Tanya dia mulai masuk ke kamarku dari balkon
" Iya kak " ucapku sambil melipat memakai jas
" Baiklah ayok pergi " kata kak qiza mengambil dokumen yang di siapkan.
"Ini nona tas anda " sambil memberikan tas pada varkha
varkha memakai nya dan langsung turun bersama kak qiza ke bawah, dan sampai dibawah aku dan kak qiza berada di ruang makan.
" Bagaimana qiz, semua baik baik saja kan di kantor " tanya mama mulai meng-interograsi
" Iya Tan, baik-baik saja tenang saja " jawab qiza
" KHA, kau sudah bekerja sangat keras , apa yang selanjutnya akan kau lakukan ." Ucap ayah
" Oh aku akan bekerja sama dengan perusahan ribelial ." Ucap ku santai sambil meminum susu coklat kesukaan ku.
Semua orang kaget, sampai menyemburkan minuman mereka, dan ada pula yang kesedak. Siapa yang tidak tau perusahaan ribelial, perusahaan ribelial adalah perusaan properti di pasar global .
Perusahaan ini di pimpin oleh seorang CEO yang muda dan tampan, dia adalah anak Angkat dari Dady varkha.
Bukan hanya Tampa, mapan, baik, dan pekerja keras. Karena dia perusahaan ini sampai sebesar ini, dan perusahaan ini sering menolak perusahaan besar untuk bergabung dengan nya .
" Apa kau serius ? " Ucap papi padaku .
" Iya, emang kenapa ?ucap ku heran
" Apa kau tidak takut di tolak?" Kata papi
"Sudah lah Pi, kita bahas nanti,aku akan bertemu dengan dia, mungkin aku akan pulang malam pay .. pay ... semua." ucapku pergi sambil melambaikan tangan
Aku dan kak qiza sampai di kantor,
"berapa menit lagi kak ?. " ucapku pada kak qiza
" 25 menit lagi kha " ucap kak qiza
" Baik lah Kaka" ucapku memasuki kantor .
Semua staf di sana memberiku salam, seperti biasa dan aku malah cuek pada mereka semua.dengan gaya ku, sampai ada yang bertabrakan di depan ku .
Dua orang wanita yang sedang buru-buru .
" Apa kau tidak punya mata? Kau menumpahkan kopi di bajuku " ucap wanita 1
" Maaf kan saya, saya benar-benar tidak sengaja." Ucap wanita dua
__ADS_1
" Dasar wanita tidak tahu malu. Kau harus ganti baju ini, kau tidak tau berpa harga baju ini, dan ini dokumen yang saya buat 1hari ini saya lembur gimna apa kau akan menggantinya ? " Kata wanita ini mendorong wanita tadi sambil memaki-maki dia
" Maaf kan saya nona, saya akan ganti baju anda" ucap wanita ini
Dengan keras wanita satu mendorong wanita 2 hingga dia terjatuh
" Aghhh ... " Ucapnya kaget serta kesakitan.
" Baju ini tidak perlu di ganti,cukup kau ganti laporan ini, yang akan di persentasikan sekarang dengan perusahan Liberial " ucap wanita ini
Semua kaget dengan drama mereka berdua .. sampai aku menghampiri mereka berdua
Meraka menunduk padaku, dan aku duduk menolong wanita kedua yang di dorong wanita 1 tadi .
"Apa kau tidak apa apa?" Ucapku.
" saya tidak apa apa ,tapi maaf kan saya nona " ucap wanita 2
" Tidak apa apa ,ayok Bagun saya bantu ." Ucapku pada wanita ke 2 membantu nya bangun
" Kak qiza bereskan mereka berdua ," ucapku
" Maaf kan saya nona" mereka berdua dengan raut wajah takut
" Sudah tidak apa apa. Kak qiza bawa mereka ke ruangan ku dan bagi mereka baju dia ruangan ku. Kalian pilih yang mana saja anggap saja saya membaginya ." Ucapku sambil tersenyum
" Tapi dokumen nya ?." Kata wanita tadi takut
" Tidak perlu , " ucap seseorang dari belakang .
Saat aku menoleh, ya dia adalah anak angkat dari Daddy dan juga anak angkat Daddy.
" Terimakasih tuan muda " ucapku pura pura terseyum .
Yah anak ini masih tetap ngeselin seperti dulu. Hanya tampangnya saja yang berubah ternyata sikapnya tidak
" Apa kita bisa memulai rapat sekarang." Ucap pria itu
" Iya silahkan tuan Lin " ucapku dan dia pergi ke tempat rapat
Sesampainya kita di sana,aku menyuruh mereka semua untuk tidak masuk kedalam, saat aku dan Lin di dalam .
" Ra .. apa yang harus dilakukan selanjutnya" ucap dia padaku
" Aku akan mengirimkan barang perusahaan , untuk mu " ucapku
" Tidak perlu Ra , Daddy suruh langsung tanda tangan kontrak" ucap Lin
" Ko Lin , di dalam mobil barang itu ada senjata yang akan di perjual belikan secara ilegal " ucapku berbisik di telinganya .
" Apa ?" Ucap Lin dengan terkejut.
" Tenang saja , jika kamu mau bekerja sama, Ara akan melakukan yang terbaik, " ucapku lagi
" Bagaimana jika ketahuan ? " Ucap dia bertanya
" Jika kita bekerja sama , aku yakin kita tidak akan pernah gagal " ucapku
__ADS_1
" Baik lah , tapi aku mau ini semua tidak ada hubungannya dengan perusahaan." Ucap dia
" Tenang saja sayang , semua akan beres seperti dulu ." Ucapku mendekat padanya dan sedikit mengecup bibir nya.
Tuan muda Lin hanya tersenyum dengan perlakuan varkha, entah apa hubungan mereka berdua? siapa yang tahu.
Setalah pembicaraan singkat mereka, mereka menjalankan tugas ke jalan C untuk melakukan pengiriman secara ilegal , namun karena ke pintar an varkha semuanya berjalan baik .
Mereka berdua berangkat bersama ke melewati jalan C , Tampa di duga duga para detektif itu memberhentikan mobil bawaan kami .
Seketika aku dan tuan muda Lian sedikit tersentak, kami berdua langsung turun dalam mobil secara tergesa-gesa, menghampiri para detektif itu.
" Maaf apa kami juga harus di periksa." Ucap Lian
" Maaf tuan ini tugas " ucap mereka
" Apa kau tidak tau siapa kita berdua ?." Kata Lian
" Tuan muda Lian di perusahaan Liberial dan nona muda varkha dari perusahaan ervano.tapi apakah anda sudah mempunyai akses untuk memasuki tempat ini secara khusus?" Ucap mereka
Lian kebingungan menjawab, dan varkha hanya terdiam ,,, Lian melirik dan akhirnya varkha yang angkat bicara .
" Siapa ketua kalian ? " Ucapku
" Detektif mo nona muda " ucap mereka sopan
" Baiklah ayok jalan" kataku balik badan
" Maaf nona muda tidak bisa " ucap mereka dengan tegas
Lalu aku membalikan badan dan memperlihatkan kartu indentitas detektif
" Maaf kan saya ketua , anda boleh jalan " kata mereka
" Kak bereskan " ucapku menyuruh tentang barang perusahaan.
Aku langsung masuk ke dalam mobil di ikuti Lian ,saat mobil sudah berjalan menjauh lian mengambil kartu indentitas detektif ku dan melihat, Lian sedikit tersentak.
" Kau ketua detektif bersenjata? Apa Daddy tahu ?." Ucap Lian kaget
" Stttt .. lebih baik kita melakukan misi kita dahulu oke " ucapku dengan nada lembut.
Lian tidak berkata apa-apa lagi dan sampai di kantor , sesampainya di kantor, semua sudah di siapkan oleh Aliya .
Aku dan lian, memerintahkan agar tidak ada yang masuk ke ruangan itu, sampai kita berdua keluar. Sedangkan itu, kita berdua berganti baju mafia dan menjalankan tugas.
Aliya sudah mempersiapkan keberangkatan kita secara diam diam,
.
.
next episode guys ❤️
.
.
__ADS_1
_pramudita_(((