Riddles Of Life Gadis Mafia

Riddles Of Life Gadis Mafia
BENIH CINTA 3


__ADS_3

Aku terduduk di pinggir kasur dengan darah yang mengalir di tangan ku, rasa kesal dan marah masih ada di hatiku karena ucapan nya tadi meski dia tidak mengucapkan nya pada ku


namun Lian hanya diam saja tanpa mengatakan apa pun sedang kan aku memang sangat sangat kesal sekali,


lalu Lian masuk ke kamar ku dan mulai menutup nya, dia mulai melangkah ke arah ku di suasana kamar yang sedikit agak gelap karena aku tidak menghidupkan lampu


dia melangkah menuju ke Arah ku sambil membawa p3k, lalu iya berjongkok di bawah ku yang sedang duduk, dia menarik tangan ku yang sedang terluka ke arah nya


aku yang masih kesal dengan hal tersebut males untuk berbicara jangan kan berbicara bersuara pun males rasanya


" sakit tidak ?" ucap nya pada ku yang masih cemberut dan tidak menjawab nya


" ya udah sorry " katanya pada ku meminta maaf atas kejadian yang tadi


" untuk apa ?? untuk membelamu atau untuk kau yang jujur banget ke Daddy dan tidak membantu ku " ketus ku pada dirinya yang sendari tadi memerban tangan ku


" kau kan tau aku tidak bisa bohong dengan Daddy, lalu aku bukan nya tidak mau melawan nya namun aku memikirkan reputasi Daddy " katanya yang menjelas kan padaku


" terus menurut mu aku merusak reputasi Daddy?? " ucap ku sedikit kesal


" may be " ucap nya sambil menyentuh hidung ku sambil tersenyum sedang kan aku tambah kesal


" dih apa an sih " ucap ku mendorong nya hingga


" kenapa gak suka ?" ucap nya mendorong ku kekasur hingga aku terlentang dan dia berada di atas ku


" apa sih minggir " ucap ku memberontak


" tapi aku suka " ucap Lian pada ku menarik sedikit dakuku untuk melihat nya lalu dia mulai mendekat kan wajah nya sedang kan aku yang takut hanya memejam kan mata saja. hingga !!!


crkkkk ada yang membuka pintu


" apa yang kalian lakukan ??" ucap nya pada ku dan Lian sedang kan aku dan Lian langsung beranjak dari kasur


" enggak kok dad kita gak ngapa ngapain" ucap Lian dengan gugup sedang kan aku hanya diam tanpa mengatakan apapun pada Daddy yang sedang memergoki aku dan Lian

__ADS_1


" kalian berdua keluar" ucap Daddy pada kita yang membuat aku dan Lian lirik lirikan


" kau sih " bisik ku pada Lian lalu mulai melangkah di ikuti Lian


" dih kok aku kau tu " ucap nya membela diri.


" sudah jangan bisik bisik lagi. buruan " ucap Daddy pada kita yang sudah di depan


hingga masuk ke sebuah ruangan dimana kita kalau membuat salah pasti akan di hukum di sini. aku melirik Lian yang mulai ke takutan


" sudah tenang Daddy gak akan marah" ucap ku menggenggam tangan nya sambil tersenyum manis yang ku bisa agar dia tidak takut


hingga Daddy duduk di tempat nya dan mulai menyuruh kita duduk di tempat yang telah di sediakan oleh nya


lalu saat aku dan Lian sudah duduk aku mengangkat suara membela diri atas apa yang terjadi


" dad aku yang salah bukan salah Lian, Lian sudah menghalangi ku namun aku yang tidak biasa menahan amarah ku" ucap ku membela diri hingga Lian menatap ku


"tapi aku juga bersalah tidak menjaga Aran" ucap Lian sedikit agak gugup.


" dad? apa kah marah ?" tanya ku pada Daddy ku yang sendari tadi diam saja tanpa mengatakan apapun pada kami.


" apa kalian saling suka?" tanya Daddy yang langsung to the poin pada kita berdua.


sedangkan kita berdua seperti orang bisu tidak menjawab pertanyaan Daddy. aku hanya heran apa Daddy marah ? lalu aku melirik Lian, sedang kan Lian hanya menunduk tanpa mengatakan apapun


" Ra bagaimana tanggapan mu " ucap Daddy padaku membuat ku sangat kaget


" hah ?? apa ?.... " tanya ku pada Daddy


" Lian menurut mu gimana?? kau suka dia tidak??" ucap nya pada ku dengan serius


sedangkan aku bingung harus jujur atau giman ?? aku berfikir lalu sekilas melihat Lian yang sangat gugup dan ketakutan


" dad kalau se umpanya aku suka dia gimana?? apa Daddy akan marah ??" tanya ku pelan sambil melirik nya sedang Lian yang sendari tadi menunduk langsung menatap ku

__ADS_1


" Ra " panggil Lian sambil memegang lengan ku


" aku dan Lian adalah anak Daddy, namun aku dan Lian tidak sekandung jika aku menyukai nya apa Daddy akan marah pada ku ?? jika daddy marah padaku alasan nya kenapa ? sedangkan aku dan Lian hanya anak angkat Daddy lagi pula Lian sering mencium ku " ucap ku bertanya pelan namun pasti


aku mengatakan hal itu membuat Daddy dan Lian menatap ku. apa aku salah jika mengatakan Lian suka mencium ku .. ya meski ke adaan mendesak


" Lian apa benar ucap Aran? kalau kau sering mencium putriku ini ? " tanya Daddy pada Lian


" dad aku minta maaf bukan nya aku seperti itu aku .. tidak punya niatan untuk mencium Aran Daddy?" ucap Lian pada Daddy yang membuat ku kaget dengan ucapan nya


" maksudnya??? oh jadi selam ini kau tidak berniat menciumku?? jadi maksud mu mulut mu nempel sendiri pada ku ??? hah ?? gila kau saja membuat ku sesak napas kau bilang tidak punya niat dengan ku ?? oke fine !!" ucap ku kesal sambil memukul meja di depan ku sambil berdiri lalu setelah selesai mengatakan nya aku langsung pergi meninggal kan nya


aku melangkah keluar membuat pintu lalu mendorong nya keras hingga suara pintu tertutup sangat nyaring dan ber gema


" hah gak niat ?? gak niat otak mu itu " ucap ku kesal sambil mencibir nya


" cau picir aku ini apa hahahah naca nwan " ucap ku sambil mencibir nya kesal kesal sekali aku pada nya hingga ingin kalai ku mencabik cebik mulut nya


karena kesal aku melangkah kan kaki meninggal kan rumah itu dan berjalan ke arah luar kompleks dan di sana aku mulai mencari taxi untuk pulang


setelah menemukan taxi aku langsung pulang hingga kaki ku sakit karena rumah Daddy yang jauh dari jalan raya


" kesal sekali rasanya huh " ucap ku menghela napas kasar


" lagi tengkar sama pacar nya ya bak ?" ucap bapak itu pada ku


" belum juga jadi pacar aku sudah di lepeh gimana mau jadi pacar nya " ucap ku pada nya


" biasa bak cowok jaman sekarang kek gitu beda sama dulu " ucap bapak itu menghibur ku


" Hem iya pa " ucap ku


hingga ... drrr drrr drrr drrr


entah ke berpa kalian nya hp ku berdering namun aku menghiraukan nya

__ADS_1


" gak di angkat bak, mungkin penting " ucap bapak itu pada ku


" tidak penting pa " ucap ku tersenyum pada nya lalu tidak ada lagi percakapan kita hingga sampai tujuan.


__ADS_2