
Terkadang aku ingin menyerah dan mengakhiri semua itu namun hati ku tidak bisa karena mereka merelakan hidup nya untuk ku
dan aku tidak akan pernah mau melakukan nya karena mereka semua selalu mendukung ku namun setelah mereka tidak ada semua seperti dunia terbalik
yang di awal aku ratu yang di puja sekarang aku yang harus memuja ratu. kakek kenapa kamu ninggalin aku ?? aku sendiri, apa kau tega meninggal kan aku aku disini sangat membutuhkan mu aku ingin di dekat mu Inging terus bersama mu namun hidup ini memisahkan kita
ku harap ini hanya mimpi masa kecil ku dan aku ingin kembali kecil lagi aku ingin kecil aku ingin seperti anak anak bukan orang dewasa yang terlalu Ribet dan rumit
Saat aku sedang asik dengan lamuna aku ada seseorang yang tengah mengetuk pintu kamar ku perlahan
Tok tok tok tok tok tok tok tok
" masuk " ucap ku pelan namun mataku masih tertutup rapat karena kelelahan
lalu aku mendengar suara pintu terbuka dan langkah perlahan
" sayang kenapa tidak menghidupkan lampu " tanya nya padaku sambil menghidupkan lampu
" mager " ucap ku mash dengan setia memejam kan mata
" sayang papa ingin berbicara sebentar bisa ?" ucap papa padaku
Lalu aku sadar dari lamuna ku, ku kira itu mama ternyata papa, tumben ni ada apa papa ke kamar ku ? Apa karena lian
seketika aku langsung membuka mata dan melihat papa.
" ada apa pa?" tanyaku pada papa penasaran sebenarnya kenapa
" apa kamu serius ra bersama tuan lian dari liberal. Jika kamu bener tidak suka dengan dia papa tidak akan memaksa mu papa harap kamu berfikir secara jernih." ucap papa sambil mengelus kepalaku
" memang kenapa pa?" tanyaku perlahan.
" tidak ra papa tidak akan pernah menjerumuskan kamu ke jalan yang salah kakek menitipkan kamu padaku ra jadi aku akan melakukan yang terbaik ke padamu aku akan menentang semua orang demi mu !!" ucap papa dengan nada sedih pada ku dan aku merasa papa mengatakan ittu memang dari hati dan tidak mengada ngada .
" aku tau papa khawatir padaku dan aku bisa mengerti pa, makasih papa dan mama menyayangiku selama ini meski kita tidak bersama lama. " ucap ku tersenyum tulus
" papa akan mendukung keputusan mu sayang " ucap papa padaku
" pa aku benar mencintai lian entah dari kapan dan untuk rafa aku tidak tau aku hanya menganggap nya hanya teman masa kecil, dan aku tidak pernah menyukainya pa. Aku tau demi kebaikan ku namun aku tidak pernah menyukai nya " ucap ku pelan dan pasti
__ADS_1
" papa sangat menyayangi mu ra, dan maaf jika papa mempunyai salah yang di sengaja atau tidak atau mungkin papa pernah membohongi mu ra namun papa tidak berniat seperti itu " ucap papa memeluk ku dengan rasa sedih
Lalau aku membalas pelukan papa
" ara juga minta maaf pa jika ara punya salah juga pada papa yang di sengaja atau pun tidak " ucap ku pelan
" papa ingin mengatakan sesuatu ra, namun papa takut. Papa ingin kamu tau kebenaran nya tapi papa belum siap, papa harap kamu bisa mengerti ya nak" ucap papa padaku pelan
" pa? ra ? Kalian ngapain " ucap seseorang yang meng kaget ku dan papa
" ih kepo kali kau ko " ucap ku sewot pada calvin yang tiba tiba masuk ke kamar ku
" lagian apa salah nya aku memeluk papa lagian sebentar lagi aku akan menikah dan meninggal kan papa " ucap ku tegas pada ko calvin dengan kesal
" dih gak boleh ya, " ucap ko calvin melarang ku
" di hello emang kau sapa melarang ku papa dan mama aja mengizin kan kau enggak dih herang banget " ucap ku pada ko calvin sewot
" tapi ra kau dan dia tidak cocok dan aku tidak setuju " ucap ko calvin pada ku
" terus menurutmu ? Siapa yang cocok ?!! Kamu gitu ?!! " ucap ku pada ko kalvin yang ajak kesal
" udah calvin jangan ganggu ade mu itu sana pergi " ucap papa mengusirnya
" wekkk kasihan deh " ucap ku menjulur kan lidah padanya lalu dia sepertinya kesal padaku dn papa
" ya sudah papa keluar dulu ya " ucap papa lalu meninggal kan ku
" iya pa " ucap ku pada papa
setelah papa pergi aku mulai merebah kan badan ku lagi di atas kasur. lalau aku berfikir ' kenapa papa bilang seperti itu ? Apa papa akan mengatakan semuanya ? Siapa yang harus ku percaya? Udah lah pusing '
Setelah itu aku mulai membersihkan diri menuju kamar mandi, setelah membersihkan diri aku langsung turun kebawah untuk makan malam
" udah siap aja, mama kah yang masak tumben ?" tanyaku pada mama
" gak papa ra mama sudah lama tidak membersihkan rumah dan juga masak untuk kalian " ucap mama sambil tersenyum
" ya sudah ayok makan" ucap papa pada kita semua lalu kita makan dengan lahap
__ADS_1
lalu di sela sela kita makan lian menelpon ku lalu aku mengangkat nya
Drr drr drr
"halo " ucap ku hingga yang lain melihat ku penasaran.
"kau ngapain ? ada mis" sebelum lia melanjutkan ngomong aku langsung memotong omongan nya.
" aku lagi makan bareng semuanya " ucap ku menyeletuk
" sorry ya sudah ku tunggu di tempat biasa " ucap lian alu meng akhiri telpon nya
" kenapa ra ?" tanya papa padaku
" tidak papa pa lian hanya mengajak ku keluar, ya sudah aku pergi dulu " ujar ku
" ciee yang masih baru " ujar mama menggodaku
" apa sih ma pamit ya " ucap ku bersiap siap
" koko antar ya " ucap ko Calvin
" tidak usah ko aku naik angkutan umum saja " ucap ku lalu meminum minuman ku langsung pergi berlari keluar hingga yang lain heran kepadaku
Setelah menuju di luar aku buru buru mencari kendaraan umum untuk ku ku tumpangi ke markas
sesampainya di markas aku langsung berlari mencari lian
" lian lian ?" ucap ku mencari lian
" nono tuan lian sedang di tempat nya " ucap nya pada ku lalu aku langsung masuk ke tempat nya tanpa menggedor gedor pintu
Lalu betapa kagetnya aku melihat lian yang tengah berciuman dengan anggota yang lain lalu mereka terkejut dengan ku betapa terkejutnya aku tadi sore saja dia bilang ingin bersamaku namun sekarang dia malah dengan yang lain.
" kalian " ucap ku pelan
" ra aku bisa jelaskan ini salah paham " ucap lian padaku
" hhhh oke " ucap ku mengambil pistol me nembak Lian namun lian menghindar hingga suara bergema dimana mana dan langsung banyak orang yang melihat.
__ADS_1