
" AKU JUGA MELIHAT NYA " ucap wanita yang tengah duduk di kursi sebelah ku tadi. Hingga membuat semua orang menatap dia dan tidak percaya
aku yang mulai menunduk kini mulai melihat apa yang sedang terjadi, calon istri nya juga mengakui apa yang terjadi .
" kha ku mohon tolong aku dia memaksa ku menikahinya kha aku tidak mau aku tidak mau seperti Rehana. dia sangat kejam kha ku mohon dia yang membunuh rehan dan Rehana lalu di juga yang menjebak kau menjauh kha .. Ku mohon tolong aku " ucap nya memohon pada ku seketika airmata ku mulai terhenti sedangkan pria itu
" ya dasar ******. Diam kau. Kau ini jangan pernah membolak balik kan fakta " ucap pria itu mendekatinya
Seketika langsung petugas kepolisian melihat itu dan mengaman kan pria tersebut agar tidak terjadi apa apa
"lepasin apa yang kalian lakukan ?? Apa kalian tidak kenal aku ?? Aku ni senior yang berjasa cepat turun kan tangan kalian !!! Aku akan membunuh mu varkha!!!" ucap nya di bawa pergi oleh petugas kepolisian dengan paksa dan kasar
Sedangkan kan aku hanya diam karena kepala ku sangat sakit sekali membuat ku sangat lemas dan tidak sadar kan diri. Hingga membuat sakila dan rea berteriak karena aku pingsan dan mulai di gotong oleh beberapa orang menuju rumah sakit dan ujian pun di batal kan karena masalah ini dan akan di adakan 6 bulan lagi.
setelah beberapa jam berlalu akhirnya aku tersadar dari pingsan ku, mataku mulai terbuka perlahan hingga aku bisa melihat langit langit kamar dan itu membuat kepala ku sakit hingga seseorang berteriak di samping ku
" dok .. Dok.. Dok.. Dok.. Pasien sudah bangun !!" ucap nya pada ku yang mulai membuka mata hingga aku bisa mendengar suara suara yang berisik dari ke jauhan
__ADS_1
Kemudian aku bisa melihat seorang dokter membuka pintu kamar dan agak sedikit berlari ke arah ku lalu iya memeriksaku dengan teliti hingga membuat ku mulai sadar sepenuh nya dengan langsung menatap dokter dan suster yang berteriak tadi. Lalu dokter itu bertanya beberapa hal pada ku yang mulai tersadar
" apa anda tidak merasa bising lagi? Atau pusing yang sangat? " tanya nya pada ku dengan seksama namun aku hanya menggeleng geleng kan kepala pada dokter itu pertanda bahwa Sanya aku sudah baik baik saja.
" baik lah saya tinggal dulu istirahat saja dahulu !" ucap dokter itu berpamitan untuk pergi dengan susternya menuju ke tempat lain karena mungkin ingin meriksa pasien yang lain karena yang sakit di rumah sakit ini kan cuma aku saja.
Setelah dokter dan suster itu pergi aku ingin memejam kan mata namun ada langkah kaki yang ku dengar hingga membuat ku membuka mata dan melihat siapa itu.
Setelah aku membuka mata aku melihat Lian di sana yang mulai melangkah ke arah ku, betapa kaget nya aku melihat Lian hingga aku tidak sadar mengakat satu tangan ke mulut ku, hah? Tahu dari mana dia aku disini? Bagaimana bisa dia kesini? Apa yang dia lakukan disini? Apa dia sudah gila ? ucap ku dalam hati dan berputar putar di otak ku.
" yayyy. Apa yang kau lakukan? Apa kau gila memeluk dia ? Dasar cabul !" ucap rea menarik Lian dari peluk ku. Membuat ku tenang dan juga terkejut dengan perlakuan rea pada Lian
" apa ? Cabul ?! Aku ini calon suaminya!!" ucap Lian dengan mengerutkan alis dan menatap ku, membuat rea dan sakila apa lagi kepala sekolah menatap ku dan lian dengan jijik.
" really? Kha? " ucap sakila memandangi ku dan Lian secara bergantian dan melihat Lian dari atas sampai bawah sambil mengerutkan kening seperti rea hingga mereka berdua saling tatap tatapan aneh
" dia calon tunangan ku!" ucap ku pada mereka dengan menarik napas yang dalam. Seketika mereka mulai melotot ke arah ku saking tidak percayanya.
__ADS_1
" kha kau serius? Apa kau bercanda? Apa kau lupa jika kau menikah status mu akan di copot!!!" ucap rea sedikit berteriak pada ku. Dan sakila hanya menggeleng geleng kan kepala saking tidak percaya nya dengan ucapan ku yang ku lontar kan
" ayok pulang aku sudah membawa jet pribadi untuk kita balik ke rumah!!". Langsung menyeletuk ucapan rea dan berbicara pada ku sambil duduk di sofa, entah sejak kapan dia di sana aku hanya melihat nya aneh.
Bisa bisa nya aku menyetujuinya waktu itu, kalau bukan karena paksaan Daddy aku tidak akan pernah mau dengan dia. Daddy memaksaku untuk menikahi anak nya dan yang ku kenal hanyalah dia terpaksa aku hanya memilih nya.
" ya kau gila pekerjaan varkha masih banyak Jagan gila, dan juga kau gak punya hak untuk hal itu. Dih sok cakep aja lebih cakep re...." seketika ucapan sakila ku potong karena ingin membahas tentang hal itu kepada Lian yang notabene nya di cemburu an
" sa. Apa ujian di batal kan kenapa kalian disini? Apa aku meng gagal kan ujian nya terus kemana pria itu?!" tanya ku pada sakila, ya biar dia tidak mengingat tentang hal itu jadi aku bertanya tentang ujian sekaligus aku juga sangat kepo sejak aku pingsan aku tidak tahu apa yang terjadi dan aku kepo dengan hal itu lalu sakila menjelaskan nya
" kha pria itu sudah di aman kan dan dia di jatuhi Pasan tentang pembunuhan berencana dan juga memanipulasi data yang diperoleh, masih banyak lagi yang lain nya pencabulan juga entah lah super salah lah dia semua aib nya sudah terbongkar jadi hukuman dia sangat berat!!" ucap rea pada ku dengan menjelas kan yang rea tahu dan membuat ku lebih tenang dengan ucapan nya.
" syukur lah dia pergi dengan cepat. Saat aku melihat wajah nya ingin sekali aku membunuhnya!" ucap ku dengan tenang
" eh tapi kau tahu Mr black kesini saat kau pingsan tapi aku tidak tahu dia sedang apa tapi yang ku tahu dia menyuruh kita keluar selang beberapa menitan lah agak lama dia mulai keluar dan memberikan kita kotak ini. Dia menyuruh sat kau siuman memberikan kotak ini " ucap rea pada ku sedang kan sakila dan kepala sekolah hanya mengangguk ngangguk.
Apa kah kotak itu??
__ADS_1