Riddles Of Life Gadis Mafia

Riddles Of Life Gadis Mafia
BENIH CINTA


__ADS_3


aran&Lian


Keesokan paginya aku ingin berangkat kekantor sangat pagi tapi dilarang oleh callvin.


" mau kmna?" tanya padaku


" kantor kenpa?" tanya ku balik padanya


" tumben pagi kenapa?" tanyanya padaku


" mau meeting " ucapku padanya


" meeting sama sapa pagi pagi buta kek gini?" tanya nya padaku


" liberti " ucap ku tenang


" gak sarapan dulu ra?" ucap mama padaku


drrrr drrrr drrr drrr


" halo " ucpnya dalam telpon


" apa?" ucap ku


" aku di bawah menunggumu " ucapnya padaku memberi tahu kan


" oh iya aku turun dulu tunggu sebentar" ucapku sambil mematikan telpon nya


" ya udah ma ko aku pergi dulu bayyy." kataku mabil melambaikan tangan keluar dari rumah


Saat ku keluar dari rumah menuju ke gerbang ku sambil menengok kanan kiri mencari keberadaan dia yang menelpon ku tadi


Saat aku mulai mencari lalu dia membunyikan ke laksonya hingga kau tau diman keberadan dia.


Lalu saat aku mulai mendekat dia keluar dari mobilnya lalu dia menembukaan pintu mobil untuk ku. hingga aku masuk kedalam mobil nya dengan bantuan lian.


Saat aku masuk kedalam mobil se isi rumah ku melihat ku dan lian masuk dalam mobil dan lian bergegas melajukan mobilnya.


" kenapa mereka mengintip " tanya nya padaku aku bingung padahal aku tidak bilang apa apa.


" hah siapa ?" tanyaku sok bodoh


" apa kamu tidak tau kalau mereka melihat kita.?" tanya nya lagi padaku

__ADS_1


" gak kapan ?" ucapku berbohong pada lian


" udah lah lupain " capnya padaku


" em" guman ku padanya


" oh ya ra? Bagaimana hubungan keluargamu ?" tanya lian padaku mungkin karena penasaran


" entah lah aku bingung harus percaya pada siapa?" ucap ku aak sedikt sedih karena ucapannya


" cerita saja jangan di pendam siap tau aku bisa bantu " ucap nya padaku


Hingga aku mulai menceritakan semuanya.


" aku terlahir dengan kasih sayang yang sangat besar oleh kakek ku, dari kecil aku di pisahkan oleh kakek ku agar aku tidak bisa menemui papa dan mama ku.


Aku pun binggung siapa kedua orang tuaku hingga di usiaku 10 tahun aku bertemu dengan daddy. Daddy sangat mencintaikku dan menyayangiku dia sering mengajak ku kesini


dia pula yang mengajariku beberapa pelajaran penting dalam hidup meski daddy terlihat seprti orang jahat dan pekerjaan nya sangat bisa merugikan orang lain namun hati daddy sangat lembut dan baik dan dia pula sangat menyayangiku


Hingga aku menemukan surat yang beris tentang mama papa dan kedua orang tua angkat ku. Yang kau lihat tadi mereka bukan orang tua ku namun dia adalah orang tua angkat ku


banyak sekali problem dalam hidup ku dan keluargaku, dan aku memiliki 3 saudara dan yang saudara asliku adalh saudaraku yang nomer dua sedang ka yang nomer 1 bukan dia adalah anak dari orang tua angkat ku


dia itu sangat ter obsesi kepadaku dia bisa melakukan apa saja agar aku selalu didekat dia dan dia akan membuat orang yang mendekatiku menjauh.


Aku sangat bingung dengan problem ini dia bilang bahwaa orang tua angkat ku ingin hartaku sedangkan kalau itu benar kenapa mereka tidak menggabilnya dari dulu mengapa harus sekarang dan pula mengapa sampai sekarang mereka tidak mengusirku keluar " ucap ku panjang lebar pada lian


" apa kau tidak pernah mencurigai asisten mu ?" kata lian yang menurutku gak nyambung


" hah? Kok kau berfikiran sampai situ ?" tanyaku padanya yang mulai gak sambung atas ceritaku


" bukan seperti itu ra, aku melihat asisten mu kemarin dia memunbuntuti kita, kalau memang dia kepercayaan mu kenapa dia harus kepo dengan omongan kita . Aku harp kau bisa berhati hati " ucap lian padaku


Setelah ku pikir pikir aku lebih pusing lagi kareana gak ada yang bisa ku percaya


di dalm membicaraan kita ku mulai sadar halnya entah berapa lam ku berbicara pada nya kenapa kita sudah sampai di rumaah daddy.


lalu sesampainya di kumplek tersebut lian memberikan kartu masuk yang hanya orang dalam yang punya. Komplek ini sangat sulit dikmatikan karena komplek ini terbilang komplek dengan orang orang kaya didalam nya.


setelah kita di izinkan masuk lian mulai berbicara.


" apa hubungan sekertarismu itu dengan kakak mu ?" ucapnya padaku


" ya gak mungkin lah kalau qiza bersama ko calvin " ucapnya tak percaya

__ADS_1


" lantas mengapa mereka mengikuti aku dan kamu sampai ke sini ?" tanya nay pada ku.


" really ?" ucapku tidak percaya dengan apa yang lian ucapkan


" untuk apa aku membohongimu lagi pula aku tidak di bayar oleh mu " ucapnya cool


" iya deh yang gak pernah bohong " ucapku menggoda nya


Setelah perbincangan ku dengan lian akhirnya kita sampai di rmmah daddy, rumah yang sudah lama ingin ku rindui dengan kenangan yang supeer poolll


Akhirnya aku dan lian mulai melangkah kan kaki ke dalam, di dalam mulai banyak orang


" hallo babyy " ucap daddy menghampiiku dan lian


aku dan lian mulai berjalam mendekat


" perkenalkan ini viara dia kesayangan ku ku harap kalian megerti " ucap daddy ke pada mereka semua


" duduk disini " ucap lian menggeser kursi untuk ku lalu aku duduk dengan tenang


Daay lalu menjelaskan beberapa hal pada merka semua bukan hanya pada tamu daddy tapi beberapa orang komplek dan para pekerja rumah nya


" apa kau bosan ?" kata jay sambil berbisik bisik padaku


" ya seperti itu , kabur yuk ?" ucap ku bisik bisik dan tersenyum hingga


"KALIAN BERDUA DUDUK DAN JANGAN KABUR !!!!!" ucap daddy padaku dan lian yang ingin kabur sedang kan semua orang tertuju pada kita


" siah siapa juga yang mau kabur " ucap ku daddy padaku


" iya aku gak mau kabur kok cuma ni anak yang ngajak ku dad" ucap nya jujur yang membuat ku kesal dengan dia


" kapan aku bilang dudul?" kata ku sambil memukul nya karena kesal dengan dia


" sudah diam kalian seperti anak kecil" ucap daddy keras


Setelah kejadian itu daddy melanjutkan pidatonya yang memmbuat ku mengantuk dan aku masih agak kesal denga lian yang jujur pada deddy


Setelah selesai pidato akhinya pesta pun di mulai. namun pesta mafia beda dengan pesta pengusaha yang agak berlebihan, disini kita hanya makan dan mengobrol saja dengan beberapa rekan


sedang kan aku yang kesal dengan si lian itu mulai menjauh dari dia dan mulai mendekat ke arah Daddy hingga mereka mengatakan sesuatu yang sangat aneh


" apa dia calon istri mu?" tanyanya pada Daddy


" apa aku terlihat seperti pedofil? " ucap Daddy pada nya yang membuat ku tertawa kecil

__ADS_1


" maaf aku tidak tau " ucap nya karena daddy agak sedikit kesal dengan pertanyaan nya dan membuat ku tertawa


__ADS_2