
Setelah ruvel pergi aku mulai menyibukkan diri dengan melakukan hal yang tidak masuk akal seperti membolak balikkan buku, membaca proposal itu sampai berkali kali, mengetik cerita dan lain nya.
Aku merasa sedikit bosan? Apa aku keterlaluan ya menolak ajakan ruvel? Apa aku harus tanya kembali ke novel Apakah dia ingin mengajakku pergi atau bagaimana ? Tapi kalau aku nanya kan kesannya aku tuh mengemis-ngemis pada dia Tapi kalau aku nggak nanya aku bosen aku harus gagah gimana ? Pikiranku mulai melayang ke kanan dan ke kiri hingga aku mulai menekatkan diriku untuk bertemu dengan ruvel
Lalu aku bangun dari dudukku dan mulai melangkah menuju keluar ruangan untuk menemui ruble di tempatnya , pikiranku mulai cenat-cenut Apakah aku akan bisa bertanya atau apa yang akan harus kutanyakan kepada si ruvel ini ! Ya karena aku tadi pagi menolaknya dan sekarang aku ingin berjalan dengannya pesannya ke wanita murah tapi Gabut udahlah bodo amat Lagian dia juga temanku kan
Pikiranku mulai berjalan kemana-mana karena ingin pergi menemui rupel hatiku dan otakku mulai tidak searah namun tekadku kuat daripada aku gak iya kan ?
Aku berjalan ke koridor menuju tempat ruvel bekerja semua orang mulai menatapku dan memberiku hormat sedangkan aku mulai gugup untuk pertama kalinya lalu aku melangkah menuju ruvel
"Hai Kha tumben ngapain ?" Tanyanya kepadaku dengan nada yang sangat menjengkelkan , Ih apa sih ini bocah satu ini nanya-nanya kayak gitu lagi Bikin aku kesel tambah memalukan lagi ucapku dalam hati
__ADS_1
"Enggak kok enggak apa-apa cuma pengen lihat aja apa kau memang benar-benar serius kerja di sini ? Atau hanya main-main ! Dan lagi pula aku ke sini bukan hanya cuma melihat kamu Tapi melihat jalan lain juga , mangkanya jangan ke gr-an PD banget sih jadi orang !" Ucapku langsung pergi menuju tempat yang lain Maksudnya ke tempat yang lain di sebelahnya mulai berpura-pura mengecek satu persatu karyawanku
Ya meski mereka kelihatan ketakutan karena aku mengecek pekerjaan mereka , namun Emang aku Gabut juga sih jadi nggak masalah aku terus melihat satu persatu dari meja kemeja karyawanku pekerjaan mereka cukup terbilang sangat efisien dan sangat bagus meski gaji mereka kecil tapi mereka melakukannya dengan baik iya sedikit berbeda lah dengan para ketua-ketua pemegang saham grup ervano yang Cukup membuatku sakit kepala
" Kah Ngapain kau di sini?" tanya qiza kepadaku dengan nada yang sangat penasaran karena karena aku sendiri tadi mulai berjalan melihat di karyawanku
"Apa sih? Lagi lihat nih nggak lihat Kah? nggak punya mata?! aku lagi ngapain atau nggak berpikiran yang jernih ?!" Tanyaku dengan sangat kesal kepada dia karena ucapannya sedikit kurang ajar , Dia pikir aku Ngapain berdiri ngelilingin karyawanku gitu kan kayak orang gila kalau nggak ada kerjaan Iya emang nggak ada kerjaan sih tapi gengsiku terlalu tinggi untuk mengatakan yang sebenarnya
"Terus kau ngapain Di Sini" ucap ku sambil melirik ke atas sampai ke bawah kisah
Iya nggak papa aku cuma ngeliatin mereka kerja , terus gaji mu yang berapa-berapa juta itu cuma ngeliatin mereka kerja nggak Kerja Kau ! Kau lihatin mereka kerja lagi kok nggak akan gaji kau ? Apa guna nya aku menggaji engkau Kalau engkau itu ya kerjaannya cuma ngeliatin mereka kerja ? Ucap ku dalam hati dengan sangat jengkel kepada ucapan nya atas Jawaban dari pertanyaan yang kutanyakan dengan serius nih si kiza nih Agak lain Apa dia sudah terbawa suasana oleh si Lian yang sedikit bodoh itu atau bagaimana sih
__ADS_1
"Eh bukannya aku emang kerjanya kayak gini ya Kak ?!kok kok aneh sih ?" Tanyanya yang tiba-tiba kepadaku terus aku tiba-tiba terpikir Emang dia di kantor kerjaannya cuma kayak gitu terus terus terus kakek bayar dia gitu dengan harga yang mahal boring tau nggak sih Apakah dia nggak boring gitu aku aja bosen Ih mulai ngaji-ngadi nih kisah
"Nggak nggak nggak nggak sekarang pokoknya kamu harus kerja aku nggak nggak tahu ya kamu mau kerja apa terserah kamu ngepel kayak mau ngerjain mereka kek mau apa-apa apa tapi kalau dari pada kau ngeliatin orang lain kerja itu kayak hal yang paling bodoh tau nggak " ucap ku kepada dia dengan nada yang geli dan sedikit menjijikan
"Iya ya udah aku kerja tapi kan aku cuma lulusan SMA ,terus aku mau kerja apa ?" Ucapnya lagi yang bikin aku tambah-tambah pusing dan sedikit menguras emosiku
"Udah tahu lulusan SMA Nggak sadar diri pula, pengennya doang yang ke kanan ke kiri ke kanan ke kiri nggak ada kerjaan gitu? kek astaghfirullah haladzim qiza-qiza kau ni dari dulu nggak ada perubahan gitu kek usia makin tua jadi membuat diri dewasa ini nggak usia udah tua malah kayak ke kanak-kanakan malah yang anak-anak disuruh kerja kan sedikit membagong kan dan membuat aku sedikit Oh my God " ucap ku pada kiza dengan sedikit kesal sambil menggeleng geleng kan kepala karena kerjaan dia.
"Iza udah tahu kelulusan SMA yang lainnya lulusan Universitas terkenal , masak kau nggak ada kepikiran kek iri kek gitu sama mereka apa kek gitu kek YouTube YouTube astaghfirullah haladzim aku aja yang nggak punya prestasi bangga sama mereka iri dengan kerja mereka meskipun kuliah aku istilahnya bagus les standar gitu kau nih nggak kuliah nggak ada prestasi nggak punya malu lagi kau ni sering bareng Lian jadi otak mu sudah gak beres ya ? " ucap ku pada nya dengan sangat emosional kepada qiza lalu yang lain hanya diam mendengar kan ucapan ku saja tanpa mengomen atau berbisik bisik satu sama lainnya
Ya mungkin mereka ketakutan dengan apa yang telah ku ucapkan langsung makan kepada kita . Namun hal itu kan beneran bukan rekayasa Lagian aku Lagian aku juga nggak suka drama kantor itu tempatnya bekerja bukan berdrama apalagi caper kanan kiri lagi sok cantik ngedeketin yang kanan ngadepin yang kiri Terus kalau tiba-tiba di-posting aja sok jadi orang yang paling Tersakiti kan agak lain
__ADS_1