
Di saat aku mulai tersenyum-senyum sendiri aku mendengar ketukan pintu lagi dari Lian . Tidak tahu aku juga tidak tahu apa yang dia inginkan, namun aku hanya mengabaikan nya hingga selang beberapa menit pun dia tak lagi mengetuk pintu karena aku tidak kunjung membuka nya.
Selang beberapa jam aku naik pesawat dengan lian akhirnya aku sampai lah di rumah dengan keadaan yang cukup sangat mengecewakan untuk diriku sendiri, Aku berharap bisa lebih lama lagi di sekolah namun hal itu hanya harapan ku saja nyata nya tidak seperti itu aku merasa terkadang hidupku ini benar-benar sungguh keterlaluan terkadang pula aku juga sangat Iri kepada orang lain karena memiliki hidup yang notabene nya lah sangat baik daripada diriku.
Sesampai nya di negara ku aku pun langsung buru-buru keluar , agar lian tidak mengikuti ku . Karena aku sangat malas dengan nya aku langsung naik taksi untuk pulang ke rumahku, ya rumah ervano tidak ke rumah Daddy.
Aku dengan sangat-sangat buru-buru mulai menarik semua koper ku menuju ke taksi, ya karena lian tidak bisa mengikuti ku. ya karena dia mungkin masih sibuk, karena itu aku sangat bersyukur sekali tidak di ikuti oleh dia lagi.
Sesampai nya di rumah ervano semua orang sangat terkejut karena aku sudah pulang . Mereka tidak tahu aku pergi ke mana dan dengan siapa?!, namun yang mereka tahu, aku jalan di luar sana menghabiskan waktu ku untuk berlibur.
" Kah kok aku sudah pulang bukan kah kau sedang pergi untuk berlibur? Kenapa saya cepat ini?!". ucap koko kepada ku pelan-pelan bertanya kepadaku
"Udahlah aku Jangan bahas itu aku lagi males, lagian juga ini gara-gara si Lian sih dia tuh mendadak membawa aku pergi Aku tuh pengen masih bertemu sama my circle because ke' kita udah lama nggak ketemu jadi pengen bareng Mereka lagi. " ucap ku kepada koko aku dengan nada kesal dan sedikit emosi
__ADS_1
"Lagian dari mana sih lian itu tahu kau sedang di Amerika lagian juga nggak ada yang ngasih tahu dia dan kita semua juga nggak ngasih tahu dia?!. Apa mungkin sih qisa yang ngasih tahu dia Soalnya akhir-akhir ini si lian ini makin lama makin deket sih sama si qiza ini!! " eh kata Koko kepada ku dengan ucap yang pelan-pelan serta sedikit memberikan aku pencerahan Karena yang selama ini tahu ya Koko bukan aku karena aku sedang berlibur di luar.
Ucapan koko membuatku sangat terkejut karena hal itu notabene nya sih qiza ini nggak pernah deket sama cowok manapun Apalagi Si Leo nih tukang gosip gitu guys .hingga membuat aku mempercayai ucapan Leo . Tapi aku mulai berpikir sejenak sih ada maksud apa sih Lian ini deketin si qiza apa si Lian ini ingin tahu sesuatu tentangku atau dia memang lebih suka sama perempuan yang lebih menentang ? Entahlah nggak ngerti juga sama si Lian ini dan kisah juga nih ngapain lagi nih bocah satu ini
"Udah Lah, Lagian aku juga males membahas hal itu !!. Ucapku kepada koko dengan nada malas sedang kan koko yang dari tadi menatap ku mulai agak sedikit ragu dan juga Mulai menyesali apa yang telah Ia katakan kepadaku
Apakah aku salah mengatakan hal itu kepada ko Calvin secara berbisik-bisik hingga membuat ko calvin dan ko leo sedikit berbisik-bisik di depanku dengan membuatku sedikit penasaran Apa yang sedang mereka bicarakan dan katakan
"Kalian ngomong apa sih? nggak jelas banget bisik-bisik gitu berdua homo ya ?. ucapku kepada ko leo dan ko calvin
Hingga membuat Calvin menyuruhku untuk naik ke kamarku karena aku sedikit bau . Kau ni bau banget sih mandi sana baru datang juga cewek-cewek Bukan nya mandi malah keliaran udah di sana pergi ucap ko leo dan ko Calvin kepadaku
" Ih kalian nih GJ banget deh . Ya udah deh bye mau mandi males dengerin ocehan cowok-cowok nggak jelas ,semua cowok tuh nggak bisa dipercaya termasuk kalian wek!" ucapku kepada kedua saudaraku sambil menjulurkan lidah untuk mengejek mereka berdua yang sendari tadi mulai membuatku kesal
Setelah itu aku mulai bergegas pergi ke kamarku untuk untuk membersihkan badanku yang sudah mulai lengket karena berjalannya jauh ya karena aku kemarin itu masuk rumah sakit habis itu dipaksa sama si Lian untuk pulang ke rumah dari US dan membuatku pusing sangat .
__ADS_1
Setelah masuk ke kamar aku mulai melangkahkan kakiku menuju kamar mandi saat ,
Saat di kamar mandi aku mulai melangkahkan kakiku menuju bathtub, lalu aku mulai duduk dan merendamkan diriku di bathtub tersebut dan seketika pikiranku mulai hilang seketika hingga aku mulai menutup mataku dan menyandarkan kepalaku di tembok sehingga sebuah ingatan mulai berjalan di dalam otak .
" kha. menjauh pergi cepatDari sini!! pergi! pergilah! pergi!" saat aku mulai mengingat itu hanya mendengar sebuah suara dari gelapnya sebuah keadaan seluruh tubuhku terasa panas hingga banyak keringat di tubuhku. aku mulai merasa pusing dan sangat terkejut dengan apa yang terjadi .
Aku melihat suasana di sana melihat ke arah kiri dan kanan Tapi semua yang kulihat itu sama saja Hanya seperti sebuah ruangan yang gelap gulita dan suara terus menggema di telinga entah perasaan apa yang ada di hatiku aku mulai resah dan membuatku sangat-sangat ketakutan
Hingga sampai beberapa saat nafasku mulai sesak dan sangat sakit membuatku sangat sulit untuk bernafas .
Hingga Di saat aku mulai melihat ke arah kiri aku melihat seorang pria menjulurkan tangan ke arahku. pria ini sangat tinggi dan terlihat gagah hingga membuatku bingung dengan siapa sebenarnya orang ini ? Sebenarnya siapa yang ada di dalam pikiranku ini ? Siapakah pria ini sebenarnya ?! Aku mulai kebingungan dengan semua ini
Beberapa hingga beberapa waktu telah berlalu, Badanku terasa dingin mungkin karena kelamaan di bathtub dan membuatku langsung teringat dan sadar atas apa yang telah terjadi . Lalu aku membuka mata dari pikiran itu.
Sebenarnya apa yang telah terjadi padaku ? Siapakah pria itu sebenarnya? kenapa aku terus-terusan menerus memikirkannya ? Aku mulai kebingungan dengan apa yang telah terjadi .
__ADS_1
Hingga membuat aku langsung mengganti pakaianku dari kamar mandi tersebut lalu aku keluar dari kamar mandi menuju kasurku karena aku pusing dan tidak ingin memikirkan masalah itu lagi aku mulai merebahkan tubuhku .