Riddles Of Life Gadis Mafia

Riddles Of Life Gadis Mafia
PEM-BULLY AN


__ADS_3

Aku berjalan ke arah pesawat di ikuti gadis di belakang ku, yang ku tolong tadi.


" masih banget kak,, nama Jeje nama Kakak siapa ?" ucap nya pada ku


Seketika aku yang sendari tadi berjalan kini berhenti dan menoleh ke arah nya lalu berkata


" varkha " ucap ku dingin lalu melanjutkan jalan ku


Lalu sampai lah di bawah pesawat itu, banyak pasangan orang yang menunggu ku


" ya...!! Lama kali kau " ucap rea pada ku


" apa kau tidak melihat aku sedang berjalan ?!!" ucap ku dingin, biasa harus jaga wibawa


Aku adalah ketua di sekolah, jika tidak di sekolah kalian. Bisa bergabung dengan kalian tidak dengan di sekolah.


Aku varka Aran adalah orang yang berbeda, aku tidak suka bergabung dengan orang orang yang tidak memiliki tingkat tinggi, jadi jangan harap bisa berbicara dengan ku.


" tapi setengah jam kita menunggumu !!" ucap rea pada ku merengek


" setelah sampai di sekolah 4 jam kau berdiri " ucap ku langsung melewati nya


" jaga sikap mu " ucap sakila yang langsung mengikuti ku


" Huh ya sorry" ucap rea yang sadar kita adalah senior harus menjaga wibawa, lalu dia menghela napas panjang lalu meminta maaf


lalu para siswa baru itu melihat ku dengan aneh mungkin tidak tau aku siapa.


" pagi nona, bagaimana kabar anda " ucap pria itu pada ku


Aku hanya menoleh ke sakila lalu sakila yang berbicara mengerti maksud ku.


" kenapa kau di sini ?" ucap nya langsung pada intinya


" maaf, tapi senior ada tugas untuk menjemput peringkat ke dua " ucap nya pada kita


" tapi kan ..." ucap rea agak sedikit kesal


" sudah jangan mempersulit dia " ucap ku padanya


" terimakasih nona silah kan kita akan berangkat!!" ucap nya pada ku


Lalu aku menaik tangga yang ke pesawat, lah sedang wanita yang ku tolong itu berada di belakang ku mengikuti langkah ku


Karena aku mendengar suara kaki seseorang di belakang ku aku langsung berbalik badan lalu sakila menarik nya

__ADS_1


Aku yang melihat hal itu hanya terdiam sebentar, dan baru 3 anak tangga yang iya naiki


" apa yang kau lakukan " ucap ku marah dan sekaligus terkejut


" apa yang kau lakukan ? kenapa kau mengikuti dia? Apa kau tidak tau tingkatan kita berbeda?. pergi kesana!! " ucap sakila kesal


Setelah itu, aku males ribut dan harus tau wibawa ku. Karena itu aku langsung berjalan lagi masuk ke dalam pesawat dan mengabaikan mereka


saat di dalam aku langsung duduk di tempat ku menunggu teman ku itu. Setelah mereka sampai dan duduk baru aku angkat bicara pada mereka.


" apa yang kau lakukan itu terlalu kasar, jangan mengulang lagi " ucap ku memperingati mereka berdua


" tumben kenapa kau membelanya?! " ucap mereka kepada ku


" aku tidak membelanya hanya saja .." aku terdiam sejenak tidak melanjutkan ucapan ku


" ada apa ra ?!" tanya sakila kepadaku


" tadi setelah keluar dari kamar mandi aku melihatnya sedang berada di imigrasi sekolah, " kata ku kepada kedua teman ku


" lalu ?!" tanya rea penasaran dengan kelanjutan ceritaku


" dia sedang memohon kepada orang imigrasi sekolah sambil berlutut menangis dan memohon mohon, namun orang imigrasi tidak berani kalau tidak ada karu pelajar nya " ucap ku menjelas kan


" aku tidak tau tapi yang ku lihat ada beberapa sisa yang sedang menertawakan nya! Mungkin mereka membullynya. jadi aku memberi kartu member ku kepada petugas imigrasi !" ucap ku tenang pada mereka namun tidak dengan kedua sahabatku


" apa kamu gila ra ?!" ucap rea pada ku


" ra kartu member mu sangat berharga bisa bisa nya kamu melakukan itu, apa kamu tahu jika kamu melakukan nya anggap saja kamu mau dia menjadi penggantimu ?!!!" ucap sakila pada ku dengan kesal kepada ku


" aku tahu, jangan khawatir aku sudah menelpon sugar daddy mu itu " ucap ku pada mereka berdua


" baguslah biar tidak ada salah paham !!" ucap rea pada ku


" tenang saja !!" ucap ku pada mereka


Saat kita berbincang ada pramugari yang tiba tiba datang ke arah kita dengan wajah yang gugup


" selamat pagi nona " ucap nya pada kita semua


" ada apa " tanya rea pada pramugari itu


" pesawat kita sudah berangkat nona " ucap nya pada kita


" baik lah " ucap ku pada dia

__ADS_1


Namun aneh nya pramugari itu masih tetap berdiri di situ, biasanya tidak, setelah selesai mengatakan seperti itu biasanya iya akan pergi meninggal kan kami.


" kenapa masih disini ?" tanya sakila agak sedikit kesal karena kita masih mau mengobrol


" em anu ..." jawab nya ketakutan untuk berbicara


" katakan saja" ujar ku pada mereka


" maaf nona itu di kelas ekonomi adad beberapa siswa yang membully teman nya " ucap pramugari itu menjelaskan kepada kita


Aku yang tidak suka keributan mulai berjalan ke kelas ekonomi, sebenarnya sih aku bukan orang yang senang mengurusi kehidupan orang namun karena disini aku ketuanya aku tidak bisa mendengar keributan di tempat ku.


Sesampainya di kelas ekonomi aku melihat wanita yang ku tolong tadi di bully oleh beberapa orang wanita. Sedang kan yang lain nya hanya diam tidak membelanya sedikit pun


sedang kan aku berjalan maju ke arah depan lalu rea mulai bertindak


" apa yang kalian lakukan ??" tanya rea pa mereka


Lalu mereka hanya menatap rea seperti merasa jijik kepada kita lalu mulai tertawa sinis


"hhhh hhhhh hhhhh hhhhh hhhh hhh hhh" ketawa mereka pada kita


" ya tidak usah ikut campur pada kita , apa kau tidak tau siapa kita ??" tanya nya pada kita


" hhehh sok asik kali mulut mu itu " ucap sakila pada mereka dengan emosi


" berani kali kau pada ku ? Kau tidak tau siapa aku ? Aku adalah anak bupati Apa kau tidak tau? Ini anak pejabat. Jadi kita beda kasta " ucap nya pada kita dengan sangat berani


" hhh bener bener beda tingkatan, ternyata hanya orang kecil " ucap rea pada ku dan sakila


Aku hanya diam dan tidak ikut ikutan dengan ucapan mereka, lalu aku membantu wanita tadi untuk berdiri


" apa kau tidak apa apa " tanya ku pada nya


" terimakasih kak " ucap nya padaku sambil nangis


" bawa wanita itu kesini " ucap nya pada wanita yang berada di dekat ku


Lalu beberapa wanita mulai mendekat menarik Jeje ke arah mereka, lalu aku langsung mengeluarkan pistol pada mereka


" lepas kan dia atau kau .. Hh" ucap ku memajukan pistol pada mereka dan tersenyum sinis


Lalu karena mereka ke takutan mereka hanya diam saja lalu aku melanjutkan ucapan ku


" setelah kita sampai di Amerika bawa mereka ke ruang interogasi" ucap ku langsung pergi dari sini .

__ADS_1


__ADS_2