Riddles Of Life Gadis Mafia

Riddles Of Life Gadis Mafia
MENGINGAT MASA LALU


__ADS_3


"Itu yang saya bisa kasih tahu saja lebih nya kalian harus berusaha " ucap ku pada mereka, sambil sedikit senyum agar mereka tidak gugup untuk mengikuti ujian kali ini


" bagaimana jika nona bisa mempertunjukkan ke ahlian nona pada semua murid disini." ucap Fahmi dari belakang ku melangkah ke depan


Aku hanya merasa jika Fahmi ini sudah banyak berubah, bahkan dia sudah tidak takut lagi pada ku. Aku menatap nya dengan malas lalu ia mulai melanjutkan ucapan nya


" apa nona merasa takut ?" ucap nya pada ku


" jaga mulut mu, keterlaluan sekali kamu. Apa kau tidak takut pada ketua mu. Ingat posisi mu dimana!!" ucap rea dengan sangat emosi


" ya aku tahu. Tapi jika nolak nona varka Aran ervano akan di anggap taku pada saya." ucap nya sedikit mengancam ku.


Karena aku malas cari masalah aku meng iya kan ucapan nya itu. Agar iya bisa melakukan apa yang iya mau.


" baik. Silah kan !!" ucap ku pada nya lalu mengambil pisau dari dalam bajuku


Pisau itu cukup panjang mungkin 50cm dan ia juga mengeluarkan pisau dari dalam bajunya.


" saya harap nona tidak apa apa " ucap Fahmi pada ku tersenyum mengejek


sedangkan aku hanya diam saja tanpa mengatakan apa pun. Namun rea menghampiri ku dan berkata


" kha kau serius mau bertarung? Apa kau lupa tentang masa lalu? Kau harus ingat ap yang harus kau lakukan. Kau dilarang berperang, bagaimana kalau terjadi apa apa?!" ucap nya pada ku berbisik bisik dan mencengkram pergelangan tangan ku


Sedangkan kan aku tahu apa yang lakukan, aku tidak mau terbelenggu dengan masa lalu aku ingin masa depan yang cerah yang bisa kulakukan.


" tenang saja pada ku, percayalah pada ku!!" ucap ku pada nya lalu menyuruh rea meninggal kan tempat ini


" apa anda siap?" ucap Fahmi tersenyum sinis pada ku

__ADS_1


" tentu saja. Aku sudah lama menanti kan hal ini " ucap ku juga tersenyum sinis pada nya


Setelah itu Fahmi langsung menyerang ku secara be runtal, namun aku dengan sigap langsung menghindar sebisa mu. Karena aku tidak mau menyakiti nya paa lagi sampai berdarah


Fahmi terus menyerang ku sampai lengan ku tergores akibat nya. Hingga aku sadar apa yang Fahmi lakukan Benar benar sangat serius dan aku berfikir apa yang Fahmi lakukan ini


Hingga semua orang berteriak, dan aku langsung tersadar dari lamuna ku.


Aaaa aaaa aaaa aaaaa aaaa aaaa aaaaa aaaa aaaaa aaaa aaaa aaaaa


" kha kau tidak apa apa!" ucap sakila pada ku sedang kan rea


" FAHMI KAU GILA!!" ucap rea berteriak dan mulai melangkah maju ingin menghampiri ku namun aku melarang nya


" rea. Tetap di situ " ucap ku pada rea sambil menunjuk Lima jari padanya menandakan jika aku ingin melanjutkan hal ini


" lanjut " ucap ku pada Fahmi


Hal itu membuat semua mata terkejut dengan pa yang kulakukan, sedang kan Fahmi merintih kesakitan karena lengan nya tergores.


Namun aku yang ada di belakang nya langsung menyerang membuat Fahmi langsung berbalik badan ke arah ku dan membuat aku dan Fahmi memin kan pisau dengan sangat lincah


Sesekali aku ingin menggores lengan nya namun di tepis, kakinya juga iya menghindar, perut nya iya langsung melompat kebelakang membuat ku sangat senang karena sudah lama tidak melakukan nya.


Lalu seketika Fahmi menyerang ku membuat aku sedikit kewalahan, karena tehnik dia sudah banyak berubah. Seketika dia ingin menggores bahuku namun aku langsung memutar kan badan agar tidak terkena


Lalu aku mulai sedikit menjauh, apa mungkin perasaan Ku saja atau berlebihan??.


Mata ku menatap Fahmi yang tersenyum sambil ngos-ngosan menunduk, mengingat kan ku pada seseorang yang membuat ku terhanyut dalam lamunan ku


Hingga Fahmi mulai menyerang ku karena aku tengah termenung beberapa waktu, hingga membuat rea berteriak karena Fahmi mulai ingin menusuk jantung ku

__ADS_1


" RAAaaaaaaa awas !!" ucap rea pada ku hingga membuat ku tersadar dari lamunan ku dan mulai menghindar ke arah samping


"dimana kau tahu jurus itu?!" tanya ku pada nya dengan tegas dan penasaran


" hhhh kenapa nona sangat penasaran dengan tehnik ini ? Apa nona mengingat sesuatu?!" ucap Fahmi tertawa kecil


" JAWAB AKU DIMANA KAU TAHU JURUS INI!!!!!?" tanya ku dengan keras pada Fahmi membuat semua orang menatap ku termasuk rea dan sakila


namun Fahmi ingin meng goyah pertahan hatiku membuat ini. Dimana iya tahu tentang hal ini, membuat ku resah


Tapi si Fahmi ini tidak memberitahu kan pada ku malah dia terus terus an menyerang ku hingga aku kesal dengan nya dan mulai membalas serangan nya sampai akhir nya aku membuat Fahmi kewalahan dengan jurus ku.


Hingga Fahmi menyerang ku menggunakan jurus tersembunyi yang ku tahu dengan sikap iya mulai ingin menusuk ku namun aku langsung melompat keatas dan langsung berada di belakang nya. Dia langsung menoleh ke arah ku dan dengan sigap aku langsung menyodorkan pisau ku kearah lehernya. Mungkin 1cm lah.


Membuat semua anak anak menyoraki ku karena menang. Membuat rea sakila dan Anggota ku menang. namun berbeda dengan aku aku langsung memegang bahu Fahmi dan mengarah kan pisau ini pada nya


woooo woooo woooo woooo woooo woooo woooo woooo woooo woooo woooo woooo woooo yyyy


" Jawab aku!! Dimana kamu tahu jurus tersembunyi ini??" tanya ku padanya dengan nyaring membuat semua orang yang bersorak langsung diam


" FAHMI JAWAB. DIMANA?. DIMANA FAHMI, KAU BISA BELAJAR HAL INI???!!" ucap ku tiba tiba berteriak pada nya hingga membuat ku sangat marah namun Fahmi mulai kaget dengan apa yang ku lakukan


" aku belajar sendiri kak!" ucap nya yang sangat random, membuat ku sangat tambah marah dengan nya


" apa kamu gila ? Kau bilang apa? Belajar sendiri? ini jurus milik ai.. " ucap ku pada Fahmi dengan tambah marah karena ucap nya yang random dan menyembunyikan sesuatu. namun di cegah oleh sakila


" KA .. Lepasin !!" ucap sakila tiba tiba berteriak dan berlari ke arah ku membuat ku melepas kan nya dan mulai melangkah ke belakang


" kau gila? Apa kau lupa jika tidak boleh menyebut namanya!!" ucap sakila langsung memeluk ku dan berbisik di telinga ku


Membuat ku tersadar dengan ucapan ku yang terlalu murah dan hampir melakukan kesalahan " ku mohon tenang lah lebih baik kita kembali ke asrama!!" ucap sakila menarik ku ke keluar dari tempat ini menuju asrama sedang kan rea mulai membubarkan kegiatan ini. Dan menyuruh mereka bersiap siap untuk besok.

__ADS_1



__ADS_2