
hari ini aku berangkat lebih awal untuk ke kantor setelah seminggu; belum bisa ke kantor karena beberapa hal yang tidak biasa di jelas kan.
Aku siap siap pagi ini dengan sangat terburu buru karena ada meeting dengan perusaan liberal, meski aku masih marah seminggu ini dengan lian, namun aku harus profesional dengan kerjaan ku
Hingga ada yang menelpon ku lalu aku angkat
Drrr drrr drrr drrr
Qiza: halo kak udah siap belum ?" ucap qiza pada ku
Varka aran: kan masih 1jam lagi?" tanya ku
qiza : " sorry kak, tadi perusaan liberal mengatakan memajukan meeting jadi jam 07:30 " ucap qiza pelan pada ku
Varkha: iya sudah aku segera berangkat!!" ucap ku gerasah gerusuh menyiapkan barang dan segera turun ke bawah dengan buru buru
Qiza:" baik aku tunggu di kantor" ucap qiza lalu mematikan telpon nya karena mendengar aku sangat rempong.
Setelah selesai berbicara dengan qiza, aku berlari kearah luar menuruni anak tangga dan ke ruang tamu
Lalu ada yang memanggil ku dari arah ruang makan; ruang makan bersampingan dengan ruang tamu jadi dari ruang makan bisa kelihatan
" Ra mau kmna ?" tanya papa pada ku
" ini pa ke kantor buru buru " ucap ku pada papa
" gak sarapan dulu ?" tanya mama
" udah lambat" ucap ku pada mereka
" Koko antar " ucap Calvin padaku
" gak usah bareng ko Leo aja, lagian ko Leo mau ke kampus kan. Ko Calvin makan aja lanjutin gih!" ucap ku pada ko Calvin lalu menarik ko Leo ke luar
Lalu aku dan ko Leo masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya. Saat di perjalan ko Leo mulai bertanya kepada ku.
__ADS_1
" Ra you are oke?" tanya Koko yang tiba-tiba pada ku
" yang kau lihat gimana?" ucap ku pada Koko pelan sambil melihat lihat berkas di tangan ku
" oke, kamu harus menahan perasaan mu. Kamu harus ingat apa yang kita rencanakan, jangan sampai rencana yang kita rancang berantakan karena kamu mulai fokus ke hal percintaan !!?" kata Koko yang langsung membuat ku terdiam sejenak
" iya ko, aku tau." jawab ku pelan sambil tersenyum
" apa kau sudah punya info terbaru? " tanya Koko pada ku yang seketika aku terdiam karena sejak ketemu dengan Lian aku memberhentikan pencarian informasi.
" belum ko " ucap ku gugup
" aku gak mau tau, kamu harus segera mungkin menemukan informasi itu!, ingat Ra! jangan gampang mempercayai siapa pun?!. Di dunia ini hanya kita berdua; kita tidak mempunyai siapa pun lagi yang harus kita percayai!!!" ucap Koko yang membuat ku gelisah
" iya ko, aku akan segera mencari informasi lebih lanjut lagi" ucap ku pada nya.
Setelah percakapan itu aku hanya diam tak berbicara apa pun, aku merasa yang kulakukan selama bersama Lian sangat merugikan pencarian ku.
Setiap detail kata yang ko Leo katakan membuat ku sangat pusing, hingga sampai di kantor.
hingga ada yang menyapaku
" Ra " ucap nya padaku, hingga membuat lamunaku tersadar
" em ?, oh kau ... Aku mau meeting dulu buru buru. Kita bicarakan nanti saja" ucap ku pada ruvel lalu bergegas ke ruangan meeting
Ya ruvel bekerja di kantor ku, namun sebagai pegawai biasa; aku memang tidak membuat nya mendapatkan jabatan, ya karena aku mau dia berusaha dan pula jika di suruh menjabat yang tinggi di kantor dia tidak akan mau.
Aku bergegas keluar dari lift berlari ke ruangan meeting. Saat sampai di ruangan nya aku menunduk sebentar di luar pintu, mulai menarik napas dalam-dalam lalu membereskan bajuku .
Setelah selesai aku pun segera mungkin masuk ke dalam ruangan meeting itu, saat aku berada di dalam dan berjalan perlahan mereka menatap ku; sedang kan aku hanya bodo amet lah, toh ini lagi di kantor
" maaf saya terlambat" ucap ku menunduk meminta maaf seperti apa Korea
" tidak apa apa silahkan" ucap nya pada ku, hingga aku kaget karena disana ada Arya.
aku duduk sedang dia hanya tersenyum sedang di depan hadapan ku ada Lian yang juga menatap ku dalam
__ADS_1
Aku hanya mengabaikan nya karena aku tahu dia akan melakukan nya, dan membuat ku kembali mengingat apa yang telah dia lakukan bersama wanita itu.
Setelah pertengahan meeting, aku mulai mau persentase dokumen ku, dan mau ada projects yang baru; yang akan ku buat untuk kedua perusahaan
Aku memberikan beberapa referensi namun yang ku ajukan hanya 1 dan menurut mereka; mereka suka dengan projects baru yang ku buat.
" oke meeting kali ini selesai, selamat berjumpa di meeting selanjutnya" ucap Lian pada yang lain dan membuat kami saling bersalaman tangan atas setuju nya projects baru.
Setelan beberapa sudah keluar aku mulai membereskan dokumen ku tadi dan aku sedikit melirik Lian dia juga sedang membereskan dokumen yang cukup terbilang sangat banyak
Di sela sela; aku membereskan dokumen, ada yang memanggil ku dan sekaligus menghampiri dan menyapa ku
" ra apa kabar ?" ucapnya padaku sambil tersenyum, sedang kan aku hanya melirik dikit
" baik. Oh ya namaku varka bukan Ra," ucap ku ketus pada nya
" em iya, baiklah, apa kau punya waktu luang bisa kah kita makan bersama hari ini?" ucap nya pada ku
" sibuk, udah ya duluan " ucap nya pada ku selesai membereskan dokumen langsung berjalan ke arah luar menuju lift dan di ikuti oleh kak qiza Lian dan asisten nya dan juga Arya .
Saat masuk di lift aku melihat Lian yang tengah berada di samping ku, terasa sangat kecewa pada nya namun aku hanya bisa diam. hingga dia membuka suara
" Ra " ucap nya pelan
" namaku varkaa sudah berubah jadi jangan panggil aku Aran lagi " ucap ku menoleh ku kira Arya ternyata Lian,
Setelah melihat Lian aku langsung gugup kebingungan, ya karena kukira si Arya yang selalu mengikuti kemana pun aku pergi di kantor.
" siang ini di kafe jelita " ucap Lian pada ku
" aku sibuk " ucap ku melihat qiza, lalu dia dengan bodoh nya hanya menggeleng kan kepala dengan cepat
" bukan kah kita hari ini gak ada jadwal apa pun ?" tanya qiza dengan polosnya pada ku, lalu aku hanya menarik napas dalam-dalam, karena kelakuan nya .
" maaf " ucap nya pelan sambil menghadap ke arah pinggir (ke arah ku )
" aku akan bilang pada Daddy, aku sudah memutuskan untuk tidak jadi bertunangan dengan mu " ucap ku hingga membuat Lian dan yang lain nya terkejut dengan ucapan ku.
__ADS_1