
Ke keesokan paginya aku bangun dari tidur ku dengan ke adaan yang cemas dengan apa yang ku tahu. Bagaimna jika hal yang ku pikir kan itu terjadi dan bagaimana ko Leo menyembunyi kan ini semu terhadap ku membuat ku tak tenang saja.
setelah beberapa menit aku melamun akhirnya aku mulai melangkahkan kakiku ke arah kamar mandi dan akan bersiap ke kantor selang beberapa menit pun akhirnya aku selesai menyiapkan segala hal keperluanku untuk pergi ke kantor namun belum sempat aku keluar dari kamarku bunyi teleponku mulai membuatku sedikit kaget karena siapa yang pagi-pagi buta seperti ini menelpon
Drrr drrr drrr lalu aku mulai mengangkatnya dan melihat bahwa nomor itu dari Lian
" halo" ucap ku pada Lian dari telpon
" ini aku Lian" ucap nya pada ku, dia mengira aku tidak tahu tentang nomer nya
" ada pa " ucap ku cuek dan to the poin pada nya agar tidak lama
" tidak papa, tapi bisa kita ketemu? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu " ucap nya padaku dengan sangat cepat
" em boleh, tapi siang aja! Aku masih bnyak kerjaan pagi ini " Ucap ku pada nya sambil gugup karena masalah ciuman itu.
" em ya sudah Bey" ucap nya langsung mengakhiri telpon kami dan membuat ku geleng geleng kepala atas kelakuan nya yang tidak baik ini.
__ADS_1
setelah percakapan itu aku mulai turun ke bawah untuk sarapan dan membawa semua berkas-berkasku yang akan mengadakan rapat pagi hari ini bersama dengan para pemegang saham dari perusahaan lain.
setelah aku turun aku sudah melihat para saudaraku dan kedua orang tua angkatku itu Tengah duduk sambil menyantap makanan dan tanpa basa-basi aku langsung mendudukkan diriku di kursi lalu tanpa basa-basi dan mengatakan apapun aku langsung menyantap makananku hingga membuat mereka semua agak sedikit kaget karena aku tidak secuek ini biasanya namun mereka tidak mengatakan apapun mungkin mereka merasa aku banyak masalah di kantor jadi aku merasa seperti ini
kita diam sampai makanan kita berakhir saat itu aku mulai bangkit dan mengambil setumpuk proposal yang kutaruh di atas meja dan mulai membawanya pergi belum sampai ya aku melewati pintu depan Mama sudah memanggilku dengan nada yang sangat khawatir
dan mengatakan "your okay baby?" ucapnya kepadaku dengan tergesa-gesa sedangkan aku langsung membalikkan badan untuk menatap mamaku itu namun aku tidak mengatakan apapun hanya menganggukkan kepala beberapa kali lalu aku membalikkan badan dan berangkat ke kantor
***
sesampainya di kantor aku langsung melangkahkan kakiku ke ruanganku meskipun banyak sekali para karyawan kantor yang menyapaku dan biasanya aku juga menyapa mereka namun berbeda dengan sekarang aku mulai merasa bosan dan ingin segera menuju ke tempatku aku tidak memperdulikan orang di sekitarku menyapaku dan tersenyum aku hanya merasa hari ini aku sangat bad mood dan tidak ingin berbicara dengan siapapun bahkan kisah pun merasa ada hal yang aneh kepadaku namun dia hanya diam saja karena dia takut mungkin aku akan marah kepadanya
" kak waktunya meeting karena mereka semua sudah ada di dalam ruangan meeting" ucapnya kepadaku tanpa masuk dalam ruanganku hanya mengetuk-ngetok pintu ruanganku dan berdiri di luar sana sambil sedikit mengeraskan suaranya dan aku tidak akan marah dengan hal itu meskipun dia berjari-jari di luar kantorku aku tidak masalah
namun jika dia mengatakan berapa kali namun aku tidak menyuruhnya masuk namun dia berinisiatif untuk masuk aku akan memarahinya sampai puas karena ada saatnya dia boleh masuk ataupun tidak di dalam ruanganku namun sepertinya dia sadar bahwa aku sedang bad mood jadi dia tidak masuk ke dalam ruanganku untuk mengatakan hal-hal yang membuatku sangat marah.
hingga setelah ia mengucapkan hal itu aku mulai melangkahkan kakiku menuju ke sana untuk rapat dengan beberapa pengeluaran saham yang telah menungguku,
__ADS_1
****
selang beberapa jam akhirnya rapat mulai selesai dan saham mulai naik karena berkatku aku tidak ingin menyombongkan diriku namun ya karena kerja kerasku dan aku disiplin terhadap karyawan-kawanku membuat saham sangat naik dan para pemegang saham dari kantor maupun luar kantor sangat puas terhadapku atas kerja keras yang telah kulakukan bersama pada karyawanku mereka memberiku sedikit motivasi dan semangat ya berupa kompensasi uang masa cuma omongan doang membuatku dan karyawanku semangat kan nggak mungkin
yang awalnya kantorku ini mengalami penurunan saham hingga hampir bangkrut namun enam bulan ini setelah aku memegangnya aku sangat sangat bahagia karena sedikit demi sedikit apapun yang telah kulakukan dengan ikhlas dan tekad yang kuat membuat perusahaan semakin bagus.
dan membuat aku yang awalnya bad mood akhirnya sudah kembali mood lagi, dan aku melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 12.00 siang yang berarti sudah akan istirahat siang
setelah itu aku melihat pesan yang terserah di handphoneku aku melihat pesan itu dari Lian dia memberiku sebuah alamat di cafe melati putih Sekar wangi indah sekali malam hari ini bersama kami nomor meja 25 dengan ucapan aku menantimu di sini.
setelah membaca pesan itu aku tersenyum dengan apa yang kalian lakukan namun aku tidak memberi peluang hati untuknya karena aku takut hal yang aku impikan itu bukan impikan fantasiku itu mulai menjadi kenyataan dan Lian akan meninggalkanku dan aku tidak bisa memecahkan masalah kakek dan mamaku dan akan membuatku tambah ruwet jadi aku mewanti-wanti diriku hatiku dan semuanya tentang aku agar tidak mencintai siapapun dan aku takut Lian ataupun siapapun yang mendekatiku akan berakhir tragis seperti mantan pacarku yang telah mengetahui kehidupanku yang cukup sangat menawan ini
setelah 15 menit akhirnya aku sampai di sana dan aku sudah melihat dari luar bahwasanya dia telah menungguku lalu aku melangkahkan kakiku sampai di tempat itu tanpa mengatakan apapun aku langsung duduk di depannya lalu ia mengatakan.
"makan dulu makanan ini ku tahu kau sedang capek karena mengurusi perusahaanmu yang sudah mulai melunjak itu jadi istirahat dan makanlah dulu aku sudah menyiapkan semua kesukaanmu!"ucap Lian kepadaku dengan tersenyum
namun berbeda dengan aku yang merasa sangat capek dan langsung menyantap makananku tanpa mengatakan sepatah kata apapun kepada dia dan akhirnya kalian juga mengikutiku makan mungkin karena dia juga sangat kelaparan karena pekerjaannya itu.
__ADS_1
@author_anyya