
" apa dia calon istri mu?" tanyanya pada Daddy
" apa aku terlihat seperti pedofil? " ucap Daddy pada nya yang membuat ku tertawa kecil
" maaf aku tidak tau " ucap nya karena daddy agak sedikit kesal dengan pertanyaan nya dan membuat ku tertawa
" salam kenal paman namaku varka Aran bisa di panggil Aran aku bekerja di salah satu perusaan biasa aku anak dari Daddy seperti Lian bukan calon istrinya" ucap ku pelan dan mulai menjelaskan dengan rinci kepada pria yang sudah tidak muda lagi
" maaf kan aku aku benar benar tidak tahu" ucap nya padaku dan Daddy
" tidak masalah paman " ucap ku sambil tersenyum
" ya udah aku tinggal ke sana dulu ya " ucap ku berpamitan dengan paman dan Daddy yang sedang lanjut mengobrol
sedang kan aku tengah duduk di sofa dengan menggenggam minuman di tangan ku hingga ada beberapa orang yang menghampiri ku ingin berkenalan
" hai boleh gabung gak?" tanya nya padaku
" silah kan " ucap ku padanya dengan sopan dan menyuruh nya duduk di sofa
" salam kenal ya kita dari perusaan kecantikan yang bernaung di bawah perusahaan liberal" ucap beberapa orang padaku ya mungkin mereka masih cukup muda dari pada paman yang menganggap ku sebagai istri Daddy
" iya, aku juga baru bergabung dengan perusahaan liberal semoga kita bisa saling bantu " ucap ku sambil tersenyum
" apa kamu sudah punya pacar?" ucap nya padaku mungkin terbilang agak tidak sopan tapi aku menghiraukan nya karena kalau di USA hal itu biasa berbeda dengan di sini
__ADS_1
" saya masih sibuk dengan pekerjaan jadi tidak memikirkan tentang hal itu " ucap ku tegas dan sopan agar mereka tidak salah paham dengan ku
" em begitu " ucap nya pada ku lalu aku tidak menjawab nya hanya tersenyum singkat
" gimana kalau kau menjadi pacar ku " ucap pria itu yang tiba tiba dengan sangat tidak sopan berbicara ke padaku
" hah ??" kataku terkejut dengan ucapan nya yang sangat tidak masuk akal karena mana ada cinta sekali lihat gak kenal juga pun please ini bukan di novel
" gak ada penolakan " ucap nya sambil menggenggam tangan ku sepontan aku langsung menepis nya dengan marah
namun dia malah mengeratkan tangan nya padaku hingga ada tangan lain yang menepis tangan nya dengan kasar dan menarik tangan ku
" berani'nya kau menyentuh istri ku " ucap Lian yang membuat ku terkejut
" sejak kapan kau nikah ? gak ada bukti jangan pernah jadi pahlawan ke siangan mentang mentang kau anak bos besar . ohhhh salah anak angkat nya yang di perbudak oleh nya " ucap nya dengan sangat tidak sopan. aku tidak tau dia siapa namun hal ini yang membuat ku geram padanya
" sudah lah Ra jangan buat masalah di pesta Daddy aku tidak ingin merusak nya. " ucap Lian padaku namun masih menatap pria itu
" alah begini kalau anak buangaan hhhhh, cuma bisa diam jika di injak injak jangan pikir kau bisa sebanding dengan ku kau hanya anak angkat kalau saja bos besar tidak melihat mu di jalan dia tidak akan menolong mu waktu itu jadi ingat dimana posisimu. cuih jangan merasa kau sebanding dengan ku " ucap nya yang membuat ku sangat kesal apa lagi dia meludah di dapan mataku.
kesabaran ku telah habis aku bukan seperti Lian yang diam saja, Lian menggenggam tangan ku yang satu namun otak ku masih berjalan jadi aku ambil botol minuman di tangan sebelah ku dan aku mulai memukul nya
pyyyyyyarrrrrrrrrrrrr
hingga suara bergema di sekeliling ku dan Lian yang ada di sebelah ku hanya sok dengan apa yang aku lakukan. pria itu terduduk di lantai dengan darah yang mengalir dari kepalanya dan aku mulai menepis tangan Lian yang sendari tadi menahan ku
__ADS_1
" BERANI NYA KAU BERBICARA SEPERTI ITU DI DEPAN KUUUUUUUUUUUU!!! BERANI SEKALI MULUT MU ITU, INGIN SEKALI KU ROBEK MULUT MU DENGAN INI " ucap ku kesal dan ingin merobek mulutnya dengan sepihan beling di tangan ku sedang Lian menahan ku dari tadi hingga semua orang mulai melihat ku
" APA APA AN KALIAN INI "ucap Daddy dengan keras pada kita semua sedang kan aku masih ingin mencabik cabik mulut nya karena kesal
" astaga putraku sayang .. .. " ucap seseorang yang menghampiri pria yang ku amuk tadi
" pa kepalaku sakit dia yang melakukan nya " ucap nya masih memegang tangan nya
" BERANI NYA KAUUUUU" ucap nya ingin menampar ku tapi di halangi oleh Lian
lalu Daddy menghampiri kita semua
" RA APA APA KAU INI KENAPA SEPERTI ITU TIDAK BOLEH " ucap Daddy keras sampai membentak ku
" tapi dad" ucap Lian ingin membelaku
" benar tu lihat dia emang kurang ajar sekali berani nya dia melakukan itu pada keponakan mu " ucap pria tua itu padaku namun aku masih kesal dan ingin memberikan pelajaran juga pada pria itu
" kau diam atau aku akan melancabik mulut mu juga " ucap ku tegas pada pria itu
" KAU INI MASIH TETAP YA RA, JANGAN PERNAH MELAKUKAN ITU " ucap Daddy yang membuat dia pria itu tersenyum menang namun Daddy melanjutkan nya
" anak buah Daddy yang akan melakukan itu, lihat tangan mu ini berdarah Daddy gak akan membiar kan siapa pun melukai mu termasuk kalian semua " ucap Daddy sambil mengelus tangan ku yang terluka dan mulai menatap mereka
" panggil dokter sekarang" ucap Lian pada para bawahan nya dengan khawatir pada ku
__ADS_1
hingga Daddy menyuruh ku masuk ke kamar bersama Lian dan Daddy masih mengurus beberapa orang tadi yang menggangguku.