
ruvel and arana
Aku berlari sebisaku di tengah hujan deras tubuh ku basah karena air hujan yang sendari tadi mulai terjatuh
Pikiran ku sangat bingung apa yang harus kulakukan kemana aku akan pergi, hari sudah mulai larut kendaraan sudah tidak berlalu lalang lagi
Tempat ini terbilang cukup jauh dari pemukiman warga atau tempat halte bis, hingga aku yang sendari tadi berlari kini mulai berhenti
Aku sudah lelah berlari, kaki ku sudah mulai tak sanggup lagi berlari dan aku tidak tau dimana aku berada, yang ku ingat aku hanya berlari dari kejaran anak buah lian dan akhirnya aku turun gunung dan menemukan jalan raya ini di bawah gunung
Saat aku berjalan santai aku mulai menyadari di belakang ku suara mobil dan cahaya lampu mobil, lalu aku melambai kan tangan lalu mobil itu terhenti melihat ku
Aku mulai mengetuk ngetuk pintu mobil itu ingin meminta pertolongan betapa terkejutnya aku melihat siapa yang di dalam
" ra ngapain kamu di sini di tengah malam ?" ucap nya yang juga kaget karena aku ada disini tengah malam apa lagi tengah hujan deras
Lalu aku masuk kedalam mobil itu duduk di sebelah nya dengan ke adaan menangis
" kau kenapa raaaa ?" uuuucap ya padaku namun aku hanya diam tanpa mengatakan apa pun
Karena aku tidak menjawab pertanyaan dia, dia juga hanya diam dan memberikan jas yang dia pakai untuk menutupi tubuh ku, yang tengah basah kerena hujan.
Pria ini lalu mengemudikan mobil nya sambil terus melirik ku
" makasih " ucap ku pelan
" apa kamu punya masalah? " ucaaap nya pada ku
" entah lah " ucap ku bingung
" ra aku tau kamu sekarang sedang bingung namun ku yakin, kamu akan menyelesaikannya " ucap nya sambil mengendarai mobil itu
" makasih ruv " ucap ku padanya sambil menyeka air mata yang sendari tadi mengalir di pipi ku
dia adalah ruvel anak angkat dari ayah, dia yang menolong ku tadi di tengah jalan dengan hujan lebat
__ADS_1
" Ra ayah pasti senang kalau kita berdua bisa pulang sama sama " ucap nya padaku yang ingin berniat membawaku ke pada ayah
dari pada aku di rumah Lian akan mencari ku dan akan membuat ku pusing lagi lebih baik aku menyetujuinya
" iya aku juga kangen ayah " ucap ku pelan
" ya sudah " ucap ruvel padaku
setelah itu aku tidak ingat lagi apa yang terjadi, mataku mulai buram dan kepalaku sangat pusing hingga aku mulai memejam kan mata ku
hingga keesokan paginya aku mulai terbangun pukul 10:35, mata ku sangat terasa berat ingin membuka mata, seperti sedang di isolasi. apa mungkin karena aku menangis terlalu lama hingga seperti ini
lalu aku perlahan membuka mata ku melirik kanan dan kiri melihat sekeliling ku. aku mengamati kamar ini kamar ini punya ruvel.
aku mulai bangun dan duduk di kasur melihat sekeliling ku Dan juga bajuku sudah di ganti. lalu ada yang membuka pintu perlahan
" kamu sudah bangun ini aku ambilkan sarapan di bawah !" ucap nya pada ku dengan membawa nampan yang berisikan beberapa makan untuk ku, lalu menyodorkan nya padaku
" terimakasih" ucap ku pelan pada ruvel lalu mulai memakan nya
aku mulai melahap makanan ku dengan sangat terburu buru, ya, mungkin saja aku kelaparan, karena sejak tadi malam aku tidak makan
" aku gak papa " jawab ku dengan senyuman palsu pada nya
" apa kau pikir aku percaya ? kau tidak bisa membohongi ku, jawab Ra !!!" ujar nya pada ku memaksa, tidak ada cara lain aku mulai menceritakan tentang kejadian semalam pada ruvel tentang apa yang di perbuat Lian untuk ku
" aku sudah bertunangan " ucap ku sambil menunduk di hadapan ruvel
" lalu ? apa dia selingkuh?" ucap ruvel pelan pada ku. entah tau dari mana dia tapi jawaban dia sangat tepat.
" iya " ucap ku sambil mengangguk pada ruvel
" terus semalam kau berlari di tengah hujan juga karena dia ? " tanya ruvel padaku dan aku hanya membalas nya mengangguk ngangguk
" Ra, jika kamu marah pada nya jangan pernah kabur lagi, bagi mana jika kamu bertemu orang jahat?, bagaimana kalau mereka mencelakai kamu? jangan seperti itu lain kali !" ucap nya pada ku dengan nada khawatir
" baik lah bapak " ujar ku bercanda padanya sambil tersenyum sedikit
__ADS_1
" iya ibu " ucap nya membalas ku
lalu kami berdua tertawa terbahak bahak di kamar ruvel. setelah selesai makan aku dan ruvel turun ke bawah menuju kolam renang.
" Ra apa kau ingat masa sekolah waktu ..." sebelum ruvel melanjutkan ucapan nya aku langsung memotong nya
" ya. ya ya ya.... hamba tau tuan ruvel yang tampan, " ucap ku padanya sambil melirik
" waktu itu aku terkejut karena kau banyak uang nya " ucap ruvel sambil tersenyum
" lalu " tanya ku kepo dengan kelanjutan cerita nya
" ya, kan waktu itu masih sekolah, aku sempat berfikir kalau kau kaya raya " ucap nya pada ku
" oh, menurut mu sekarang aku miskin?" tanya ku padanya
" bukan gitu dudul, ya sama aja sih sekarang malah kau tambah kaya " ucap nya " tapi kenapa kau tidak kuliah malah sibuk kerja bukan kah kau masih mempunyai orang tua dan saudara kenapa kau harus kerja sendiri ?" tanya nya pada ku
" kan aku sudah lulus kuliah " ucap ku pelan sambil membalik kan badan menghadap nya
" kapan ?, " tanya ruvel padaku
" ya waktu di Amerika aku langsung kuliah hhhhhh menyabotase dengan uang " ucap ku sambil tersenyum pada ruvel
" oh gitu enak ya ?!!" katanya sambil mengeluh
" kenapa ayah melarang mu?" tanya ku pada nya mulai balik bertanya
" ya, kau tau sendiri ayah. dia melarang ku bekerja mungkin takut aku akan melakukan kesalahan yang fatal !!" ucap nya tersenyum kaku
" hey bro.". ucap ku menepuk bahunya lalu berkata " jika kamu ingin ayah mengakui mu maka kamu harus membuktikan nya. cari pekerjaan jangan bernaung pada perusahaan ayah saja " ucap ku memberikan ide padanya dan masukan agar dia tidak sedih lagi
" iya, kamu benar Ra " Ucap nya lalu memeluk ku " makasih Ra, aku akan melakukan nya. aku akan membuktikan bahwasanya aku bisa tanpa ayah, aku akan melakukan sebisa mungkin !" ucap nya terus memeluk ku aku hanya diam takut dia kembali sedih tanpa membalas pelukan nya
" kau bisa kerja di perusahaan ku " ucap ku pada ruvel pelan
"apa?, really ?" ucap ruvel melepaskan pelukan ku dan menatap ku
__ADS_1
" iya mulai besok " ucap ku lalu meninggal kan nya
" makasih bos " ucap ruvel ke girangan membuat ku juga tersenyum.